Sederet Fakta Baru Kasus Kematian 5 Orang di Gorong-gorong Cipondoh Tangerang

Kompas.com - 09/10/2021, 10:08 WIB
Personel Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri saat memeriksa gorong-gorong di Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (8/10/2021), untuk memeriksa penyebab kematian lima orang yang meninggal di sana. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALPersonel Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri saat memeriksa gorong-gorong di Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (8/10/2021), untuk memeriksa penyebab kematian lima orang yang meninggal di sana.

TANGERANG, KOMPAS.com - Suasana di kawasan Jalan Taman Royal, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Kamis (7/10/2021) siang, seketika ramai oleh warga sekitar yang berkumpul.

Mereka digegerkan dengan adanya kematian sejumlah orang di dalam gorong-gorong kawasan itu. Semula tiga orang yang ditemukan itu dikabarkan tewas diduga karena tersetrum listrik.

Namun belakangan diketahui, mereka tewas karna diduga menghirup gas beracun. Polisi yang mendapatkan informasi itu kemudian datang dan memberikan garis polisi untuk mengantisipasi warga mendekat.

Berdasarkan informasi yang didapat, tiga korban itu berinisial F alias A (33), UK (42), dan APP (20). F merupakan tukang angkat galon, sedangkan UK dan APP merupakan pegawai.

Sedangkan dua orang lain yang turut ditemukan identitasnya masih belum diketahui.

Kronologi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang warga bernama Suryati menceritakan, awalnya seorang korban terjatuh ke lubang berisi kabel-kabel listrik serta saluran air.

Karena korban itu tak kunjung keluar, korban lain ingin membantu dan turut masuk ke lubang itu.

Baca juga: Tiga Karyawannya Tewas di Gorong-gorong Cipondoh, Telkom: Murni Kecelakaan Kerja

"Tapi dua orang itu enggak keluar-keluar juga, terus ada satu tukang galon yang tahu. Terus dia ikut masuk juga ke lubangnya," ucap Suryati saat ditemui di TKP, Kamis.

Saat korban terakhir masuk, dia juga tak kunjung keluar. Setelah tak kunjung keluar, warga sekitar langsung memeriksa lubang dan mengeluarkan mereka.

Pegawai Telkom

Polisi yang menyelidiki peristiwa ini mendapatkan fakta-fakta baru mengenai identitas hingga dugaan penyebab kematian para korban di gorong-gorong.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu de Fatima mengatan, dari lima korban yang ditemukan, tiga di antaranya merupakan pegawai PT Telkom Indonesia, sedangkan dua orang lain adalah warga.

"Dari kelima korban ini, ya memang tiga korban dari karyawan Telkom. Kemudian, dua dari masyarakat," paparnya dalam rekaman suara yang diterima, Jumat

Polisi pun berencana memanggil pihak PT Telkom Indonesia untuk memintai keterangan terkait pekerjaan yang dilakukan oleh tiga korban karyawannya di gorong-gorong itu.

Peristiwa itu terjadi diduga karena faktor kelalaian yang mengancam keselamatan kerja karyawannya. Bahkan, karena kelalaian itu, dua korban dari golongan masyarakat turut meninggal.

Baca juga: Proses Evakuasi Lima Jenazah di Gorong-gorong Cipondoh, Semen Dibongkar dan Air Disedot

"Dari peristiwa yang kemarin telah terjadi mengakibatkan meninggalnya lima orang akibat dari kelalaian yang tidak memperhatikan keselamatan kerja oleh pihak pekerja," urai Deonijiu.

Namun masih belum dapat pastikan apakah kelalaian yang terjadi disebabkan oleh PT Telkom Indonesia atau pihak lain.

Murni kecelakaan kerja

Manager Shared Service Telkom Akses Witel Tangerang Armunanto saat dikonfirmasi mengungkapkan, meninggalnya ketiga orang pegawai itu merupakan kecelakaan kerja.

"Peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja," kata dia melalui keterangannya.

Armunanto menjelaskan, ketiga korban merupakan karyawan mitra perusahaan PT Telkom Akses yang merupakan anak perusahaan PT Telkom Indonesia.

Saat itu ketiganya tengah memperbaiki manhole di gorong-gorong di Jalan Taman Royal itu.

"Kami manajemen PT Telkom Akses menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya tiga orang karyawan mitra kerja perusahaan di lokasi manhole Taman Royal Tangerang saat melakukan perbaikan manhole di tempat tersebut," tutur dia.

Adapun PT Telkom Akses sepenuhnya menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Ditemukan gas berbahaya

Sementara itu, Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri yang turut dilibatkan dalam proses penyelidikan pada Jumat (8/10/2021), menemukan adanya dugaan gas berbahaya di gorong-gorong itu.

