Kompas.com - 19/09/2021, 15:03 WIB
Warga melintas di dekat instalasi karya seni kreasi pelaku ekonomi kreatif yang menjadi sasaran vandalisme di kawasan Stasiun BNI City, Jakarta, Minggu (19/9/2021). Aksi vandalisme yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut dapat merusak keindahan kota, sementara Pemprov DKI kesulitan mengawasi aksi vandalisme fasilitas umum karena terbatasnya tenaga pengawas. ANTARA FOTO/RENO ESNIRWarga melintas di dekat instalasi karya seni kreasi pelaku ekonomi kreatif yang menjadi sasaran vandalisme di kawasan Stasiun BNI City, Jakarta, Minggu (19/9/2021). Aksi vandalisme yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut dapat merusak keindahan kota, sementara Pemprov DKI kesulitan mengawasi aksi vandalisme fasilitas umum karena terbatasnya tenaga pengawas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku prihatin dengan adanya aksi vandalisme berupa pencoretan tugu sepatu di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Menurut dia, pencoretan itu tidak pada tempatnya.

"Tentu kami prihatin. Kreativitas itu baik dan penting, kami berikan kesempatan seluas luas-luasnya bagi generasi muda khususnya untuk meningkatkan kreativitas. Namun demikian harus tahu tempatnya," kata Riza di kantor DPW PPP DKI Jakarta, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Pemprov DKI Akan Usut Pelaku Vandalisme Tugu Sepatu di Jalan Jenderal Sudirman

Riza menyebutkan, tugu sepatu itu bagian dari ikon Jakarta. Dengan demikian, dia berharap tidak menjadi korban vandalisme.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun akan mengusut tuntas pelaku pencoretan tersebut.

"Ya, tentu nanti aparat akan mengusut tuntas siapa yang melakukannya," kata Riza.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Riza menegaskan, Pemprov DKI tidak melarang kegiatan mural atau grafiti. Namun, kegiatan itu seharusnya dilakukan di tempat yang tepat.

Kompas TV melaporkan, tugu sepatu di Jalan Jenderal Sudirman itu sudah terlihat sejak Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Sepatu Compass Raksasa Bertebaran di Jakarta, Ada Apa?

Pemprov DKI Jakarta beralasan pembuatan tugu sepatu untuk mempercantik Ibu Kota. Tugu sepatu dibangun di beberapa tempat di Jakarta.

Namun baru dibuka, tugu sepatu di Jalan Jendral Sudirman itu menjadi sasaran tangan-tangan nakal.

Tugu tersebut dicoret-coret oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Warga Sekolah di Tangsel Reaktif, Dinkes: Negatif Covid-19 Setelah Dites PCR

14 Warga Sekolah di Tangsel Reaktif, Dinkes: Negatif Covid-19 Setelah Dites PCR

Megapolitan
2 Maling Motor Ditangkap dan Digebuk Warga di Duren Sawit

2 Maling Motor Ditangkap dan Digebuk Warga di Duren Sawit

Megapolitan
Fakta Pria Masturbasi di Jok Motor Perempuan, Kerap Buntuti Wanita lalu Halusinasi Sedang Kencan

Fakta Pria Masturbasi di Jok Motor Perempuan, Kerap Buntuti Wanita lalu Halusinasi Sedang Kencan

Megapolitan
Polisi Periksa Satpam RS di Salemba Terkait Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga

Polisi Periksa Satpam RS di Salemba Terkait Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga

Megapolitan
Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Bisa Ditilang hingga Dikenakan Tarif Parkir Tertinggi

Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Bisa Ditilang hingga Dikenakan Tarif Parkir Tertinggi

Megapolitan
26 Kasus Pelecehan Seksual di Kota Bekasi dan Perlunya Sikap Menolak Damai dengan Pelaku

26 Kasus Pelecehan Seksual di Kota Bekasi dan Perlunya Sikap Menolak Damai dengan Pelaku

Megapolitan
PDAM Klaim Sudah Bertahap Salurkan Ganti Rugi untuk Korban Jatuhnya Crane di Depok

PDAM Klaim Sudah Bertahap Salurkan Ganti Rugi untuk Korban Jatuhnya Crane di Depok

Megapolitan
Agar Tak Kena Tilang di Jakarta, Simak Kriteria Kendaraan Lulus Uji Emisi Ini

Agar Tak Kena Tilang di Jakarta, Simak Kriteria Kendaraan Lulus Uji Emisi Ini

Megapolitan
Cerita Damkar Satu Jam Evakuasi Sopir Transjakarta yang Terjepit Kemudi

Cerita Damkar Satu Jam Evakuasi Sopir Transjakarta yang Terjepit Kemudi

Megapolitan
Polisi Pastikan Belum Tetapkan Sopir Transjakarta sebagai Tersangka Kecelakaan di Cawang

Polisi Pastikan Belum Tetapkan Sopir Transjakarta sebagai Tersangka Kecelakaan di Cawang

Megapolitan
Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan di Sejumlah Gedung Kantor yang Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan di Sejumlah Gedung Kantor yang Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Tetap Lanjutkan Pembangunan Proyek Duplikasi Crossing Tol Becakayu meski Ditolak Warga

Pemkot Bekasi Tetap Lanjutkan Pembangunan Proyek Duplikasi Crossing Tol Becakayu meski Ditolak Warga

Megapolitan
Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet

Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet

Megapolitan
Mayat Janin Terbungkus Plastik Merah Ditemukan di Rumah Warga di Pulau Kelapa

Mayat Janin Terbungkus Plastik Merah Ditemukan di Rumah Warga di Pulau Kelapa

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Selamatkan Diri lewat Jendela Kaca yang Pecah, Lihat Darah di Mana-mana

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Selamatkan Diri lewat Jendela Kaca yang Pecah, Lihat Darah di Mana-mana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.