Tak Punya Septic Tank, Banyak Warga Johar Baru Buang Kotoran ke Saluran dan Kali Sentiong

Kompas.com - 05/10/2021, 17:58 WIB
Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma saat meninjau kesiapan penanganan banjir di kantor Pemkot Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021). Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARIWali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma saat meninjau kesiapan penanganan banjir di kantor Pemkot Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan menggandeng pihak swasta untuk membangun tangki septik (septic tank) menggunakan dana corporate social responsibility (CSR).

Hal ini dilakukan untuk menyikapi banyaknya warga Johar Baru yang tidak memiliki tangki septik.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan, jajarannya akan berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, termasuk mencari kolaborator yang bergerak di bidang lingkungan.

"Kami akan gandeng CSR untuk mengatasi permasalahan tangki septic tank di permukiman padat penduduk Johar Baru," kata Dhany di kantor Pemkot Jakarta Pusat, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Pemkot Jakpus Temukan Banyak Sampah Saat Keruk Kali Sentiong, Diduga Biang Kerok Banjir di Johar Baru

Sementara itu, Camat Johar Baru Nurhelmi Savitri mengatakan pada Senin (4/10/2021), sebanyak 301 tangki septik mandiri dibangun di permukiman padat penduduk di wilayah Kelurahan Johar Baru.

Menurut Nurhelmi, ini dilakukan untuk mencegah pencemaran air di saluran dan kali akibat masih banyaknya warga membuang kotoran dari kakus ke saluran air dan Kali Sentiong.

"Saluran dan kali di sini, selama ini sudah tercemar. Itu bisa dilihat saluran di sejumlah wilayah Johar Baru ada kotoran manusia. Makanya saluran di sini ditutup pada bagian atasnya," tutur Nurhelmi.

Baca juga: Wali Kota Jakarta Pusat Klaim Infrastruktur di Wilayahnya Siap Hadapi Banjir di Musim Hujan

Selain di wilayah Johar Baru, tangki septik juga direncanakan akan dibangun di wilayah permukiman Kelurahan Galur.

126 tangki septik di Galur dibangun secara komunal.

"Kalau di Galur beda, di sana tangki septik komunal, artinya satu tempat penampungan tapi untuk beberapa rumah. Kalau tangki septik mandiri itu dibangun langsung di rumah warga," kata Nurhelmi.

Nurhelmi mengatakan, pembuatan tangki septik tersebut merupakan program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dikerjakan oleh PD PAL bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

Dengan dibangunnya tangki septik ini diharapkan bisa mengurangi pencemaran saluran dan Kali Sentiong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Megapolitan
Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Megapolitan
Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Megapolitan
Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.