Saat Pesepeda Disabilitas Dicegat Polisi di Jalan Sudirman-Thamrin...

Kompas.com - 02/09/2021, 09:03 WIB
Seorang pesepeda disabilitas, Ahmad Budi, sempat dua kali dilarang oleh polisi melewati jalan Jenderal Sudirman-Thamrin. Instagram bike 2 workSeorang pesepeda disabilitas, Ahmad Budi, sempat dua kali dilarang oleh polisi melewati jalan Jenderal Sudirman-Thamrin.
Penulis Ihsanuddin
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pesepeda disabilitas, Ahmad Budi, dua kali dilarang oleh polisi melewati jalan Jenderal Sudirman-Thamrin. Padahal, Budi bersepeda sebagai alat transportasi untuk pergi dan pulang kantor.

Budi menceritakan, kejadian pertama ia disetop polisi terjadi pada pekan lalu. Seusai maghrib, Budi yang telah selesai bekerja meninggalkan kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat.

Ia hendak menuju Stasiun Sudirman untuk naik KRL dan pulang ke rumahnya di Bekasi.

"Tapi sesampainya di Bundaran Patung Kuda saya disetop oleh polisi, tidak boleh lewat jalan MH Thamrin," kata Budi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Cerita Pesepeda Disabilitas, 2 Kali Dilarang lewat Jalan Sudirman-Thamrin Saat Pulang Pergi Kantor

Saat itu, Budi belum mengetahui bahwa sepeda dilarang melintas di tiga ruas jalan yang menerapkan sistem ganjil genap, yakni Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin dan Rasuna Said.

Polisi yang mencegatnya hanya menegaskan bahwa pesepeda tidak boleh melintas tanpa memberi penjelasan lebih jauh. Tak mau berdebat panjang, akhirnya Budi pun memilih untuk mengubah rute perjalanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin polisinya juga tidak melihat kondisi saya. Akhirnya saya belok kiri, naik KRL lewat Stasiun Gondangdia," kata Budi.

Kejadian kedua dialami Budi pada Selasa (31/8/2021) pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia baru saja turun di Stasiun Sudirman hendak menuju kantornya.

Baca juga: Pesepeda Disabilitas Dicegat Polisi di Jalan Sudirman-Thamrin, B2W: Tidak Etis

Namun, saat akan memasuki Jalan Jenderal Sudirman, ia kembali disetop oleh petugas kepolisian.

Kali ini, ia memilih melipat sepeda dan hendak mendorongnya sambil berjalan di trotoar. Namun, akhirnya petugas kepolisian itu membolehkan Budi untuk tetap menggowes sepeda.

"Mungkin karena dikira dekat jadi saya diloloskan. Dan sepanjang jalan kemarin untungnya tidak ada lagi polisi yang menyetop," kata Budi.

Harap aturan direvisi

Budi mengatakan, ia memang sudah rutin ke kantor dengan sepeda sejak awal pandemi Covid-19. Ia berharap kepolisian bisa merevisi aturan yang melarang sepeda melintas di jalur ganjil genap Sudirman-Thamrin.

"Saya ini kan bersepeda tujuannya bukan untuk berkerumun, tapi memang sebagai alat transportasi menuju ke kantor," kata Budi.

Budi mempertanyakan mengapa sepeda motor dan mobil boleh melintas di jalur itu, sementara sepeda dilarang.

"Padahal kan tujuannya sama saja, sama sama untuk bekerja, beraktivitas," ucap dia.

Baca juga: Mulai Besok, Polisi Izinkan Pesepeda Disabilitas Lintasi Jalur Ganjil Genap

Budi menambahkan, dirinya memang bisa saja menggunakan jalan alternatif tanpa melewati jalan Sudirman-Thamrin untuk pergi ke kantor dan pulang ke rumah. Salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan KRL dari Stasiun Gondangdia.

Namun, ia merasa kurang aman dan nyaman jika melewati rute lain yang belum memiliki jalur sepeda terproteksi.

"Saya masih tetap berniat lewat jalan Sudirman-Thamrin karena jalannya ada jalur sepeda dan aman," ucap dia.

B2W turun tangan

Komunitas Bike to Work (B2W) turun tangan begitu mengetahui kejadian yang dialami Budi.

Ketua komunitas B2W Fahmi Saimina mengatakan, pihaknya langsung mengirimkan surat untuk audiensi ke Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Audiensi itu pun sudah terlaksana pada siang kemarin.

"Dalam audiensi itu kami memprotes apa yang dialami Mas Budi dan pesepeda komuter lainnya," kata Fahmi.

Fahmi menilai tindakan anggota kepolisian yang mencegat Ahmad Budi itu tidak etis.

"Apa yang dialami Mas Budi ini saya pikir adalah sebuah tindakan yang tidak etis lah dari jajaran kepolisian. Melarang tanpa melihat kebutuhan difabel," kata Fahmi.

Diskresi untuk disabilitas

Direktur Lantas Polda Metro Jaya Kombes pol Sambodo Purnomo Yogo yang hadir dalam audiensi itu disebut telah meminta maaf atas kejadian yang dialami Budi. Ia juga langsung mengeluarkan diskresi yang membolehkan pesepeda difabel untuk melintas di tiga ruas jalan dengan ganjil genap.

"Untuk penyandang disabilitas mulai besok diperbolehkan," kata Sambodo kepada Kompas.com, Rabu kemarin.

Sementara untuk pesepeda non-disabilitas, masih dilarang untuk melintas. Pihak kepolisian khawatir akan timbul kerumunan pesepeda sehingga memicu penularan Covid-19.

Meski demikian, polisi mulai mempertimbangkan untuk mengizinkan pesepeda yang hendak berangkat dan pulang kerja melintas di jalur ganjil genap. Keputusan terkait hal ini akan diambil pada pekan depan.

"Tanggal 6 nanti akan kita putuskan," kata Sambodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Megapolitan
Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.