Pemkot Bekasi Targetkan Pemindahan Makam Tertimbun Sampah Rampung Bulan ini

Kompas.com - 12/10/2021, 17:28 WIB
Ilustrasi makam. ShutterstockIlustrasi makam.
Penulis Djati Waluyo
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menargetkan pemindahan lahan yang tertimbun tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumur Batu rampung bulan ini.

Kepala Dinas Pertamanan, Kawasan Permukiman, dan Pemakaman (Disperkimtan) Kota Bekasi Jumhana Lutfi menargetkan pemindahan jenazah rampung bulan ini meski sampai saat ini belum mulai memindahkan jenazah.

"Bulan ini seharusnya selesai (pemindahan jenazah)," ujar Lutfi ketika dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Ratusan Makam di Bekasi Hilang Tertimbun Sampah

Luthfi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan mediasi dengan ahli waris terkait proses pemindahan makam tersebut.

Dalam mediasi tersebut, pemkot Bekasi menawarkan dua opsi, yaitu dengan memberikan Rp 2,5 juta kepada ahli waris yang ingin memindahkan dengan sendiri atau memberikan kuasa pemindahan kepada pemerintah.

"Kami tawarkan kepada mereka kalau mereka misalnya siap memindahkan, kami kasih Rp 2,5 juta. Tapi kalau mereka tidak siap, artinya pemerintah yang memindahkan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Diduga 2 Ormas Bentrok di Ciledug, Langsung Bubar Saat TNI-Polri Datang ke Lokasi

Lanjutnya, jika pemindahan dilakukan oleh pemkot, maka uang yang disiapkan untuk ahli waris tidak akan dikeluarkan.

"Kalau pemerintah yang memindahkan kan saya sudah dibayar, aparat sudah dibayar terus juga alat-alat pasti punya pemerintah berarti uang itu tidak diserap," ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah makam keluarga yang berlokasi di RT 003 RW 003 Ciketing Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, hilang akibat tertimbun sampah.

Baca juga: Saat Novel Baswedan Sambangi Kedai Nasi Goreng Eks Pegawai KPK di Bekasi: Sajian Berintegritas

Hilangnya makam tersebut disebabkan tumpukan gunungan sampah di TPA Sumur Batu yang longsor akibat pengerukan lahan di wilayah itu.

Salah satu ahli waris, Bagong Sutoyo, berujar bahwa mulanya lokasi pemakaman berada di tanah perkampungan yang berbatasan langsung dengan zona tiga lokasi TPA Sumur Batu.

"Lokasi pemakaman memiliki luas sebanyak 814 meter persegi, dan kala itu juga masih banyak pohon-pohon serta batu nisannya masih cukup banyak," ujar Bagong saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/9/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.