Kompas.com - 03/09/2021, 20:13 WIB
Petugas Satuan Pelaksana Tugas SDA Kemayoran melakukan pengurasan saluran air di RW 8 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/6/2021) KOMPAS.com/MITA AMALIA HAPSARIPetugas Satuan Pelaksana Tugas SDA Kemayoran melakukan pengurasan saluran air di RW 8 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/6/2021)
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang musim penghujan, pasukan biru dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mulai dikerahkan untuk menguras dan memperbaiki saluran air di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan untuk mencegah munculnya banjir dan genangan.

Kasatpel Sudin SDA Kecamatan Tanah Abang, Eli Menawan Sari mengatakan, pengurasan saluran dilakukan di dua lokasi yakni Jalan Petamburan 2, RW 3, Kelurahan Petamburan dan Jalan Penjernihan 1 Kelurahan Bendungan Hilir.

Baca juga: Wali Kota Jaksel Minta Sejumlah Kali Jadi Prioritas Pencegahan Banjir

"Volume saluran di dua lokasi yang dikuras sepanjang 1,1 kilometer. Pengurasan endapan lumpur di dua saluran menindaklanjuti laporan lurah dalam rangka mengantisipasi terjadinya genangan," kata Eli Menawan Sari, Jumat (3/9/2021).

Selain pengurasan, pasukan biru Satpel SDA Kecamatan Tanah Abang juga dikerahkan untuk memperbaiki saluran di empat lokasi.

"Empat saluran yang diperbaiki di Jalan Awaludin 2, RW 17, Kelurahan Kebon Melati dan tiga saluran di Kelurahan Bendungan Hilir yakni Jalan Diatas hingga D Ranau, RW 03, Jalan D Sukawi dan Danau Situaksan, RW 4," ujar dia.

Ia menambahkan, total panjang saluran di empat lokasi yang diperbaiki 355 meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Korban Kecelakaan Transjakarta Masih Dirawat Inap di RS Polri, Ada yang Luka di Kepala hingga Patah Tulang

5 Korban Kecelakaan Transjakarta Masih Dirawat Inap di RS Polri, Ada yang Luka di Kepala hingga Patah Tulang

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual di Kota Bekasi Mayoritas Berusia Remaja

Korban Pelecehan Seksual di Kota Bekasi Mayoritas Berusia Remaja

Megapolitan
Pasca-kecelakaan Maut di Cawang, PT Transjakarta Akan Perketat Evaluasi Operator

Pasca-kecelakaan Maut di Cawang, PT Transjakarta Akan Perketat Evaluasi Operator

Megapolitan
Rumah Dinas Penjaga SDN 12 Cawang Hangus Terbakar Saat Ditinggal Nyapu Penghuninya

Rumah Dinas Penjaga SDN 12 Cawang Hangus Terbakar Saat Ditinggal Nyapu Penghuninya

Megapolitan
Berlaku Mulai Hari Ini di Jakarta, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Ditilang Rp 500.000, Motor Rp 250.000

Berlaku Mulai Hari Ini di Jakarta, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Ditilang Rp 500.000, Motor Rp 250.000

Megapolitan
KPAD Kota Bekasi Terima 26 Laporan Pelecehan Seksual Sepanjang 2021

KPAD Kota Bekasi Terima 26 Laporan Pelecehan Seksual Sepanjang 2021

Megapolitan
Persatuan RS Tak Terima Disebut Ambil Untung Besar dari Tes PCR

Persatuan RS Tak Terima Disebut Ambil Untung Besar dari Tes PCR

Megapolitan
Serikat Buruh Geruduk Balai Kota DKI Jakarta, Minta Kepastian Kenaikan UMP

Serikat Buruh Geruduk Balai Kota DKI Jakarta, Minta Kepastian Kenaikan UMP

Megapolitan
Sidang Lanjutan Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, 7 Saksi Beri Kesaksian secara Virtual

Sidang Lanjutan Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, 7 Saksi Beri Kesaksian secara Virtual

Megapolitan
Rachel Vennya Datang Pemeriksaan Lebih Cepat dari Jadwal, Polisi Duga untuk Hindari Media

Rachel Vennya Datang Pemeriksaan Lebih Cepat dari Jadwal, Polisi Duga untuk Hindari Media

Megapolitan
WNA Nigeria Jadi Otak Kasus Penipuan Bermodus Black Dollar, Ini Fakta-fakta Kasusnya

WNA Nigeria Jadi Otak Kasus Penipuan Bermodus Black Dollar, Ini Fakta-fakta Kasusnya

Megapolitan
Ramai soal Nopol RFS Mobil Rachel Vennya, Siapa yang Boleh Menggunakannya?

Ramai soal Nopol RFS Mobil Rachel Vennya, Siapa yang Boleh Menggunakannya?

Megapolitan
Diperiksa Terkait Mobil Bernopol RFS, Rachel Vennya Datang ke Polda Lebih Awal

Diperiksa Terkait Mobil Bernopol RFS, Rachel Vennya Datang ke Polda Lebih Awal

Megapolitan
Polisi Buru Sekawanan Begal yang Bacok Korbannya hingga Tewas di Cakung

Polisi Buru Sekawanan Begal yang Bacok Korbannya hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.