Cerita Warga Beli Rumah DP Rp 0 di Pondok Kelapa: Lokasinya Strategis

Kompas.com - 10/10/2021, 18:35 WIB
Rusunami DP Rp 0 Pondok Kelapa, Jakarta Timur, terpantau sepi dari penghuni, Kamis (5/12/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIRusunami DP Rp 0 Pondok Kelapa, Jakarta Timur, terpantau sepi dari penghuni, Kamis (5/12/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mohamad Faisal (27) menghuni rumah susun sederhana milik (rusunami) dengan DP Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, sejak Juli 2021.

Sebagaimana diketahui, rumah DP Rp 0 merupakan salah satu program yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Program itu merupakan salah satu janji andalan Anies dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Namun, Faisal baru mengetahui keberadaan rumah DP Rp 0 dari unggahan Anies di Instagram pribadinya pada 2019.

"Kan itu janji Pemprov, Pak Anies kan, terus gue kulik aja, cari tahu. Pernah lihat posting-an Pak Anies terkait rumah DP Rp 0, tapi bentuknya apartemen," kata dia kepada Kompas.com, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Pemprov DKI Tidak Akan Bangun Rumah DP Rp 0 Baru di Sisa Masa Jabatan Anies

Setelah mengetahui program DP Rp 0, pada tahun yang sama, dia mengunjungi sebuah pameran rumah dan apartemen di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di JCC, Faisal mengunjungi stan (booth) milik Perumda Pembangunan Sarana Jaya yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta.

Saat itu, Sarana Jaya memamerkan program rumah DP Rp 0.

"Gue sengaja nyamperin booth-nya PD Sarana Jaya terkait program DP Rp 0. Gue lihat di Twitter atau Instagram, ada booth-nya (PD Sarana Jaya) di sana (JCC)," ucap pria 27 tahun itu.

Saat berada di stan Sarana Jaya, Faisal bertanya-tanya soal program Anies itu.

Karena tertarik dengan program tersebut, dia mengajukan diri sebagai penghuni rumah Rp DP 0.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Akui Target Pembangunan Rumah DP Rp 0 Sulit Dikejar

BI checking, kata dia, merupakan salah satu proses yang harus dijalani sebagai pemohon. Adapun BI checking merupakan proses pemeriksaan informasi riwayat kredit.

"Selain BI checking, ditanya gue punya cicilan apa aja waktu itu. Waktu itu emang enggak ada cicilan apa-apa. Kata bapaknya, datanya masuk dan ada invitation survey," ungkap Faisal.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.