Kompas.com - 16/09/2021, 21:08 WIB
Banjir di kawasan Plaza Bisnis Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021) pagi. Banjir terpantau hingga 2,5 meter di titik terdalam. Banjir di Plaza Bisnis Kemang bertambah parah karena tembok bagian belakang jebol. Dok. WargaBanjir di kawasan Plaza Bisnis Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021) pagi. Banjir terpantau hingga 2,5 meter di titik terdalam. Banjir di Plaza Bisnis Kemang bertambah parah karena tembok bagian belakang jebol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan memprioritaskan penanganan di wilayah yang rawan banjir.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Mustajab menuturkan wilayah prioritas penanganan banjir yaitu di kawasan Trunojoyo, di Lapangan Bhayangkara, Bank UOB Jalan Fatmawati, kawasan Kemang, dan di PHB Kalibata Komplek Polri.

"Penanganan di Kemang sudah dua bulan yang lalu dilakukan pemasangan bronjong. Karena pernah limpas di Taman Kemang dan di Plaza Bisnis," kata Mustajab dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (16/9/2021) malam.

Baca juga: Jakarta Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem Hari Ini, Waspada Banjir dan Tanah Longsor

Penanganan banjir dilakukan dengan menyediakan pompa di beberapa titik. Ia menyebutkan, ada dua unit pompa dengan kapasitas penyedotan 500 liter per detik dan didukung pompa mobile.

"Nanti kita survei prioritas wilayah untuk kolaborasi dengan tingkat kota antara SDA, PPSU, Pertamanan untuk penanganan bersama-sama," tambah Mustajab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk penanganan rawan banjir, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan menyiapkan 600 satgas tersebar di 10 kecamatan.

Tiap kecamatan personelnya bervariasi antara 40-50 orang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di Ibu Kota pada 13-20 September 2021.

Baca juga: Ini Wilayah Langganan Banjir di Jakarta Pusat yang Dapat Penanganan Ekstra

Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat yang dapat disertai petir atau angin kencang.

Dilansir dari akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta, @dkijakarta, peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jakarta didasarkan dari prakiraan cuaca berbasis dampak yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Jakarta berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan/atau tanah longsor dari cuaca ekstrem dengan level SIAGA," tulis Pemprov DKI, Selasa (14/9/2021).

"Status SIAGA pada 15 September 2021," demikian informasi yang disampaikan dalam gambar yang diunggah Pemprov DKI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Megapolitan
Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Megapolitan
Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Megapolitan
Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Megapolitan
Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Megapolitan
Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Megapolitan
Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Megapolitan
Warga Perumahan di Tangerang Protes Pemetaan Google Street View: Petugas Pakai Surat Endorse

Warga Perumahan di Tangerang Protes Pemetaan Google Street View: Petugas Pakai Surat Endorse

Megapolitan
Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Megapolitan
Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Megapolitan
UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.