Kompas.com - 13/09/2021, 19:49 WIB
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Korban tewas akibat kebakaran hebat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Kota Tangerang, bertambah satu orang.

Dengan demikian, total 47 napi tewas dalam peristiwa tersebut.

Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang Hilwani berujar, napi berinisial M (44) meninggal pada Senin (13/9/2021) sekitar pukul 18.06 WIB.

"(Kadar luka bakar M) sekitar 25 persen, jam 18.06 WIB meninggal," ucapnya melalui sambungan telepon, Senin.

Baca juga: 23 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Belum Teridentifikasi

Hilwani menyatakan, M baru saja menjalani operasi debridement untuk kedua kalinya pukul 10.00 WIB-12.00 WIB.

Debridemant adalah operasi pembersihan luka, pengangkatan jaringan yang terbakar. Tujuannya, yakni meringankan peradangan yang dialami korban.

Namun, usai menjalani operasi, kondisi M terus memburuk.

"Yang debridement, yang kedua, sudah selesai tadi pagi," ujar Hilwani.

"Cuma memang kondisi dari bapak M ini yang terus memburuk ya," sambung dia.

Hingga sekitar pukul 18.50 WIB, jenazah M masih berada di ruang insentive care unit (ICU).

"Sekarang jenazah masih di ruangan ICU, sebentar lagi akan dibawa ke ruangan jenazah," tuturnya.

Meski demikian, pihak RSUD Kabipaten Tangerang bakal secepatnya menyerahkan jenazah M ke Lapas Kelas I Tangerang.

Baca juga: Polri Duga Ada Kelalaian dalam Peristiwa Kebakaran di Lapas Tangerang

Usai diserahkan, pihak lapas akan menyerahkan jenazah M ke keluarganya.

"Penyerahan jenazah secepatnya sebenernya. Begitu sudah serah terima sama lapas, lapas akan serah terima sama keluarga, secepatnya tidak menunggu besok," ujar Hilwani.

Dia menambahkan, saat ini masih ada empat napi yang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang.

Mereka, yaitu N (34), Y (33), I (27), dan S (35).

Sebelumnya, napi T (50) meninggal pada Minggu (12/9/2021) pukul 21.25 WIB. Dia juga sempat dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang.

Sebelum T, ada empat korban lain yang meninggal di RSUD Kabupaten Tangerang, yaitu A, H, dan T yang meninggal pada Kamis (9/9/2021), serta H yang meninggal pada Sabtu (11/9/2021) malam.

Sementara 41 napi lain tewas di lokasi kejadian.

Baca juga: Kisah Pilu Orangtua Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang: Baru Malam Sebelumnya Video Call

Hingga Senin siang, dari 41 jenazah, sebanyak 23 jenazah di antaranya belum teridentifikasi. Sementara 18 jenazah lainnya sudah teridentifikasi.

Sespusdokkes Polri Kombes Pol Pramujoko mengatakan, identifikasi korban ke depannya akan lebih berfokus pada pemeriksaan deoxyribonucleic acid alias DNA.

Pihaknya mendapat data DNA keluarga korban secara bertahap untuk dibandingkan dengan jenazah korban.

"Ke depannya, kita berharap dengan pemeriksaan DNA, karena dari korban maupun pembandingnya sudah diambil (DNA). DNA akan lebih berperan dalam mengungkap jati diri korban," ungkap Ramujoko di tempat yang sama.

Pramujoko mengatakan, seluruh pemeriksaan fisik dan medis telah dilakukan pada seluruh jenazah korban.

"Dari pemeriksaan di kami, sudah dilakukan pemeriksaan fisik, dari medical sudah dilakukan, gigi dan sidik jari juga sudah dilakukan lengkap. Tinggal DNA," ujarnya.

"DNA lagi proses juga. Karena DNA pembanding itu datangnya bertahap. (DNA) yang sudah datang, sudah bisa dibandingkan. Kami tinggal menunggu yang datang belakangan," tambah dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR, Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar

Ada Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR, Arus Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar

Megapolitan
DJ yang Ditangkap Polisi Terkait Narkoba adalah DJ Joice, Eks Model Majalah Dewasa

DJ yang Ditangkap Polisi Terkait Narkoba adalah DJ Joice, Eks Model Majalah Dewasa

Megapolitan
Sambil Kibarkan Bendera, Sekitar 300 Peserta Aksi Mahasiswa Bergerak Menuju Gedung DPR

Sambil Kibarkan Bendera, Sekitar 300 Peserta Aksi Mahasiswa Bergerak Menuju Gedung DPR

Megapolitan
Persija Akan Tanda Tangani MoU untuk Penggunaan JIS

Persija Akan Tanda Tangani MoU untuk Penggunaan JIS

Megapolitan
Program PTSL Gratis di Kota Bekasi Diduga Disusupi Praktik Pungli Jutaan Rupiah

Program PTSL Gratis di Kota Bekasi Diduga Disusupi Praktik Pungli Jutaan Rupiah

Megapolitan
Penyimpangan Izin Holywings Berdampak pada Pendapatan Pajak Jakarta

Penyimpangan Izin Holywings Berdampak pada Pendapatan Pajak Jakarta

Megapolitan
Bukan Tokoh Betawi, Ini Sosok Tino Sidin yang Jadi Nama Jalan di Cikini

Bukan Tokoh Betawi, Ini Sosok Tino Sidin yang Jadi Nama Jalan di Cikini

Megapolitan
Ada Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR, Massa Aksi Telah Tiba di Kawasan Senayan

Ada Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR, Massa Aksi Telah Tiba di Kawasan Senayan

Megapolitan
Sertifikasi Tanah Gratis di Kota Bekasi Diduga Disusupi Pungli, Ketua RT: Yang Ngadu Siapa?

Sertifikasi Tanah Gratis di Kota Bekasi Diduga Disusupi Pungli, Ketua RT: Yang Ngadu Siapa?

Megapolitan
Bar The Garrison Kemang Ikut Disegel Usai Anies Cabut Izin Holywings

Bar The Garrison Kemang Ikut Disegel Usai Anies Cabut Izin Holywings

Megapolitan
Pengendara Sepeda Motor Kecelakaan Saat Hendak Salip Truk Kontainer di Bekasi, Satu Orang Tewas

Pengendara Sepeda Motor Kecelakaan Saat Hendak Salip Truk Kontainer di Bekasi, Satu Orang Tewas

Megapolitan
Sapi Terjangkit PMK di Tangerang Akan Dipotong Paksa jika Kondisinya seperti Ini...

Sapi Terjangkit PMK di Tangerang Akan Dipotong Paksa jika Kondisinya seperti Ini...

Megapolitan
Cerita Kebingungan Karyawan Usai Holywings Ditutup: Kami Morat-marit

Cerita Kebingungan Karyawan Usai Holywings Ditutup: Kami Morat-marit

Megapolitan
Mayat Pria Dalam Karung Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Polisi Duga Korban Dibuang

Mayat Pria Dalam Karung Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Polisi Duga Korban Dibuang

Megapolitan
Izin Usaha 12 'Outlet' Holywings Dicabut, Apakah Bisa Beroperasi Lagi?

Izin Usaha 12 "Outlet" Holywings Dicabut, Apakah Bisa Beroperasi Lagi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.