Kompas.com - 01/09/2021, 15:54 WIB
Pesepeda mountain bike melintasi jalur sepeda permanen di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu (19/6/2021) pagi. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPesepeda mountain bike melintasi jalur sepeda permanen di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu (19/6/2021) pagi.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mempertimbangkan agar pesepeda yang hendak berangkat atau pulang kerja boleh melintasi tiga ruas jalan yang menerapkan ganjil genap, yakni Jalan Sudirman, Thamrin dan Rasuna Said.

Pertimbangan ini diambil setelah Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan audiensi dengan komunitas Bike to Work, Rabu (1/9/2021) siang.

Ketua Bike to Work Fahmi Saimina menyebut, dalam audiensi itu, ada sejumlah poin yang disepakati.

Baca juga: Mulai Besok, Polisi Izinkan Pesepeda Disabilitas Lintasi Jalur Ganjil Genap

Salah satunya, pihak kepolisian mempertimbangkan untuk membolehkan pekerja yang bersepeda melintasi jalur Sudirman, Thamrin dan Rasuna Said. Namun keputusan akhir mengenai hal ini baru akan diumumkan pada 6 September mendatang.

"Untuk pekerja bersepeda, mohon bersabar hingga tanggal 6 September 2021, akan dibuat keputusan baru agar para pesepeda yang khusus ke kantor diberikan izin melintas," kata Fahmi.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo membenarkan pernyataan Fahmi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tanggal 6 nanti akan kita putuskan," kata Sambodo.

Baca juga: Cerita Pesepeda Disabilitas, 2 Kali Dilarang lewat Jalan Sudirman-Thamrin Saat Pulang Pergi Kantor

Selain itu, audiensi tersebut juga menyepakati pesepeda dengan disabilitas bisa mulai melintas di tiga ruas jalur ganjil genap mulai Kamis besok. Keringanan bagi pesepeda disabilitas ini diambil berkaca dengan adanya kasus seorang pesepeda difabel bernama Ahmad Budi yang dua kali dilarang melintas oleh petugas.

"Untuk penyandang disabilitas mulai besok diperbolehkan," kata Sambodo.

Polisi sebelumnya beralasan melarang sepeda melintas di tiga jalur ganjil genap karena khawatir menimbulkan kerumunan rombongan sehingga memicu penularan Covid-19.

Komunitas Bike to Work menilai, melarang seluruh pesepeda melintas di ruas jalan yang menerapkan ganjil genap adalah kebijakan diskriminatif. Sebab, banyak warga yang juga menggunakan sepedanya sebagai sarana transportasi untuk berangkat dan pulang kerja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Megapolitan
Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Megapolitan
Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Megapolitan
Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Megapolitan
Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Megapolitan
Polisi: Volume Kendaraan ke Arah Mal Lebih Tinggi Dibandingkan ke Tempat Wisata

Polisi: Volume Kendaraan ke Arah Mal Lebih Tinggi Dibandingkan ke Tempat Wisata

Megapolitan
Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Sudah Diperiksa Polisi

Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Sudah Diperiksa Polisi

Megapolitan
Polisi: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Juga Anak-anak

Polisi: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Juga Anak-anak

Megapolitan
Kapolres Jakut Tegaskan Kasus Pencabulan Anak di Koja Sudah Masuk Penyelidikan

Kapolres Jakut Tegaskan Kasus Pencabulan Anak di Koja Sudah Masuk Penyelidikan

Megapolitan
Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Megapolitan
Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.