"Sementara hasil yang kami temukan adalah ditemukannya gas berbahaya (di gorong-gorong)," ucap Kasubbid Tokling Puslabfor Mabes Polri Kompol Faizal Rachmad pada awak media, Jumat.

Baca juga: Selidiki Gorong-gorong Cipondoh yang Tewaskan 5 Orang, Puslabfor: Kami Temukan Gas Berbahaya

Meski demikian, polisi masih belum dapat mengetahui jenis gas berbahaya tersebut. Puslabfor masih akan melanjutkan pemeriksaan gas berbahaya itu di laboratorium.

"Mengenai konsentrasi dan jenis gasnya, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium," kata Faizal.

Faizal menyebutkan, sampel yang diambil dari tempat kejadian perkara (TKP) itu adalah gas berbahaya serta airnya. Sampel gas berbahaya itu diambil menggunakan alat drager.

Menurut dia, sejauh ini gas ditemukan diduga memang berbahaya untuk manusia.

"Alat drager untuk deteksi gas. Dan yang sudah kami ambil adalah sampel air dan sampel gas udaranya," kata Faizal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu 72 Tahun di Bekasi Dilaporkan 5 Anaknya ke Polisi karena Persoalan Harta Warisan

Ibu 72 Tahun di Bekasi Dilaporkan 5 Anaknya ke Polisi karena Persoalan Harta Warisan

Megapolitan
Jalan Lodan Raya Terendam Banjir Rob, Warga Sebut Ada Tanggul Jebol

Jalan Lodan Raya Terendam Banjir Rob, Warga Sebut Ada Tanggul Jebol

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Opsi Cari Sumber Pendanaan Lain agar Proyek ITF Sunter Bisa Jalan

Pemprov DKI Buka Opsi Cari Sumber Pendanaan Lain agar Proyek ITF Sunter Bisa Jalan

Megapolitan
Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Ketua Komisi B: Publik Jadi Menilai Tidak Aman

Bus Transjakarta Sering Kecelakaan, Ketua Komisi B: Publik Jadi Menilai Tidak Aman

Megapolitan
Pembangunan Sumur Resapan di Jakarta Tetap Akan Dilanjutkan Meski Anggaran Dicoret DPRD DKI

Pembangunan Sumur Resapan di Jakarta Tetap Akan Dilanjutkan Meski Anggaran Dicoret DPRD DKI

Megapolitan
Camat Sebut Tutup Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Ambles Sudah Diperbaiki

Camat Sebut Tutup Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Ambles Sudah Diperbaiki

Megapolitan
 Anies Tak Restui Reuni 212 di Patung Kuda, Demi Pencitraan untuk Pilpres?

Anies Tak Restui Reuni 212 di Patung Kuda, Demi Pencitraan untuk Pilpres?

Megapolitan
4 Kali Kecelakaan dalam 39 Hari, Komisi B Kembali Panggil Transjakarta

4 Kali Kecelakaan dalam 39 Hari, Komisi B Kembali Panggil Transjakarta

Megapolitan
Mobil Dinas TNI Terguling hingga Ringsek di Jatinegara

Mobil Dinas TNI Terguling hingga Ringsek di Jatinegara

Megapolitan
2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa SMK Taruna Bhakti Depok

2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa SMK Taruna Bhakti Depok

Megapolitan
Ironi Petugas Damkar: Diandalkan di Segala Situasi, tapi Bekerja Ganda dengan Gaji Tak Seberapa

Ironi Petugas Damkar: Diandalkan di Segala Situasi, tapi Bekerja Ganda dengan Gaji Tak Seberapa

Megapolitan
Ketika Reuni 212 Ditolak dan Diblokade, Panitia: Jangan Anggap Kami seperti Musuh...

Ketika Reuni 212 Ditolak dan Diblokade, Panitia: Jangan Anggap Kami seperti Musuh...

Megapolitan
Atasi Genangan di Jalan RE Martadinata Ancol, SDA Pademangan Bangun Kolam Olakan

Atasi Genangan di Jalan RE Martadinata Ancol, SDA Pademangan Bangun Kolam Olakan

Megapolitan
4 Masalah Transjakarta dalam 39 Hari Terakhir, Kecelakaan hingga Bus Berasap

4 Masalah Transjakarta dalam 39 Hari Terakhir, Kecelakaan hingga Bus Berasap

Megapolitan
Polisi Bakal Olah TKP Kasus Kebakaran Gedung Cyber

Polisi Bakal Olah TKP Kasus Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.