Kompas.com - 18/10/2021, 15:29 WIB
Komunitas lintas agama di Indonesia mendesak pemerintah agar peduli dan serius menangani krisis iklim. Pada Minggu (17/10/2021) kemarin, para tokoh lintas agama itu melakukan aksi unjuk rasa di depan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, guna menyampaikan pesan mereka. Dok GreenFaith InternationalKomunitas lintas agama di Indonesia mendesak pemerintah agar peduli dan serius menangani krisis iklim. Pada Minggu (17/10/2021) kemarin, para tokoh lintas agama itu melakukan aksi unjuk rasa di depan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, guna menyampaikan pesan mereka.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komunitas lintas agama di Indonesia mendesak pemerintah agar peduli dan serius menangani krisis iklim. Pada Minggu (17/10/2021) kemarin, para tokoh lintas agama itu melakukan aksi unjuk rasa di depan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, guna menyampaikan pesan mereka.

Aksi yang terkoordinasi secara global tersebut merupakan bagian dari kampanye global “Faiths for Climate Justice” atau “Iman untuk Keadilan Iklim”.

Faiths for Climate Justice merupakan gerakan mobilisasi global umat beragama yang diorganisir oleh GreenFaith International Network yaitu aliansi multi-agama dari berbagai organisasi keagamaan akar rumput di Afrika, Amerika, Asia, Australia, dan Eropa.

Baca juga: Divonis Bersalah atas Polusi Udara, Jokowi Banding, Anies Menerima

“Merusak dan tidak menjaga lingkungan adalah perbuatan haram, karena itu yang menimbulkan mudharat tiada bertepi serta merusak masa depan generasi yang akan datang," kata Hening Parlan, Kepala Divisi Lingkungan Hidup, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Aisyiyah yang sekaligus founding partner dari GreenFaith International di Asia, dalam keterangan tertulis, Senin.

Parlan mengatakan, beragama harus direfleksikan dalam tindakan tidak merusak dan menjaga lingkungan. Sebab lingkungan tak dijaga, maka umat beragama telah abai pada nilai keagamaan.

"Menjaga dan memelihara lingkungan adalah jihad yang mulia” ujarnya.

Brigitta Isworo selaku GreenFaith International Fellow, mengatakan, merusak bumi dan lingkungan sama dengan merusak kehidupan yang diberikan oleh Tuhan.

“Kita lupa bahwa kita sendiri dibentuk dari debu tanah (Kejadian 2:7), tubuh kita tersusun dari partikel-partikel bumi, serta kita menghirup udaranya serta dihidupkan dan disegarkan oleh airnya," ujar dia.

Baca juga: Dua Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Keberatan Dakwaan

David Efendi, anggota Presidium Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) menegaskan bahwa bumi diciptakan dalam keseimbangan yang sakral. Namun selama ini penggunaan bahan bakar fosil serta deforestasi telah merusaknya.

“Kaum muda beragama di Indonesia menyerukan agar para pemimpin dunia yang akan bernegosiasi di COP 26 nanti untuk segera mengakhiri era bahan bakar fosil dan deforestasi serta mempercepat Global Green Deal yang akan memastikan ketersediaan energi bersih dan lapangan kerja ramah lingkungan," ujarnya.

Aksi iklim multi-agama itu memang diselenggarakan dua minggu sebelum Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021, juga dikenal sebagai COP26.

Aksi ini dilakukan untuk menunjukkan protes keras dari berbagai komunitas agama di dunia atas kurangnya keseriusan dari berbagai pemerintahan dunia dalam komitmen serta program nyata untuk penanggulangan krisis iklim hingga saat ini.

Aksi yang sama juga disebut telah digelar di waktu bersamaan di kota-kota lain di dunia.

Di kota New York, aktivis pemuda-pemudi Yahudi dan aliansi lintas agama memblokade pintu masuk ke markas BlackRock, manajemen aset terbesar di dunia, yang menginvestasikan miliaran dolar dalam proyek minyak, gas, dan deforestasi.

Di Inggris Raya, tuan rumah COP 26 mendatang, sebuah kelompok lintas agama berbaris di depan kediaman Perdana Menteri di 10 Downing Street di London dan mengajukan tuntutan dan petisi keagamaan, dan kemudian memproyeksikan tuntutan iklim ke Gedung Parlemen.

Gereja-gereja di seluruh Inggris menggantung spanduk yang menyerukan pemerintahnya untuk mengakhiri proyek bahan bakar fosil baru dan memberikan dukungan keuangan yang murah hati untuk negara-negara yang rentan terhadap iklim.

Para pemimpin agama di Australia mengadakan kebaktian dan berdoa bersama umat berbagai agama di luar kantor lokal Perdana Menteri Scott Morrison, membentangkan spanduk besar yang bertuliskan, “Scott Morrison: Lindungi Ciptaan Tuhan - Aksi Iklim yang Berani Sebelum 2030”.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Megapolitan
Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Megapolitan
Kecelakaan antara Dua Truk di Jalan Gatot Soebroto, Satu Sopir Tewas

Kecelakaan antara Dua Truk di Jalan Gatot Soebroto, Satu Sopir Tewas

Megapolitan
Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Polisi Ringkus Pelaku

Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Polisi Ringkus Pelaku

Megapolitan
Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Akan Beroperasi Senin-Jumat pada Jam Sibuk

Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Akan Beroperasi Senin-Jumat pada Jam Sibuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.