Anies: Pandemi Covid-19 Beri Kesempatan Jakarta Kampanyekan Proyek Langit Biru

Kompas.com - 30/08/2021, 20:54 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi rumah duka penyanyi legendaris Elly Kasim di Jalan Beton No 68, Kayu Putih, Pulogadung Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021). DOK. ISTIMEWAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi rumah duka penyanyi legendaris Elly Kasim di Jalan Beton No 68, Kayu Putih, Pulogadung Jakarta Timur, Rabu (25/8/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan kesempatan pada Pemprov DKI Jakarta untuk mengampanyekan proyek langit biru.

Pembatasan mobilitas pada saat pandemi Covid-19 bisa mengurangi jumlah polusi di Jakarta sehingga langit di Jakarta bisa terlihat bersih.

"Jadi ini memberikan kami kesempatan untuk mengampanyekan proyek langit biru, mengisi emisi, dan kemudian mempromosikan gaya hidup yang lebih berorientasi hijau," kata Anies dalam konferensi Berlin Questions yang videonya diunggah di akun Instagram Pemprov DKI Jakarta, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Anies: Jakarta Tetap Jadi Pusat Kegiatan Ekonomi meski Ibu Kota Dipindahkan ke Kalimantan

Anies mengatakan, selama pandemi Covid-19, polusi udara di Jakarta terus menurun dan memberikan pengalaman yang langka dengan pemandangan langit yang cerah.

"Selama pandemi, dengan pembatasan mobilitas, tiba-tiba langit biru bukanlah sesuatu yang hanya bisa Anda tonton di film, tetapi Anda benar-benar dapat memotret kota Anda dengan bangunan yang indah dan langit biru yang indah sebagai latar belakang," kata Anies.

Baca juga: Greenpeace Indonesia: Kualitas Udara di Jakarta Memburuk Selama PPKM Darurat Juli 2021

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya itu, Anies juga menyebutkan bahwa aktivitas bersepeda di Jakarta meningkat selama pandemi Covid-19.

"Jumlah pengendara sepeda di Jakarta meningkat 10 kali lipat ketika melihat jalan kita (Jakarta) saat ini, benar-benar berbeda dari dua tahun lalu," ucap dia.

Kualitas udara justru memburuk

Pernyataan Anies berbanding terbalik dengan temuan Greenpeace Indonesia yang menyebutkan bahwa kualitas udara di Jakarta justru memburuk selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan level 4.

Berdasarkan status baku mutu udara ambient (BMUA) PM 2,5 di stasiun pemantau kualitas udara milik DKI dan Kedutaan Besar AS, kandungan polusi udara selama Juli 2021 lebih tinggi dibandingkan Juni 2021.

"Sepanjang bulan Juli menunjukkan peningkatan hingga 4-6 kali lipat dibandingkan pada bulan Juni," kata Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Mercedes, Audi, dan BMW Tinggalkan Formula E, PSI: Bukti Balapan Ini Tak Laku

Bondan mengatakan, curah hujan menjadi sangat penting terhadap kualitas udara di Jakarta yang berfungsi sebagai pencucian atau peluruhan partikel halus di udara.

"Polusi udara di Jakarta ini sangat erat faktor cuacanya, di mana ketika tidak ada hujan, polusi udara meningkat, namun ketika terjadi hujan, polutan (akan) tercuci," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Buka Opsi Cari Sumber Pendanaan Lain agar Proyek ITF Sunter Bisa Jalan

Pemprov DKI Buka Opsi Cari Sumber Pendanaan Lain agar Proyek ITF Sunter Bisa Jalan

Megapolitan
Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Ketua Komisi B: Publik Jadi Menilai Tidak Aman

Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Ketua Komisi B: Publik Jadi Menilai Tidak Aman

Megapolitan
Pembangunan Sumur Resapan di Jakarta Tetap Akan Dilanjutkan Meski Anggaran Dicoret DPRD DKI

Pembangunan Sumur Resapan di Jakarta Tetap Akan Dilanjutkan Meski Anggaran Dicoret DPRD DKI

Megapolitan
Camat Sebut Tutup Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Ambles Sudah Diperbaiki

Camat Sebut Tutup Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Ambles Sudah Diperbaiki

Megapolitan
 Anies Tak Restui Reuni 212 di Patung Kuda, Demi Pencitraan untuk Pilpres?

Anies Tak Restui Reuni 212 di Patung Kuda, Demi Pencitraan untuk Pilpres?

Megapolitan
4 Kali Kecelakaan dalam 39 Hari, Komisi B Kembali Panggil Transjakarta

4 Kali Kecelakaan dalam 39 Hari, Komisi B Kembali Panggil Transjakarta

Megapolitan
Mobil Dinas TNI Terguling hingga Ringsek di Jatinegara

Mobil Dinas TNI Terguling hingga Ringsek di Jatinegara

Megapolitan
2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa SMK Taruna Bhakti Depok

2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa SMK Taruna Bhakti Depok

Megapolitan
Ironi Petugas Damkar: Diandalkan di Segala Situasi, tapi Bekerja Ganda dengan Gaji Tak Seberapa

Ironi Petugas Damkar: Diandalkan di Segala Situasi, tapi Bekerja Ganda dengan Gaji Tak Seberapa

Megapolitan
Ketika Reuni 212 Ditolak dan Diblokade, Panitia: Jangan Anggap Kami Seperti Musuh...

Ketika Reuni 212 Ditolak dan Diblokade, Panitia: Jangan Anggap Kami Seperti Musuh...

Megapolitan
Atasi Genangan di Jalan RE Martadinata Ancol, SDA Pademangan Bangun Kolam Olakan

Atasi Genangan di Jalan RE Martadinata Ancol, SDA Pademangan Bangun Kolam Olakan

Megapolitan
4 Masalah Transjakarta dalam 39 Hari Terakhir, Kecelakaan hingga Bus Berasap

4 Masalah Transjakarta dalam 39 Hari Terakhir, Kecelakaan hingga Bus Berasap

Megapolitan
Polisi Bakal Olah TKP Kasus Kebakaran Gedung Cyber

Polisi Bakal Olah TKP Kasus Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Cyber yang Tewaskan Dua Orang

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Cyber yang Tewaskan Dua Orang

Megapolitan
Tragedi dalam Kebakaran Gedung Cyber, Teknisi Terjebak di Kepulan Asap Hitam hingga Tewas

Tragedi dalam Kebakaran Gedung Cyber, Teknisi Terjebak di Kepulan Asap Hitam hingga Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.