Catatan Terakhir Korban Tewas Susur Sungai Ciamis: Desember Jemput Ya

Kompas.com - 19/10/2021, 12:07 WIB
AS dan istri, orangtua MKF, salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi susur Sungai Cileueur, Ciamis, Jawa Barat pada Jumat (15/10/2021). Mita Amalia HapsariAS dan istri, orangtua MKF, salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi susur Sungai Cileueur, Ciamis, Jawa Barat pada Jumat (15/10/2021).

DEPOK, KOMPAS.com - AS tak sanggup melihat catatan di secarik kertas yang dikirimkan anaknya MKF (12), beberapa hari sebelum tragedi susur sungai di Ciamis, Jawa Barat.

MKF merupakan satu dari 11 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Harapan Baru yang ditemukan meninggal dunia terseret arus dan tenggelam saat susur Sungai Cileueur, Leuwi Ili Desa Utama Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis, Jumat lalu.

AS mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian, anaknya sempat mengirimkan gambar yang berisi catatan di secarik kertas tentang kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan.

Baca juga: Orangtua Korban Tewas Susur Sungai di Ciamis Ingin Tahu SOP Kegiatan

Setidaknya, terdapat 10 poin kebutuhan yang MKF tulis. Namun, pada poin ke 9, bocah berusia 12 tahun itu menuliskan kalimat yang membuat orangtuanya tak sanggup menatap gambar itu lagi.

"Pokoknya Desember nanti kalau libur, dijemput, oke! Di sini 50 persen betah, 50 persen tidak betah," begitu tulis MKF dengan tambahan dua buah emoji senyum di antara dua kalimat tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AS, ayah korban, mengaku menyimpan penyesalan karena tidak bisa mengabulkan permintaan terakhir anak keduanya itu.

Baca juga: Cerita Seputar TKP Tragedi Susur Sungai Ciamis: Nama Korban Hanyut Pertama Jadi Nama Kampung, hingga Dikenal Angker

"Gambar dua wajah senyum itu. Dia juga sebelumnya, sempat meminta ingin pulang karena kangen suasana rumah," ungkap AS sambil menangis mengenang anaknya.

AS mengatakan komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Senin (11/10/2021). Ia dan keluarga sempat melakukan panggilan video dengan MKF.

"Saat video call itu dia beberapa kali minta pulang, minta dijemput. Hanya saja saat itu belum bisa. Itu yang menjadi penyesalan saya," jelas dia.

Selain secarik kertas, AS juga mengingat anaknya memiliki sebuah buku harian, yang dia berikan saat mengantar anaknya masuk pesantren pada 24 Juli lalu.

Dari buku itu, ia berharap bisa mengetahui masa-masa terakhir anaknya, sekaligus menjadi obat rindu ke depannya.

Di sisi lain, meski kehilangan, AS dan istri mengaku ikhlas atas kepergian anaknya. Keduanya berharap penyelidikan atas tragedi tersebut bisa segera selesai, sehingga kronologi kejadian nahas itu bisa segera terungkap.

Ia mengatakan tidak bermaksud menyalahkan siapapun dalam peristiwa tersebut. Ia pun berterima kasih atas perhatian banyak pihak atas duka keluarganya, termasuk perhatian dari para pejabat, masyarakat, maupun pihak pondok pesantren.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Megapolitan
Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Megapolitan
Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Megapolitan
Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Megapolitan
RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.