Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Plafon Gerai Dukcapil di Pamulang Square Ambruk, Pelayanan Kependudukan Dihentikan Sementara

Kompas.com - 13/10/2021, 16:17 WIB
Tria Sutrisna,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Atap Gerai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tangerang Selatan di Pusat Perbelanjaan Pamulang Square ambruk. Pelayanan administrasi kependudukan dihentikan sementara.

Kepala Disdukcapil Tangerang Selatan Dedi Budiawan mengatakan, peristiwa tersebut baru diketahui Rabu pagi ketika para pegawai hendak membuka Gerai Dukcapil.

Saat itu, kondisi ruangan gerai sudah berantakan. Tampak sebagian plafon ambruk dan menimpa barang yang berada di bawahnya.

Baca juga: Tugu Pamulang yang Mirip Toren Air Akan Direvitalisasi Pekan Ketiga Oktober 2021

"Sayang enggak ada tanda-tanda, misal tetesan air bocor dan kalau tau pasti kami geser alat-alatnya," kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (13/10/2021).

Dedi mengaku kecewa dengan adanya insiden plafon ambruk tersebut. Pasalnya, peristiwa itu membuat pelayanan kependudukan di Gerai Dukcapil Pamulang Square harus dihentikan sementara.

Dia berharap, kerusakan plafon dan peralatan yang tertimpa material bisa segera diperbaiki. Dengan begitu, pelayanan kependudukan di gerai tersebut bisa segera dibuka kembali dan tidak mengecewakan masyarakat yang datang ke lokasi.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Sebuah Rumah di Kawasan Parigi Tangsel Roboh

"Jika bisa diperbaikin dengan cepat, tentu segera dibuka. Tetapi jika belum akan kami tutup sementara dengan waktu yang tidak bisa ditentukan," kata Dedi.

"Ya semoga sudah bisa, Sabtu. Supaya tidak membuat warga kecewa. Karena kami juga kecewa, sedang ngebut pelayanan justru kena musibah," pungkasnya.

Pantauan Kompas.com di lokasi, plafon ruangan Gerai Dukcapil Pamulang Square tampak berlubang. Material yang runtuh dan berserakan di lantai hingga meja administrasi pun sudah dibersihkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Vincent Rompies Nyatakan Berempati pada Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Vincent Rompies Nyatakan Berempati pada Kasus Perundungan Siswa Binus School Serpong

Megapolitan
Penyidik Ubah 'Password' E-mail dan Instagram Aiman, Peneliti: Harus Hargai Privasi!

Penyidik Ubah "Password" E-mail dan Instagram Aiman, Peneliti: Harus Hargai Privasi!

Megapolitan
Saat Nyanyian Para Tahanan Mampu Kecoh Polisi agar Bisa Kabur dari Polsek Tanah Abang, Sang Istri Diduga Terlibat

Saat Nyanyian Para Tahanan Mampu Kecoh Polisi agar Bisa Kabur dari Polsek Tanah Abang, Sang Istri Diduga Terlibat

Megapolitan
Sebut Ahli yang Dihadirkan Aiman Witjaksono Tidak Relevan, Polda Metro Enggan Bertanya

Sebut Ahli yang Dihadirkan Aiman Witjaksono Tidak Relevan, Polda Metro Enggan Bertanya

Megapolitan
Beli Beras 50 Kilogram Rp 700.000, Pengusaha Warteg: Dulu Rp 500.000 Masih Dapat

Beli Beras 50 Kilogram Rp 700.000, Pengusaha Warteg: Dulu Rp 500.000 Masih Dapat

Megapolitan
Transjakarta Rute Pulogadung-Kantor Wali Kota Jakut Mulai Beroperasi Hari Ini

Transjakarta Rute Pulogadung-Kantor Wali Kota Jakut Mulai Beroperasi Hari Ini

Megapolitan
Kisah Andi Teguhkan Hati Cari Kerja Berdasar Restu Orangtua

Kisah Andi Teguhkan Hati Cari Kerja Berdasar Restu Orangtua

Megapolitan
BNN Musnahkan 42 Kg Narkotika, Ada Sabu dan 'Cannabinoid' Sintetis

BNN Musnahkan 42 Kg Narkotika, Ada Sabu dan "Cannabinoid" Sintetis

Megapolitan
Di Sidang Aiman, Ahli Hukum Pers: Wartawan Punya Hak Tolak demi Lindungi Narasumber

Di Sidang Aiman, Ahli Hukum Pers: Wartawan Punya Hak Tolak demi Lindungi Narasumber

Megapolitan
Harga Bahan Pokok Melonjak, Omzet Pedagang Warteg Merosot

Harga Bahan Pokok Melonjak, Omzet Pedagang Warteg Merosot

Megapolitan
Dalam Sidang Aiman, Pakar Hukum Sebut Surat Penyitaan Seharusnya Ditandatangani Ketua PN

Dalam Sidang Aiman, Pakar Hukum Sebut Surat Penyitaan Seharusnya Ditandatangani Ketua PN

Megapolitan
Ular Sanca 2 Meter Masuk Kandang Ayam Milik Warga di Sindangbarang Bogor

Ular Sanca 2 Meter Masuk Kandang Ayam Milik Warga di Sindangbarang Bogor

Megapolitan
6 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pria Tewas Dibacok Gangster di Klender

6 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pria Tewas Dibacok Gangster di Klender

Megapolitan
Dilema Pengusaha Warteg, Ingin Naikkan Harga tapi Takut Pelanggan Kabur

Dilema Pengusaha Warteg, Ingin Naikkan Harga tapi Takut Pelanggan Kabur

Megapolitan
Dijanjikan Pekerjaan, Bocah Perempuan Asal Sumbar Dibuang di Kolong Tol Ancol

Dijanjikan Pekerjaan, Bocah Perempuan Asal Sumbar Dibuang di Kolong Tol Ancol

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com