Pemkot Bekasi Klaim 98 Persen Wilayahnya Masuk Zona Hijau Covid-19

Kompas.com - 07/09/2021, 19:08 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ditemui selepas menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Barkah, Kamis (13/5/2021) pagi. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Bekasi Rahmat Effendi ditemui selepas menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Barkah, Kamis (13/5/2021) pagi.
Penulis Djati Waluyo
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengeklaim bahwa 98 wilayahnya sudah masuk ke zona hijau penularan Covid-19.

Kemudian, dari 7.135 RT di Kota Bekasi, sebanyak 88 di antaranya berstatus zona kuning.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengeklaim, tak ada lagi zona merah maupun oranye Covid-19 di wilayahnya.

"RT yang zona kuning tinggal 88. Sisanya zona hijau, artinya 7.135 kurang 88, jadi 7.047 zona hijaunya," ujar Rahmat kepada wartawan, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Toko Bangunan di Bekasi Ludes Dilalap Api, Seorang Pegawai Terluka

Rahmat berujar, kasus Covid-19 di Kota Bekasi terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan beberapa bulan yang lalu ketika angka Covid-19 tinggi.

"Angka kesembuhan kami 98,7 persen. Kasus aktifnya tinggal 0,23 persen dengan 179 kasus," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus aktif yang terus menurun, ujar Rahmat, merupakan hasil kerja keras bersama seluruh elemen dalam pencegahan penanganan Covid 19 di Kota Bekasi.

Baca juga: 7 Kali Rampas Motor Debitur, Debt Collector Ini Hanya Kembalikan 3 Unit ke Leasing, 2 Dijual

Untuk itu, ia berpesan, jangan sampai penurunan kasus membuat protokol kesehatan diabaikan.

"Kami berpesan jangan terlalu jemawa karena kasus aktif sudah turun akan tetapi kita bersyukur dan harus dipertahankan," ungkapnya.

"Kami ucapkan terima kasih kepada semua yang langsung terjun ke wilayah dalam pengendalian Covid-19 ini, termasuk pada pelaksanaan vaksin yang tersebar, tetap untuk melakukan monitoring bagi kepala perangkat daerah yang menjadi acuan tabulasi data Dinas Kesehatan yang segera dilaporkan baik koordinasi pemerintah provinsi maupun pusat," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Megapolitan
Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Megapolitan
Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Megapolitan
Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Megapolitan
Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Megapolitan
Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Megapolitan
Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Megapolitan
Pemkot Bekasi Kucurkan Dana Rp 2,1 Miliar untuk Atlet Peraih Medali PON XX Papua

Pemkot Bekasi Kucurkan Dana Rp 2,1 Miliar untuk Atlet Peraih Medali PON XX Papua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.