Cegah Pencemaran, Pemkot Tangsel Akan Tingkatkan Pengawasan Pabrik di Sekitar Sungai Cisadane

Kompas.com - 14/10/2021, 18:53 WIB
Sejumlah warga memancing di dekat lokasi pembuangan limbah pabrik daur ulang plastik ke Sungai Cisadane kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Senin (4/10/2021). KOMPAS.com/ Tria SutrisnaSejumlah warga memancing di dekat lokasi pembuangan limbah pabrik daur ulang plastik ke Sungai Cisadane kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Senin (4/10/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memperketat pengawasan aktivitas pabrik atau industri rumahan yang berada di sekitar Sungai Cisadane. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya pencemaran lingkungan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya bakal meningkatkan pengawasan dengan menyisir bantaran Sungai Cisadane di wilayah Tangerang Selatan.

"Iya itu PR-nya (menyisir Sungai Cisadane). Peningkatan pengawasan harus terus dilakukan," kata Pilar kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Hasil Uji Lab Keluar, Cairan Merah di Sungai Cisadane Disebut Tak Berbahaya

Menurut Pilar, pihaknya bakal membahas langkah-langkah strategis yang akan dilakukan untuk mencegah adanya bangunan, seperti pabrik atau industri rumahan, berdiri di sempadan sungai.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan meminta pengelola pabrik yang telanjur berdiri di pinggir Sungai Cisadane untuk pindah ke lokasi lain.

"Mudah-mudahan nanti ada langkah-langkah strategis untuk menggeser lokasi industri-industri, baik itu home industry ataupun industri berat dari pinggiran sungai," ungkap Pilar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pemkot Tangsel Minta Pabrik Pengolahan Plastik di Sempadan Sungai Cisadane Pindah Lokasi

Dengan begitu, Pilar berharap kasus pembuangan limbah berwarna merah yang dilakukan oleh pabrik pengolahan sampah plastik di Kavling Serpong ke Sungai Cisadane tak terulang.

"Walaupun pada akhirnya tidak berbahaya kan tetap saja itu menyalahi. Apalagi kan membuang limbah apa pun kan karena harus dikelola melalui IPAL dan harus ada izinnya," pungkasnya.

Sebelumnya, video viral memperlihatkan Sungai Cisadane di kawasan Serpong telah tercemar cairan limbah berwarna merah.

Cairan berwarna merah itu disebut berasal dari pabrik pengolahan sampah plastik.

Baca juga: Banyak Ikan Mabuk Diduga Kena Limbah di Sungai Cisadane, Warga Ramai-ramai Bawa Jaring hingga Jala

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

3 Gerbong KRL Rusak Usai Anjlok di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Kadishub Akui Ganjil Genap Margonda Depok Bikin Sejumlah Jalan Lain Macet

Megapolitan
Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Uji Coba Ganjil Genap di Margonda Depok Akan Diberlakukan Lagi 11-12 Desember

Megapolitan
Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Megapolitan
Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Pemprov DKI Tegur Kontraktor yang Bangun Sumur Resapan di Jalan Lebak Bulus III

Megapolitan
Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Megapolitan
Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Megapolitan
16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

Megapolitan
Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Megapolitan
KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.