Disdik DKI: 6 Sekolah yang Gelar PTM Ditutup karena Ada Temuan Kasus Covid-19

Kompas.com - 23/09/2021, 16:52 WIB
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4/2021). DOK. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Rajda Gah mengatakan, enam sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) ditutup karena adanya temuan kasus Covid-19.

Selain enam sekolah yang ditutup karena kasus Covid-19, terdapat satu sekolah lainnya yang ditutup karena pelanggaran protokol kesehatan.

"Setelah kami evaluasi, per 22 September itu memang ada tujuh sekolah yang diberlakukan penutupan sementara, enam di antaranya karena ditemukan kasus positif," ujar Taga saat dihubungi melalui telepon, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Disdik DKI Kaget Dapat Kabar Ada 25 Klaster Covid-19 pada Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Taga mengatakan, dari enam sekolah yang ditemukan kasus positif Covid-19, dilakukan tracing dan ditemukan hanya satu sekolah yang dinyatakan sebagai klaster pembelajaran tatap muka.

"Ada satu sekolah SD yang terdapat penularan pada satu orang (dua kasus di satu sekolah) yaitu SD Klender 03," tutur Taga.

Taga menjabarkan, di SD Klender 03 terjadi klaster dengan dua kasus positif Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus lain terjadi di SMK 66 Jakarta, yakni seorang guru positif Covid-19, kemungkinan tertular dari rumah.

Baca juga: Saat Sekolah di Jakarta Disebut Jadi Tempat Penularan Covid-19, Ada 25 Klaster PTM

Kasus ketiga ditemukan di SD Pondok Ranggon 02, yakni seorang siswa diduga terpapar di rumah.

Kasus keempat di SMP PGRI 20, seorang guru positif diduga terpapar di luar sekolah.

"Kemudian SMA 25, satu orang guru positif; dan SMA 20, satu siswa positif. SD Jagakarsa 05 ditutup karena pelanggaran prokes," ujar Taga.

Dia mengatakan, data kasus tersebut merupakan hasil evaluasi dan sudah dijalankan upaya tracing oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Baca juga: Pemprov DKI Tak Lanjutkan Penyaluran Bansos Tunai

Terkait data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) soal 25 klaster Covid-19 PTM di Jakarta, Taga mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan tidak ditemukan data seperti yang dirilis Kemendikbud.

"Jadi kalau yang 25 (klaster) itu silakan konfirmasi ke Kemendikbud, jadi kami tidak pernah merilis itu," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Gunakan Alat 3D Laser Scanner buat Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang

Polisi Gunakan Alat 3D Laser Scanner buat Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Harap Begal yang Tewaskan Suaminya Dihukum, Istri: Cukup Saya yang Rasakan, Jangan Ada Orang Lain

Harap Begal yang Tewaskan Suaminya Dihukum, Istri: Cukup Saya yang Rasakan, Jangan Ada Orang Lain

Megapolitan
Langgar Ganjil Genap di Fatmawati, Lebih dari 30 Mobil Ditilang

Langgar Ganjil Genap di Fatmawati, Lebih dari 30 Mobil Ditilang

Megapolitan
Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kena Sanksi Tilang, Ini Besaran Dendanya

Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kena Sanksi Tilang, Ini Besaran Dendanya

Megapolitan
Suaminya Tewas Dibacok Begal di Cakung, Istri: Dia Izin Beli Bensin, lalu Tak Ada Kabar

Suaminya Tewas Dibacok Begal di Cakung, Istri: Dia Izin Beli Bensin, lalu Tak Ada Kabar

Megapolitan
Dulu Dicibir Mirip Toren Air, Tugu Pamulang Siap Disulap Jadi Mewah, Begini Desainnya. . .

Dulu Dicibir Mirip Toren Air, Tugu Pamulang Siap Disulap Jadi Mewah, Begini Desainnya. . .

Megapolitan
Sopir Taksi Online Tabrak 2 Penjambretnya hingga Tewas, Apakah Bisa Dipidana?

Sopir Taksi Online Tabrak 2 Penjambretnya hingga Tewas, Apakah Bisa Dipidana?

Megapolitan
Tarif Tes PCR Kini Rp 275.000, Warga: Kalau Bisa Murah, Kenapa Dulu Harganya Mahal Banget?

Tarif Tes PCR Kini Rp 275.000, Warga: Kalau Bisa Murah, Kenapa Dulu Harganya Mahal Banget?

Megapolitan
Wagub DKI Minta Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta oleh Kelurahan Duri Kepa Diselesaikan secara Kekeluargaan

Wagub DKI Minta Dugaan Penggelapan Rp 264,5 Juta oleh Kelurahan Duri Kepa Diselesaikan secara Kekeluargaan

Megapolitan
Cerita Haru Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Saya Peluk Seorang Bapak, Kita Masih Selamat . . .

Cerita Haru Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Saya Peluk Seorang Bapak, Kita Masih Selamat . . .

Megapolitan
Truk Tabrak Truk di Tol JORR Arah Cakung, Sopir Tewas

Truk Tabrak Truk di Tol JORR Arah Cakung, Sopir Tewas

Megapolitan
Warga Korban Penggusuran Proyek Rusun Petamburan Adukan Anies ke Ombudsman

Warga Korban Penggusuran Proyek Rusun Petamburan Adukan Anies ke Ombudsman

Megapolitan
Pengerukan Kali Rawa Rengas Cakung untuk Cegah Banjir Terkendala Bantaran Diokupasi Warga

Pengerukan Kali Rawa Rengas Cakung untuk Cegah Banjir Terkendala Bantaran Diokupasi Warga

Megapolitan
Ini Kata Polisi soal Alasan Rachel Vennya Pakai Nopol RFS

Ini Kata Polisi soal Alasan Rachel Vennya Pakai Nopol RFS

Megapolitan
Tewas dalam Kecelakaan Bus Transjakarta, Dadan Terpental Jauh dari Kursi

Tewas dalam Kecelakaan Bus Transjakarta, Dadan Terpental Jauh dari Kursi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.