Suplai Air di Jakarta Bocor hingga 44 Persen, PAM Jaya Pilih Bangun SPAM dan Pipanisasi Baru

Kompas.com - 04/11/2021, 11:48 WIB
Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo dalam konferensi pers di Pulai Ayer, Kepulauan Seribu, Rabu (20/11/2019 KOMPAS.COM/RYANA ARYADITADirektur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo dalam konferensi pers di Pulai Ayer, Kepulauan Seribu, Rabu (20/11/2019

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PAM Jaya mencatat adanya kebocoran suplai air sebanyak 44 persen berdasarkan perhitungan pada awal 2021, yang menyebabkan terjadinya NRW (non-revenue water).

Direktur Utama PAM Jaya, Bambang Hernowo, mengakui bahwa 80 persen kebocoran ini disebabkan oleh kebocoran fisik yang berarti kerusakan jaringan pipa.

Sementara 20 persen sisanya disebabkan oleh masalah pencurian air hingga kesalahan pencatatan meter.

Meskipun demikian, perbaikan secara menyeluruh terhadap jaringan pipa yang rusak dan telah berusia tua ini tidak menjadi prioritas karena dinilai tak efisien.

Baca juga: PDAM Klaim Sudah Bertahap Salurkan Ganti Rugi untuk Korban Jatuhnya Crane di Depok

PAM Jaya pilih fokus dengan rencana membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yang di dalamnya juga terdapat proyek pipanisasi baru.

"Untuk menambah cakupan layanan air itu tidak cukup dengan melakukan penghematan air, tapi harus membawa air yang bisa kita hemat ke daerah yang belum mendapatkan jaringan perpipaan," jelas Bambang pada Kamis (4/11/2021) pagi.

Pembangunan SPAM nanti, yaitu SPAM Ciliwiung-Pesanggrahan dan Jatiluhur-Karian diprakirakan dapat menambah akses air secara signifikan.

Proyek tersebut akan menambah suplai air yang masuk ke PAM Jaya hingga 3.400 liter per detik. Kemudian, proyek tersebut juga bakal sepaket dengan peningkatan jumlah pipanisasi.

"Kalau mengganti (seluruh jaringan pipa lama yang rusak), air yang berhasil dihemat kan harus dibawa ke tempat lain yang belum terakses (pipa). Jadi 2 kali kerja," kata Bambang.

Baca juga: Fakta Baru Kecelakaan Transjakarta di Cawang: Sopir Bus Epilepsi karena Tak Minum Obat

Menurut Bambang, pihaknya tetap akan melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap pipa-pipa tua yang rusak untuk mencegah tingkat kebocoran semakin tinggi.

Namun, dana yang digelontorkan tak begitu besar. Apalagi, untuk menekan tingkat kebocoran hingga 26 persen saja, PAM Jaya mengeklaim butuh duit hingga Rp 7 triliun.

"Jadi tetap ada perbaikan tapi arahnya maintenance (pemeliharaan), maintain seperti eksisting (yang ada sekarang) ini lah. Jangan kemudian menambah kebocoran. Kebocorannya kita perbaiki, meter-meternya kita perbaiki, tapi not much untuk menurunkan secara signifikan," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Megapolitan
197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

Megapolitan
Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.