Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SMP yang Gelar PTM Taat Prokes, Dindik Kota Tangerang Hanya Temukan Orangtua Siswa Kerap Ngobrol

Kompas.com - 11/10/2021, 20:31 WIB
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang mengungkapkan, pihaknya selalu menindak SMP yang melanggar protokol kesehatan saat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Kepala Dindik Kota Tangerang Jamaludin berujar, penindakan yang dapat dilakukan seperti menutup sebuah sekolah saat kantin SMP yang menghelat PTM beroperasi.

"Kalau ada kantin, akan kami tutup tiga hari. Kami harus kuatkan protokol kesehatan dan SOP (standar operasi prosedur). Saya lihat lancar dan aman, sesuai SOP. Kalau ada sekolah yang melanggar, ya, kami tutup," ujar Jamaludin dalam rekaman suara, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Bertambah, Total 196 SMP di Kota Tangerang Gelar PTM Terbatas

Sejauh ini, Jamaludin mengaku bahwa pihaknya hanya pernah memberikan teguran saat ada orangtua siswa yang berkerumun di sekolah.

Dindik Kota Tangerang pun hanya memberikan teguran biasa dan tidak memberikan teguran ke pihak SMP.

Padahal, Jamaludin mengeklaim bahwa pihaknya kerap mengecek penerapan protokol kesehatan di setiap SMP yang menghelat PTM tiap minggunya.

"Paling kalau ada ibu-ibu yang ngobrol kami tegur, itu sifatnya teguran biasa," katanya.

Baca juga: Ada Kuburan Mobil di Kantor Dishub Kota Tangerang, Isinya 36 Kendaraan Aset Pemkot yang Terbengkalai

Di sisi lain, untuk mencegah penularan Covid-19, pihaknya menginstal barcode PeduliLingungi di lingkungan SMP yang menghelat PTM.

Dia mengeklaim,barcode itu dipasang sejak dua pekan yang lalu.

Akan tetapi, dalam kesempatan tersebut, dia tidak mengungkapkan jumlah SMP yang sudah memasang barcode PeduliLindungi.

"Udah hampir dua minggu (pemasangan barcode PeduliLindungi). Jadi semua sekolah yang sudah buka PTM itu agar masuk menggunakan PeduliLindungi, guru harus scan," tuturnya.

Bagi pihak yang hendak masuk dan tak memiliki ponsel, mereka wajib membawa surat vaksinasi Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tepergok Pemilik Rumah, Pencuri di Klender Pura-pura Cari Kontrakan

Tepergok Pemilik Rumah, Pencuri di Klender Pura-pura Cari Kontrakan

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya Mutasi Puluhan Kapolsek, Ini Daftar Namanya

Kapolda Metro Jaya Mutasi Puluhan Kapolsek, Ini Daftar Namanya

Megapolitan
Mantan Menteri ATR Sofyan Djalil Diangkat Jadi Komisaris Utama Ancol

Mantan Menteri ATR Sofyan Djalil Diangkat Jadi Komisaris Utama Ancol

Megapolitan
Lansia Pencuri Mobil di Tebet Disebut Kerap Pamerkan Barang Mewah Saat Pulang Kampung

Lansia Pencuri Mobil di Tebet Disebut Kerap Pamerkan Barang Mewah Saat Pulang Kampung

Megapolitan
Atas Permintaan AKBP Dody, Syamsul Beli Tawas di 'Marketplace' untuk Ditukar Sabu-sabu

Atas Permintaan AKBP Dody, Syamsul Beli Tawas di "Marketplace" untuk Ditukar Sabu-sabu

Megapolitan
Pencuri Uang Ratusan Juta di Kantor DPC Nasdem Bekasi Utara Diduga Lebih dari Satu Orang

Pencuri Uang Ratusan Juta di Kantor DPC Nasdem Bekasi Utara Diduga Lebih dari Satu Orang

Megapolitan
Suruh AKBP Dody Tukar Sabu dengan Tawas, Teddy Minahasa: Mainkan ya, Mas!

Suruh AKBP Dody Tukar Sabu dengan Tawas, Teddy Minahasa: Mainkan ya, Mas!

Megapolitan
Pengunduran Diri Geisz Chalifah sebagai Komisaris Ancol Disetujui Pemegang Saham

Pengunduran Diri Geisz Chalifah sebagai Komisaris Ancol Disetujui Pemegang Saham

Megapolitan
Terinspirasi Sosok Ridwan Kamil, Rian Ernest Bakal Maksimalkan Kampanye melalui Media Sosial

Terinspirasi Sosok Ridwan Kamil, Rian Ernest Bakal Maksimalkan Kampanye melalui Media Sosial

Megapolitan
Jaksa: AKBP Dody Sempat Takut Tukar Sabu dengan Tawas, tapi Tetap Disanggupi

Jaksa: AKBP Dody Sempat Takut Tukar Sabu dengan Tawas, tapi Tetap Disanggupi

Megapolitan
Tangis Ibunda AKBP Dody Pecah di Sidang Perdana Kasus Narkoba Teddy Minahasa

Tangis Ibunda AKBP Dody Pecah di Sidang Perdana Kasus Narkoba Teddy Minahasa

Megapolitan
Divonis 18 Tahun, Pemerkosa Santriwati di Depok juga Harus Bayar Restitusi Rp 30 Juta ke Korban

Divonis 18 Tahun, Pemerkosa Santriwati di Depok juga Harus Bayar Restitusi Rp 30 Juta ke Korban

Megapolitan
Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Pihaknya Janji Bayar Kerugian ke Korban

Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Pihaknya Janji Bayar Kerugian ke Korban

Megapolitan
Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Kuasa Hukum: Kami Paham Ada Penolakan

Bos KSP Indosurya Henry Surya Dilepaskan, Kuasa Hukum: Kami Paham Ada Penolakan

Megapolitan
Jaksa: AKBP Dody Tukar Sabu Pakai Tawas atas Perintah Teddy Minahasa

Jaksa: AKBP Dody Tukar Sabu Pakai Tawas atas Perintah Teddy Minahasa

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.