Apel Siaga Musim Hujan, Anies Minta Jajarannya Antisipasi 3 Penyebab Banjir

Kompas.com - 13/10/2021, 09:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung yang berada di RW 05 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/10/2021). KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung yang berada di RW 05 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta jajarannya di  Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi tiga penyebab utama banjir Jakarta di musim hujan.

"Jakarta menghadapi tiga front (penyebab) dalam musim hujan ini," ujar Anies dalam rekaman suara saat apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, Rabu (13/10/2021).

Anies mengatakan, penyebab pertama adalah banjir rob di pesisir Jakarta, yaitu di Jakarta Utara. Banjir rob bisa diminimalisir dengan cara memompa air yang masuk untuk kembali ke laut.

Baca juga: Sering Banjir, Kantor Kecamatan Mampang Prapatan Bakal Dipindah atau Direnovasi

Penyebab kedua adalah air kiriman dari sisi selatan Jakarta. Jika dua hal itu terjadi bersamaan, yaitu banjir rob dan air kiriman dari selatan Jakarta, kondisi banjir akan parah.

"Apabila pada saat yang bersamaan terjadi hujan beras aliran sungai menuju muara akan bertemu dengan permukaan air laut yang lebih tinggi (akan sebabkan banjir parah)," ujar Anies.

Anies mengatakan, air kiriman bisa terjadi jika hujan lebat turun di daerah selatan Jakarta seperti Bogor dan Depok. Jakarta dilintasi 13 sungai yang secara keseluruhan berkapasitas mengalirkan air 2.300 meter kubik per detik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini front kedua yang harus kita antisipasi bila hujan lebat bukan di Kota Jakarta tapi di sisi selatan Jakarta yang mengakibatkan air itu mengalir melalui sungai-sungai di dalam kota kita," kata Anies.

Penyebab ketiga yang harus diwaspadai adalah hujan lebat yang terjadi di dalam kota Jakarta. Anies mengatakan, kapasitas drainase Jakarta di jalan-jalan utama hanya mampu menampung air hujan dengan intensitas 100 milimeter per hari.

"Hujan bisa terjadi amat deras, dan dengan perubahan iklim yang kita rasakan dua tiga dekade terakhir, kita memastikan bahwa musim penghujan dan musim kemarau tidak lagi bisa ditandai dengan lebatnya hujan," tutur dia.

Anies mengatakan, tiga penyebab banjir itu harus dihadapi semua oleh Pemprov DKI Jakarta. Datangnya bisa secara bersamaan atau satu-persatu.

Baca juga: Cegah Banjir, Pemkot Jakpus Bangun 6.300 Sumur Resapan

Untuk itu, dia meminta seluruh jajarannya di Pemprov DKI mengantisipasi tiga penyebab yang sudah terpetakan.

"Bisa terjadi di sisi selatan terjadi hujan lebat sehingga air masuk ke Jakarta, di saat yang sama Jakarta turun hujan lebat sehingga drainase kita dipenuhi air dan di sisi utara terjadi kenaikan permukaan air laut. Itu kondisi yang harus kita antisipasi," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.