Kompas.com - 30/08/2021, 17:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap pria inisial AS, Y, dan CH yang merupakan komplotan pencuri spesialis ganjal ATM yang berada di minimarket dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Para pelaku ditangkap di kawasan Cibubur, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada 20 Agustus 2021.

"Sasaran pelaku masyarakat yang mengambil uang di ATM. Biasanya di minimarket juga di pom bensin yang memang melihat situasi ATM itu sepi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Polisi: Perampok Bersenjata di Kafe Pamulang Biasa Beraksi di Tangsel

Yusri mengatakan, para pelaku ditangkap setelah melakukan aksinya di salah satu minimarket kawasan Bekasi, pada Maret 2021.

Saat itu, ada salah satu korban yang melaporkan ke Polda Metro Jaya. Penyidik pun melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan rekaman CCTV.

"Karena ini pelan-pelan kita melakukan peyelidikan dengan periksa CCTV dan saksi-saksi," ucap Yusri.

Adapun modus yang dilakukan para pelaku ini berbeda dari spesialis ganjal ATM yang pernah diungkap polisi beberapa waktu sebelumnya.

Menurut Yusri, komplotan spesialis ganjal ATM sebelumnya membuat kartu korban tertelan, berbeda dengan pelaku ini yang membuatnya tidak dapat masuk ke mesin.

Baca juga: Polisi Dalami Kesehatan Jiwa Pemuda yang Bunuh Ayah Kandungnya di Cengkareng

"ATM orang ini tidak bisa masuk karena dia ganjal di situ (mesin). Nanti setelah itu datang satu orang (pelaku) berpura membantu untuk memasukan ATM tersebut," kata Yusri.

Namun, kata Yusri, saat itu pelaku menukar kartu ATM korban yang telah disiapkan sebelumnya dengan berbentuk sama.

Hanya saja kartu ATM milik pelaku tersebut lebih tipis sehingga dapat masuk ke dalam mesin sebelum nantinya korban memasukkan pin.

"Setelah masuk itulah korban ini coba mengambil dengan memencet PIN ATM. Ada satu yang mengintip PIN korban. Karena bukan ATM aslinya, tidak akan bisa untuk bisa transaksi. Setelah korban pergi baru pelaku menguras uang," kata Yusri.

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan yang ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecatan TNI Suplai Senjata dan Rampok Toko Emas, Pengamat: Aksesnya Pasti Ilegal

Pecatan TNI Suplai Senjata dan Rampok Toko Emas, Pengamat: Aksesnya Pasti Ilegal

Megapolitan
Digelar Mulai Besok, Ini Titik Operasi Zebra di Kabupaten Bekasi

Digelar Mulai Besok, Ini Titik Operasi Zebra di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Pecatan TNI Suplai Senjata untuk Perampokan, Pengamat: Bisa Jadi Anggota TNI Aktif Terlibat

Pecatan TNI Suplai Senjata untuk Perampokan, Pengamat: Bisa Jadi Anggota TNI Aktif Terlibat

Megapolitan
Bangunan Ruko Dua Lantai Habis Terbakar Diduga akibat Sepeda Listrik Dicas 'Overtime'

Bangunan Ruko Dua Lantai Habis Terbakar Diduga akibat Sepeda Listrik Dicas "Overtime"

Megapolitan
Viral Pemotor Ngebut dan Terlindas di JLNT Casablanca, Polisi Mengaku Tak Tahu

Viral Pemotor Ngebut dan Terlindas di JLNT Casablanca, Polisi Mengaku Tak Tahu

Megapolitan
Empat Kios di Duren Sawit Terbakar Minggu Dini Hari, Api Diduga Berasal dari Kompor Gas

Empat Kios di Duren Sawit Terbakar Minggu Dini Hari, Api Diduga Berasal dari Kompor Gas

Megapolitan
37 Calon PMI Korban Penyaluran Tenaga Kerja Ilegal Siap Dipulangkan

37 Calon PMI Korban Penyaluran Tenaga Kerja Ilegal Siap Dipulangkan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anies Baswedan Resmi Jadi Anggota Pemuda Pancasila | Alasan Pecatan TNI dan Rekannya Incar Toko Emas

[POPULER JABODETABEK] Anies Baswedan Resmi Jadi Anggota Pemuda Pancasila | Alasan Pecatan TNI dan Rekannya Incar Toko Emas

Megapolitan
Diduga akibat Ledakan Tabung Kompresor, Dua Orang di Tanah Abang Alami Luka Bakar

Diduga akibat Ledakan Tabung Kompresor, Dua Orang di Tanah Abang Alami Luka Bakar

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang

Megapolitan
Diduga Korsleting, 1 Mobil Terbakar di Tol JORR Cakung

Diduga Korsleting, 1 Mobil Terbakar di Tol JORR Cakung

Megapolitan
Jakarta Miliki Lahan Sempit untuk Bertani, Wagub: Pekarangan Rumah hingga Kafe Bisa Dimanfaatkan

Jakarta Miliki Lahan Sempit untuk Bertani, Wagub: Pekarangan Rumah hingga Kafe Bisa Dimanfaatkan

Megapolitan
Festival Teater Jakarta Kembali Digelar, 15 Pertunjukan Digelar 1-9 Oktober 2022

Festival Teater Jakarta Kembali Digelar, 15 Pertunjukan Digelar 1-9 Oktober 2022

Megapolitan
Di Hadapan Anies, Kapolri Ingatkan Bahaya Politik Identitas

Di Hadapan Anies, Kapolri Ingatkan Bahaya Politik Identitas

Megapolitan
Anies Baswedan Tanggapi Isu Kriminalisasi di KPK terkait Dugaan Korupsi Formula E

Anies Baswedan Tanggapi Isu Kriminalisasi di KPK terkait Dugaan Korupsi Formula E

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.