Kompas.com - 23/09/2021, 11:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) menemukan ada 25 klaster Covid-19 di Jakarta yang berasal dari kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Dari 25 klaster tersebut, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan klaster PTM terbanyak, yakni 8 klaster. Di Jakarta Timur ada 6 klaster, Jakarta Utara 5 Klaster, Jakarta Selatan 5 klaster dan 1 klaster di Jakarta Pusat.

Sementara itu, total pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang tercatat positif Covid-19 mencapai 227 orang. Sedangkan siswa atau peserta didik yang terpapar Covid-19 dan berstatus positif berjumlah 241 orang.

Baca juga: Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pihaknya masih harus melakukan investigasi terhadap temuan tersebut.

Pasalnya, ada kemungkinan penularan Covid-19 bukan terjadi saat PTM berlangsung.

“Mungkin dari keluarga dulu, atau saat interaksi di jalan, karena tidak semuanya mempunyai kendaraan pribadi,” ujar Widyastuti, Rabu (22/9/2021).

Namun, dia tidak menutup kemungkinan penularan Covid-19 bisa terjadi saat PTM berlangsung.

Baca juga: Saat Biarawan hingga Pengurus Gereja Lecehkan Anak-anak di Depok, Tindakan Dilakukan Bertahun-tahun

Untuk memastikan penyebab penularan tersebut, maka Dinas Kesehatan DKI bersama dengan Dinas Pendidikan perlu melakukan pemeriksaan yang lebih intens.

"Selama PTM berlangsung kasus positif pasti ada, tapi apakah itu murni berasal dari sekolah? Tentu perlu investigasi lebih intens sehingga bisa kita nyatakan bahwa itu memang klaster (PTM),” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yakin protokol kesehatan yang dilaksanakan dalam proses belajar tatap muka sudah sesuai aturan.

Itulah sebabnya, lanjut Riza, kemungkinan penularan Covid-19 sulit terjadi di sekolah.

“Kemungkinan itu (penularan terjadi) dalam perjalanan (ke sekolah) atau di rumah, bukan di sekolah," tutur dia.

(Penulis : Singgih Wiryono/ Editor : Irfan Maullana, Jessi Carina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berupaya Minimalisasi Pelanggaran dalam Pelayanan, Transjakarta Gembleng Karyawannya lewat Diklat Kepemimpinan

Berupaya Minimalisasi Pelanggaran dalam Pelayanan, Transjakarta Gembleng Karyawannya lewat Diklat Kepemimpinan

Megapolitan
Kronologi Penemuan Mayat di Dalam Rumah Wilayah Serpong, Aroma Tak Sedap Menguar Saat Tetangga Bertamu

Kronologi Penemuan Mayat di Dalam Rumah Wilayah Serpong, Aroma Tak Sedap Menguar Saat Tetangga Bertamu

Megapolitan
Mayat Laki-laki Ditemukan Dalam Rumah di Serpong, Diduga Meninggal karena Sakit

Mayat Laki-laki Ditemukan Dalam Rumah di Serpong, Diduga Meninggal karena Sakit

Megapolitan
Kemenangan demi Kemenangan Yusuf Mansur di Meja Hijau...

Kemenangan demi Kemenangan Yusuf Mansur di Meja Hijau...

Megapolitan
Reuni 212 Digelar di Masjid At-Tin, Lalin Padat Merayap Tapi Belum Ada Pengalihan Arus

Reuni 212 Digelar di Masjid At-Tin, Lalin Padat Merayap Tapi Belum Ada Pengalihan Arus

Megapolitan
Pelajaran dari Bang Bangor yang Marah-marah Usai Gagal Jadi Ketua LPM Bedahan, Pengamat: Cari Pemimpin Anti Amplop

Pelajaran dari Bang Bangor yang Marah-marah Usai Gagal Jadi Ketua LPM Bedahan, Pengamat: Cari Pemimpin Anti Amplop

Megapolitan
825 Karyawan Transjakarta Ditempa Ala Militer demi Tingkatkan Pelayanan

825 Karyawan Transjakarta Ditempa Ala Militer demi Tingkatkan Pelayanan

Megapolitan
Massa Reuni 212 Gelar Shalat Subuh Berjamaah di Masjid At-Tin

Massa Reuni 212 Gelar Shalat Subuh Berjamaah di Masjid At-Tin

Megapolitan
Tewasnya Sekeluarga di Kalideres Diduga Akibat Bunuh Diri dan Terencana, Haruskah Polisi Tutup Kasusnya?

Tewasnya Sekeluarga di Kalideres Diduga Akibat Bunuh Diri dan Terencana, Haruskah Polisi Tutup Kasusnya?

Megapolitan
Munajat Akbar Reuni 212 di Masjid At-Tin Dijaga 640 Personel Gabungan

Munajat Akbar Reuni 212 di Masjid At-Tin Dijaga 640 Personel Gabungan

Megapolitan
Jakarta Tanpa Wali Kota

Jakarta Tanpa Wali Kota

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Ibu Rumah Tangga yang Bakar Diri di Tangerang | Pengendara Makin Berani Terobos Jalur Sepeda

[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Ibu Rumah Tangga yang Bakar Diri di Tangerang | Pengendara Makin Berani Terobos Jalur Sepeda

Megapolitan
3 Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Taman Cikande Tangerang

3 Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Taman Cikande Tangerang

Megapolitan
Perjuangan Warga Gusuran JIS Hidup Murah di Kampung Susun Bayam, Akankah Dikabulkan Heru Budi?

Perjuangan Warga Gusuran JIS Hidup Murah di Kampung Susun Bayam, Akankah Dikabulkan Heru Budi?

Megapolitan
Fakta Bang Bangor: Calon Ketua LPM di Depok yang Terang-terangan Bagi-bagi Amplop

Fakta Bang Bangor: Calon Ketua LPM di Depok yang Terang-terangan Bagi-bagi Amplop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.