Anak 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Mal di Depok, Asosiasi Harap Omzet Tenant Naik

Kompas.com - 06/10/2021, 13:51 WIB
Suasana Mal Margo City Depok menyambut Natal dan Tahun Baru. KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNASuasana Mal Margo City Depok menyambut Natal dan Tahun Baru.

DEPOK, KOMPAS.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Depok berharap langkah pemerintah membuka mal bagi anak-anak berusia 12 tahun ke bawah bisa berdampak positif bagi perekonomian penyewa gerai.

Kebijakan ini dianggap dapat berkontribusi meningkatkan jumlah pengunjung mal di Depok.

"Selama ini keluarga tidak masuk karena terkendala anak, ada yang punya anak satu, masih kecil, mau masuk mal tidak bisa, belanja ke hypermart tidak bisa, masak ditinggal di rumah?" ungkap Ketua APBI Kota Depok, Sutikno, ketika dihubungi pada Rabu (6/10/2021).


Baca juga: Aturan Terbaru PPKM di Depok, Anak 12 Tahun ke Bawah Boleh ke Mal, tapi...
"Sekarang dengan adanya (kebijakan) ini orang dengan nyaman bisa masuk. Otomatis ya bisa memengaruhi pertumbuhan atau peningkatan omzet tenant-tenant," jelasnya.

Sutikno memastikan bahwa mal sudah terbiasa dengan penerapan protokol kesehatan. Orangtua juga diharuskan menjalani skrining status vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi Peduli Lindungi sebelum masuk mal.

Ia pun beranggapan bahwa kebijakan ini belum tentu akan direspons dengan euforia berlebihan dari para pengunjung.

"Event-event kan belum ada. Dari pengalaman kami APPBI di DKI biasa-biasa saja. Tidak sampai seperti pasar malam," ujar Sutikno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Orang masih ngeri-ngeri juga, rasanya belum percaya masuk ke mal dengan kondisi seperti saat ini," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.