Oktober 2021, Jumlah Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Meningkat

Kompas.com - 13/10/2021, 12:44 WIB
Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengalami peningkatan hingga menyentuh 60.000 orang setiap akhir pekan pada Oktober 2021.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta M Holik Muwardi berujar, jumlah pergerakan pada Oktober meningkat jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang saat PPKM darurat diterapkan.

Selain peningkatan pergerakan penumpang, Bandara Soekarno-Hatta juga mencatat peningkatan pergerakan pesawat usai PPKM darurat tak lagi diterapkan.

Baca juga: Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

"Saat ini kalau kita lihat, tidak lagi ada PPKM darurat. Dan sudah sedikit ada peningkatan penerbangan mau pun penumpang. Walaupun fluktuatif, ada sedikit kenaikan," ungkap Holik pada awak media, Rabu (13/10/2021).

Pada akhir pekan, manajemen Bandara Soekarno-Hatta mencatat 450-550 pergerakan pesawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, berdasarkan catatan, jumlah pergerakan penumpang mencapai 40.000-50.000 orang per hari pada hari kerja.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Catat Angka Pergerakan Penumpang Tertinggi Selama Pandemi

"Weekday umumnya 40.000-50.000 penumpang per harinya. Dan untuk weekend, kalau kita amati itu, sekitar 50.000-60.000 penumpang per harinya," tutur Holik.

Sementara itu, saat PPKM darurat diterapkan, jumlah pergerakan penumpang hanya ada sekitar 11.000-12.000 penumpang per harinya.

Meski demikian, kata Holik, jumlah pergerakan penumpang pada Oktober 2021 itu masih cukup jauh jika dibandingkan dengan jumlah pergerakan penumpang sebelum PPKM darurat diterapkan.

Adapun jumlah pergerakan penumpang pada masa pandemi Covid-19 sebelum PPKM Darurat diterapkan biasanya mencapai 70.000 orang per hari.

"Kita ketahui di masa pandemi Covid-19, umumya, sekitar 70.000 penumpang per harinya," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Megapolitan
Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.