Kawasan Pecinan Glodok Akan Ditata, Diharapkan Jadi Lokasi Wisata Sejarah

Kompas.com - 27/09/2021, 17:51 WIB
Warga memadati kawasan Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018) untuk menyaksikan Festival Pecinan. KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DWarga memadati kawasan Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018) untuk menyaksikan Festival Pecinan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, akan ditata menjadi kawasan wisata sejarah.

"Jadi kalau kawasan Pecinan itu akan dikembalikan sesuai dengan kawasan dulu. Artinya, ini menjadi kawasan sejarah. Konsepnya adalah konsep kembali ke zaman dulu," kata Kabag Ekonomi Pemerintah Kota Jakarta Barat Iqbal Idham Ramid, Senin (27/9/2021).

"Dan juga jadi tempat destinasi wisata juga, wisata sejarah," lanjutnya.

Baca juga: Demo Memanas Lagi, Massa Mahasiswa Merangsek Dekati Gedung KPK, Polisi Buat Barikade

Iqbal menerangkan, nantinya trotoar di kawasan Pecinan akan direvitalisasi agar membuat pejalan kaki nyaman.

"Termasuk juga para pedagangnya juga nanti akan kami tempatkan di tempat-tempat (khusus), artinya kami enggak menghilangkan bisnis di sana, termasuk juga PKL-PKL (pedagang kaki lima) di sana," lanjut Iqbal.

Menurut Iqbal, konsep penataan telah 80 persen selesai. Apabila berlangsung lancar, penataan akan dilaksanakan pada 2022.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain kawasan Pecinan, Pemerintah Kota Jakarta Barat juga berencana menata empat kawasan lain, yakni Sentra Primer Barat, Kembangan; Taman Sentra Flora dan Fauna Semanan, Kalideres; Sentra Promosi dan Pemasaran Ikan Hias (SPPIH) Slipi, Palmerah; dan Kota Tua, Taman Sari.

Baca juga: Dinilai Susupkan Agenda Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI Diancam Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Barat Imron menyatakan, penataan kawasan tersebut mulanya ditargetkan dilakukan pada 2020.

"Tetapi terkendala dengan dana karena kena refocusing anggaran (untuk penanganan Covid-19). Sementara, penataan yang baru jalan itu yang di Sentra Primer Barat," kata Imron saat ditemui, Rabu (22/9/2021).

Penataan di Sentra Primer Barat, kata Imron, salah satunya dilakukan dengan pembangunan fasilitas umum baru.

"Ada pembangunan IPAL (instalasi pengelolaan air limbah), pemasangan lampu, trotoar, penataan kaki lima juga nantinya," jelas Imron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Reklamasi Teluk Jakarta, Pemprov DKI: Pulau yang Terbangun Dikelola untuk Publik

Soal Reklamasi Teluk Jakarta, Pemprov DKI: Pulau yang Terbangun Dikelola untuk Publik

Megapolitan
Dikritik LBH Jakarta soal Hunian, Pemprov DKI: Tinggal Tidak Selalu Bermakna Memiliki Rumah

Dikritik LBH Jakarta soal Hunian, Pemprov DKI: Tinggal Tidak Selalu Bermakna Memiliki Rumah

Megapolitan
Keceriaan dan Antusias Warga hingga Pedagang di Balik Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan

Keceriaan dan Antusias Warga hingga Pedagang di Balik Pembukaan Taman Margasatwa Ragunan

Megapolitan
Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Bantah LBH Jakarta soal Isu Banjir, Pemprov DKI Sebut Tidak Berorientasi Betonisasi

Megapolitan
Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Pemprov DKI Tanggapi Rapor Merah LBH Jakarta soal Buruknya Kualitas Udara

Megapolitan
Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Bantah Catatan LBH Jakarta soal Penggusuran di Jakarta, Pemprov DKI: Itu Penertiban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 7 Kasus di Depok, 151 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Mulai Minggu Ini, Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Wajib Bawa Tes PCR

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.