Pembelajaran Tatap Muka di Kota Tangerang, PKL Dilarang Jualan di Area Sekolah

Kompas.com - 01/09/2021, 18:33 WIB
Ilustrasi sekolah tatap muka. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi sekolah tatap muka.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang memperingatkan bahwa tidak boleh ada pedagang kaki lima (PKL) di sekitar sekolah selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

Hal itu dilakukan untuk mencegah kerumunan siswa usai jam sekolah.

"Jika kedapatan ada PKL yang buka saat PTM, sekolahnya yang kami tutup. Sekolahnya yang tidak diizinkan PTM lagi," ujar Kabid Pembinaan SMP Dindik Kota Tangerang Eni saat ditemui, Rabu (1/9/2021).

Dia menyatakan, setiap murid SMP negeri nantinya wajib membawa bekal dan alat tulis sendiri dari rumah.

Baca juga: Tunda Vaksinasi Mahasiswa di Kota Tangerang, Dinkes Tunggu Data dari Dinas Pendidikan

Selama di sekolah, antarsiswa tidak diizinkan meminta bekal atau meminjam alat tulis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk bekal itu, nanti disediakan break time. Mereka tidak diizinkan untuk makan di luar dan hanya boleh makan di dalam kelas," ucapnya.

Eni menyatakan, SMP Negeri di wilayah itu tidak diizinkan membuka kantin.

Adapun, sebanyak 33 SMP negeri telah siap untuk menjalani skema pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Sebagaimana diketahui, skema PTM terbatas telah diizinkan untuk dilaksanakan di Kota Tangerang.

Di setiap SMP, kata Eni, diwajibkan untuk memiki Satgas Covid-19 yang bertanggungjawab atas infrastruktur masing-masing sekolah.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Bekasi Dimulai, Ini Aturan Lengkapnya

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Transjakarta Disebut Tak Perhatikan Keselamatan Pengguna Jalan Lain, “Mau Main Nabrak Aja”

Sopir Transjakarta Disebut Tak Perhatikan Keselamatan Pengguna Jalan Lain, “Mau Main Nabrak Aja”

Megapolitan
Ketua MPC PP Depok Sebut Junimart Girsang Tak Tahu Sejarah Pemuda Pancasila

Ketua MPC PP Depok Sebut Junimart Girsang Tak Tahu Sejarah Pemuda Pancasila

Megapolitan
Ayu Thalia Diperiksa Hari Ini atas Laporan Nicholas Sean soal Pencemaran Nama Baik

Ayu Thalia Diperiksa Hari Ini atas Laporan Nicholas Sean soal Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Warteg di Ancol Tetap Buka dan Ramai Pembeli Meski Terendam Banjir Rob

Warteg di Ancol Tetap Buka dan Ramai Pembeli Meski Terendam Banjir Rob

Megapolitan
Kendaraan yang Dijaganya Diderek, Juru Parkir di Matraman Adu Mulut dengan Dishub

Kendaraan yang Dijaganya Diderek, Juru Parkir di Matraman Adu Mulut dengan Dishub

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta Paling Banyak Disebabkan Bus Menabrak

Kecelakaan Transjakarta Paling Banyak Disebabkan Bus Menabrak

Megapolitan
Ditinggal Sopir ke Toilet, Bus Transjakarta Tabrak Tembok di Halte Puri Beta 2

Ditinggal Sopir ke Toilet, Bus Transjakarta Tabrak Tembok di Halte Puri Beta 2

Megapolitan
Hari Pertama Mogok Kerja di Kota Tangerang, Buruh 'Sweeping' Sejumlah Perusahaan

Hari Pertama Mogok Kerja di Kota Tangerang, Buruh "Sweeping" Sejumlah Perusahaan

Megapolitan
Dirut Sebut Ada 502 Kecelakaan Bus Transjakarta pada Januari-Oktober 2021

Dirut Sebut Ada 502 Kecelakaan Bus Transjakarta pada Januari-Oktober 2021

Megapolitan
Masih Butuh Bukti dan Saksi, Polisi Belum Bisa Pastikan Penyebab Kebakaran Gedung Cyber

Masih Butuh Bukti dan Saksi, Polisi Belum Bisa Pastikan Penyebab Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
Demo di Gedung DPRD, Ormas PP Depok Tuntut Junimart Girsang Dipecat dari DPR

Demo di Gedung DPRD, Ormas PP Depok Tuntut Junimart Girsang Dipecat dari DPR

Megapolitan
7 Mobil Kena Derek karena Parkir Liar di Matraman, Tiap Kendaraan Didenda Rp 500.000

7 Mobil Kena Derek karena Parkir Liar di Matraman, Tiap Kendaraan Didenda Rp 500.000

Megapolitan
Terkait Tambal Sulam Sumur Resapan, DPRD DKI: Perencanaan Program Andalan Anies Tidak Matang

Terkait Tambal Sulam Sumur Resapan, DPRD DKI: Perencanaan Program Andalan Anies Tidak Matang

Megapolitan
Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf, Ormas PP Demo 'Lorengkan Depok' di Gedung DPRD

Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf, Ormas PP Demo "Lorengkan Depok" di Gedung DPRD

Megapolitan
Jalan Panjang Dirikan GKI Yasmin, Proses Hukum Sampai MA hingga 130 Pertemuan

Jalan Panjang Dirikan GKI Yasmin, Proses Hukum Sampai MA hingga 130 Pertemuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.