Kompas.com - 19/10/2021, 17:35 WIB
Suasana malam hari zona 2 Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan, Rabu (3/3/2021). Tribun Jakarta / Jaisy Rahman TohirSuasana malam hari zona 2 Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan, Rabu (3/3/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan bahwa mereka belum akan menutup pusat karantina Rumah Lawan Covid-19 meski saat ini tak lagi dihuni oleh pasien terkonfirmasi positif.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, Rumah Lawan Covid-19 akan tetap disiagakan untuk penanganan pasien positif tanpa gejala maupun bergejala ringan.

"RLC tetap kami siagakan sebagai tempat penangan covid. Walaupun sudah kosong tapi tetap kami siagakan," ujar Benyamin, Selasa (19/10/2021).

Menurut Benyamin, penanganan pasien Covid-19 di pusat karantina itu akan difokuskan di zona 2 Rumah Lawan Covid-19 yang memiliki kapasitas sekitar 150 tempat tidur.

Sementara gedung utama di zona 1 Rumah Lawan Covid-19, kata Benyamin, akan dilakukan perbaikan sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan setelah beroperasi hampir dua tahun terakhir.

"Memang konsentrasinya akan lebih ke RLC Zona 2 kapasitas nya 150 tempat tidur. Itu tetap kami siagakan," pungkasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Benyamin menegaskan bahwa Rumah Lawan Covid-19 akan tetap disiagakan selama masih ditemukan kasus penularan virus corona.

Diketahui, kasus Covid-19 di Tangerang Selatan masih terus bertambah. Dinas Kesehatan melaporkan, ada dua kasus baru Covid-19 yang ditemukan, pada Senin (18/10/2021).

Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Tangsel sampai Senin ini berjumlah 31.024 kasus.

Satgas Penanganan Covid-19 mengonfirmasi 30.188 orang di antaranya sudah sembuh. Bertambah 8 orang dari data terakhir pada Minggu (17/10/2021).

Sementara itu, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia totalnya tetap 729 orang.

Saat ini, pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan berkurang menjadi 107 orang. Para pasien menjalani isolasi mandiri maupun dirawat di rumah sakit rujukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Megapolitan
Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Megapolitan
Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Megapolitan
Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Megapolitan
RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Megapolitan
Anies Tak Temui Buruh dalam Audiensi di Balai Kota

Anies Tak Temui Buruh dalam Audiensi di Balai Kota

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus, Kontraktor Klaim Gunakan Penutup di Atas Standar

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus, Kontraktor Klaim Gunakan Penutup di Atas Standar

Megapolitan
Manajemen PT Transjakarta Bungkam soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Manajemen PT Transjakarta Bungkam soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.