SMP yang Gelar PTM Taat Prokes, Dindik Kota Tangerang Hanya Temukan Orangtua Siswa Kerap Ngobrol

Kompas.com - 11/10/2021, 20:31 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 25 Tangerang, Larangan, Kota Tangerang, Senin (13/9/2021). (istimewa)Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 25 Tangerang, Larangan, Kota Tangerang, Senin (13/9/2021).
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang mengungkapkan, pihaknya selalu menindak SMP yang melanggar protokol kesehatan saat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Kepala Dindik Kota Tangerang Jamaludin berujar, penindakan yang dapat dilakukan seperti menutup sebuah sekolah saat kantin SMP yang menghelat PTM beroperasi.

"Kalau ada kantin, akan kami tutup tiga hari. Kami harus kuatkan protokol kesehatan dan SOP (standar operasi prosedur). Saya lihat lancar dan aman, sesuai SOP. Kalau ada sekolah yang melanggar, ya, kami tutup," ujar Jamaludin dalam rekaman suara, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Bertambah, Total 196 SMP di Kota Tangerang Gelar PTM Terbatas

Sejauh ini, Jamaludin mengaku bahwa pihaknya hanya pernah memberikan teguran saat ada orangtua siswa yang berkerumun di sekolah.

Dindik Kota Tangerang pun hanya memberikan teguran biasa dan tidak memberikan teguran ke pihak SMP.

Padahal, Jamaludin mengeklaim bahwa pihaknya kerap mengecek penerapan protokol kesehatan di setiap SMP yang menghelat PTM tiap minggunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Paling kalau ada ibu-ibu yang ngobrol kami tegur, itu sifatnya teguran biasa," katanya.

Baca juga: Ada Kuburan Mobil di Kantor Dishub Kota Tangerang, Isinya 36 Kendaraan Aset Pemkot yang Terbengkalai

Di sisi lain, untuk mencegah penularan Covid-19, pihaknya menginstal barcode PeduliLingungi di lingkungan SMP yang menghelat PTM.

Dia mengeklaim,barcode itu dipasang sejak dua pekan yang lalu.

Akan tetapi, dalam kesempatan tersebut, dia tidak mengungkapkan jumlah SMP yang sudah memasang barcode PeduliLindungi.

"Udah hampir dua minggu (pemasangan barcode PeduliLindungi). Jadi semua sekolah yang sudah buka PTM itu agar masuk menggunakan PeduliLindungi, guru harus scan," tuturnya.

Bagi pihak yang hendak masuk dan tak memiliki ponsel, mereka wajib membawa surat vaksinasi Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Megapolitan
Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Ditabrak Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR, Korban Luka di Bagian Kepala

Megapolitan
Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Lawan Arah di Tol JORR, Mobil Mercy Lalu Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Ada Penembakan di Tol Exit Bintaro, Polisi: Korban Selamat tapi Luka di Perut

Megapolitan
 Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Kinerja Tim Medsos Memuaskan, Pemprov DKI Jakarta Berhasil Raih Tiga Penghargaan di GSMS 2021

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin Bekasi

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.