Tiga Pabrik Narkoba yang Digerebek Polisi Hasilkan 10 Kilogram Tembakau Sintetis Per Bulan

Kompas.com - 10/09/2021, 16:52 WIB
Konferensi pers pengungkapan tiga pabrik tembakau sintetis ilegal di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat (10/9/2021). KOMPAS.com/ Tria SutrisnaKonferensi pers pengungkapan tiga pabrik tembakau sintetis ilegal di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat (10/9/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Polisi menyebut tiga pabrik narkoba rumahan yang digerebek beberapa waktu lalu memproduksi 10 kilogram tembakau sintetis setiap bulan.

Kasatnarkoba Polres Tangerang Selatan AKP Amantha Wijaya mengatakan, tembakau sintetis tersebut diracik oleh para tersangka menggunakan alat dan bahan baku dari seorang tersangka yang masih buron.

"Untuk bahan baku, yang mereka sebut bibit ini sementara pengakuannya didapat dari orang yang sedang kami cari, yang masih DPO (Daftar Pencarian Orang)," ujar Amantha kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Polres Tangsel Gerebek 3 Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan, 9 Orang Ditangkap

Berbekal alat dan bahan baku tersebut, ketiga pabrik yang berlokasi di Serpong, Kabupaten Bogor dan Makassar itu dapat menghasilkan sekitar 10 kilogram tembakau sintetis.

Barang hasil produksi pabrik rumahan tersebut selanjutnya diedarkan secara daring melalui media sosial ke sejumlah wilayah di Tanah Air.

"Per bulan produksinya itu tidak sampai 10 kilogram. Hampir 10 kilogram lah. Untuk peredarannya mereka melalui media sosial," kata Amantha.

Dalam bertransaksi, kata Amantha, para pelaku mengelabui petugas dengan menyimpan tembakau sintetis ke dalam kemasan kopi saat mengirimkan paketnya kepada pembeli.

"Jadi mereka menyembunyikan di dalam kopi. Jadi paketan kopi. Distribusinya sudah antar provinsi, mulai dari Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Surabaya, Makassar, sampai Papua," ungkap Amantha.

Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan menggerebek sebuah apartemen dan dua rumah kontrakan yang dijadikan pabrik tembakau sintetis rumahan. Ada sembilan orang ditangkap dan ditetapkan tersangka.

Penggerebekan dilakukan setelah polisi melakukan pengembangan kasus penangkapan dua pengedar berinisial GR dan MN di kawasan Jalan Raya Ciater, Serpong, pada 16 Agustus 2021.

"Berawal dari dua orang yang diamankan oleh Satresnarkoba, selanjutnya dikembangkan," ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Dari pengembangan tersebut, kata Iman, pihaknya menemukan tiga lokasi pabrik tembakau sintetis rumahan. Satu di antaranya berada di sebuah apartemen di Serpong, Tangerang Selatan.

Baca juga: Korban Tewas Lapas Tangerang: 42 Napi Kasus Narkoba, 1 Napi Kasus Pembunuhan, dan 1 Napi Kasus Terorisme

Sementara dua pabrik lainnya berada di sebuah rumah kontrakan di Gunung Sindur, Jawa Barat, dan juga Makassar, Sulawesi Selatan.

Tujuh orang, yang kemudian diketahui sebagai pembuat dan pengedar tembakau sintetis, ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

"Total sembilan orang yang diduga melakukan pengedaran penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis," kata Iman.

Dari penggerebekan tersebut, petugas menyita barang bukti alat produksi dan bahan baku pembuatan tembakau sintetis, serta tembakau sintetis siap edar seberat 1,48 kilogram.

Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengejar sejumlah pelaku yang masih buron dan melacak lokasi pabrik tembakau sintetis lain dari jaringan narkoba tersebut.

Sementara itu, sembilan orang yang tertangkap, yakni GR, MN, AS, AN, FL, AG, VC, PR, dan RH sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 112, subsider Pasar 114, 129, dan 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Tewas Terlindas Truk Kontainer di Koja, Saat Kejadian Tengah Membonceng Anaknya

Perempuan Tewas Terlindas Truk Kontainer di Koja, Saat Kejadian Tengah Membonceng Anaknya

Megapolitan
Polisi Identifikasi Pelaku yang Lempar 2 Mobil dengan Batu di Kebayoran Lama

Polisi Identifikasi Pelaku yang Lempar 2 Mobil dengan Batu di Kebayoran Lama

Megapolitan
Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios 'Mama is My Hero' Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios "Mama is My Hero" Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Megapolitan
Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Megapolitan
Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Megapolitan
Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Megapolitan
Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Megapolitan
'Mama is My Hero' Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

"Mama is My Hero" Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

Megapolitan
Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Megapolitan
Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Megapolitan
Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Megapolitan
Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Megapolitan
Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Megapolitan
Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.