Kompas.com - 14/09/2021, 09:19 WIB
Helikopter milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Perhubungan Kemenhub tipe Bell 429 PK-CAW mengalami kecelakaan di Bandara, Tangerang, Banten, Senin (13/9/2021), sekitar pukul 10.25 WIB. ISTIMEWAHelikopter milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Perhubungan Kemenhub tipe Bell 429 PK-CAW mengalami kecelakaan di Bandara, Tangerang, Banten, Senin (13/9/2021), sekitar pukul 10.25 WIB.

TANGERANG, KOMPAS.com - Satu unit helikopter jatuh di Bandara Budiarto, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (13/9/2021) pagi sekitar pukul 10.25 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Kru helikopter yang terdiri dari pilot, kopilot, dan teknisi selamat.

Kini, kecelakaan tersebut sedang diinvestigasi Otoritas Bandara dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebabnya.

Helikopter latihan

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati menjelaskan, helikopter yang jatuh tersebut merupakan tipe Bell 429 PK-CAW milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan.

Saat kejadian, helikopter tersebut sedang digunakan untuk latihan rutin di Bandara Budiarto, dan mengalami kendala teknis hingga jatuh di ujung landasan.

Baca juga: Penyebab Kecelekaan Masih Diselidiki, Bangkai Helikopter di Bandara Budiarto Belum Dievakuasi

"Terguling di ujung landasan Bandara Budiarto, Curug, Tangerang, pada hari ini sekitar pukul 10.25 WIB. Heli saat itu sedang melakukan kegiatan latihan rutin," ujar Adita kepada Kompas.com, Senin.

Adita tak dapat menjelaskan secara rinci penyebab kecelakaan tersebut. Dia hanya memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Otoritas Bandara dan KNKT langsung terjun ke lokasi kejadian guna menyelidiki penyebab kecelakaan helikopter itu.

“Inspektur Penerbangan Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno-Hatta dan investigator KNKT sedang berada di lokasi kejadian untuk investigasi awal,” kata Andita.

Kru luka ringan

Adita mengungkapkan, helikopter tersebut diawaki pilot, kopilot, dan teknisi. Mereka semua dipastikan selamat dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Kru penerbangan yang terdiri dari pilot, kopilot, dan teknisi dalam kondisi selamat dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan kesehatan," ungkap Adita.

Secara terpisah Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, terdapat dua orang kru yang mengalami luka ringan dalam insiden itu.

Namun, Iman tidak menjelaskan secara terperinci siapa dua korban tersebut. Dia hanya memastikan bahwa para korban kini sudah dalam perawatan di klinik yang berada di kawasan Bandara Budiarto.

"Tidak ada korban jiwa, cuma luka ringan diobati di klinik. Dua (orang)," ujar Iman, kemarin.

Sempat terbang tetapi ada gangguan mesin

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, helikopter tersebut sempat terbang sekitar 100 meter, lalu mengalami gangguan mesin.

Baca juga: Kronologi Jatuhnya Helikopter di Curug Tangerang, Angin Kencang Melanda Sesaat Setelah Terbang

"Pada saat cek kalibrasi mesin flight kemudian baru terbang 100 meter ada trouble mesin sedikit,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya.

Bersamaan dengan gangguan mesin itu, kata Yusri, helikopter diduga terhempas angin yang berhembus kencang di lokasi, sebelum akhirnya terjatuh di ujung landasan.

"Ini keterangan awalnya saja bahwa baru terbang 100 meter ada gangguan mesin sedikit pada saat turun itu angin sangat kencang sehingga terhempas. Itu aja sementara,” tambah Yusri.

Menurut Yusri, KNKT lebih mengetahui soal penyebab kecelakaan itu. Dia menyebutkan, pihak kepolisian hanya melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Bangkai helikopter dibawa tim investigasi

Bangkai helikopter Bell 429 PK-CAW itu akhirnya dievakuasi pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB. Badan helikopter yang sebelumnya tergeletak di tengah landasan bandara diangkat menggunakan alat berat ke atas mobil derek.

Bagian ekor yang patah terlihat masih berada di lokasi dan baru diangkut dari titik jatuh setelah badan helikopter dipindahkan.

Setelah kecelakaan itu, area landasan Bandara Budiarto kosong. Tak terlihat ada aktivitas apa pun, khususnya di titik jatuhnya helikopter tersebut.

Kasubag Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Levina Widya Gustarika mengatakan, bangkai helikopter dibawa pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Selanjutnya akan dibawa tim investigasi KNKT," ujar Levina, Senin sore.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.