Ari Junaedi
Akademisi dan konsultan komunikasi

Doktor komunikasi politik & Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama.

Kisah Jenaka tentang Air di Jakarta

Kompas.com - 15/11/2021, 16:10 WIB
Belasan kendaraan bermotor nampak mengambil jalur sebelah kanan untuk menghindari genangan air di Jalan RE Martadinata, Pademangan Jakarta Utara pada Sabtu (6/11/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITABelasan kendaraan bermotor nampak mengambil jalur sebelah kanan untuk menghindari genangan air di Jalan RE Martadinata, Pademangan Jakarta Utara pada Sabtu (6/11/2021).

 

SAYA semakin yakin, pelawak-pelawak kita saat ini akan sulit mencari “job” lawakan karena ketatnya persaingan di profesi ini.

Ada Kiky Saputri dengan gaya roasting-nya. Ada Cak Lontong yang lihai menjungkirbalikkan logika. Ada pula bintang-bintang baru yang lahir dari berbagai event pencarian bakat melawak datang silih berganti 

Dunia lawak kita pun kini sering kalah saing dibanding para pegawai dan pejabat Pemerintahan Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta yang juga “lucu” dan “menggemaskan” jika bicara soal air dan banjir yang melanda ibu kota.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Dudi Gardesi menerangkan, banjir langganan yang kerap terjadi di ruas jalan RE Martadinata, Jakarta Utara disebabkan airnya “loncat” ke kiri dan ke kanan (Kompas.com, 12 November 2021).

Baca juga: Pemprov DKI: Banjir di Jalan RE Martadinata karena Airnya Loncat

Ia menyebut kata "loncat" bisa jadi karena merasa jengah dengan banjir yang terjadi selama sepekan terakhir di sepanjang Jalan RE Martadinata.

Penyebabnya, limpasan air rob di di Jalan Gunung Sahari. Limpasan ini efek dari penutupan pintu air Pelabuhan Marina yang membendung pasang air laut. Saat air laut surut, air yang ada di Jalan RE Martadinata baru bisa dipompa kembali ke laut.

Air “loncat” ke kanan dan ke kiri di Jalan RE Martadinata akan terus terjadi setiap kali air laut pasang. Mengurus air "locat" ini ibarat pekerjaan yang tidak akan ada habisnya. Benar-benar terlalu kelakuan air “loncat”.

Untungnya ada Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmar Riza Patria yang mengingatkan kembali perlunya kata “sabar”. Penanganan banjir di kawasan RE membutuhkan waktu yang lama dan tidak dapat diselesaikan dalam hitungan tahun.

Salah satu kesulitannya adalah ruas Jalan RE Martadinata berada di kawasan yang cukup rendah. Upaya yang telah dilakukan SDA DKI adalah menyiapkan dua pompa apung untuk mengurangi genangan dan 50 karung pasir untuk tanggul mencegah luapan air akibat air pasang tumpah ke jalan (Kompas.com, 8 November 2021).

Baca juga: Banjir Rob di RE Martadinata, Wagub DKI: Mohon Bersabar

Sumur resapan di atas trotoar

Kehebohan penanganan banjir di Ibukota Jakarta tidak sekadar air “loncat”. Pekan-pekan ini warga Jakarta masih disuguhi humor tentang sumur resapan yang oleh Gubernur Anies Baswedan disebut sebagai drainase vertikal.

Mulanya warga kaget dengan adanya galian lubang di trotoar Jalan Raden Said Soekanto di dekat Kanal Banjar Timur (KBT). Galian lubang itu disebut sebagai sumur resapan, bagian dari program kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengendalikan banjir.

Yang membuat warga tidak habis pikir dengan pembangunan ini adalah letak sumur resapan lebih tinggi daripada permukaan jalan.

Sekali lagi, mungkin konsep pemikiran para pejabat Pemda DKI adalah air diminta “loncat” ke kanan dan ke kiri (Kompas.com, 14/11/2021).

Baca juga: Pembangunan Sumur Resapan di Dekat BKT Dikritik, Anak Buah Anies Malah Gunakan Istilah Drainase Vertikal

Karena pembangunan sumur resapan yang posisinya lebih tinggi dari trotoar menjadi viral dan diolok-olok warga, Wakil Gubernur Reza Patria kembali mengeluarkan jurus baru. Menurut dia, pembangunan sumur resapan tersebut tetap bisa menyerap air.

Konon, air tetap masuk dari permukaan jalan melalui tali-tali air ke bak kontrol yang berbentuk kotak.

Pemrov DKI Jakarta tetap yakin pembuatan sumur resapan bisa berkontribusi dalam penanganan banjir di Ibu Kota Jakarta.

Pembuatan sumur resapan adalah bagian dari janji kampanye Anies Baswedan saat Pilkada DKI 2017. Anies begitu optimistis pembuatan sumur resapan bisa mengendalikan banjir dan genangan saat hujan mengguyur Jakarta.

Saat kampanye, Anies mengatakan ada empat hal utama yang akan dia lakukan jika terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Megapolitan
Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Megapolitan
Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Megapolitan
Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Megapolitan
51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

Megapolitan
Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Megapolitan
Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Megapolitan
Vaksinasi Dosis Ketiga secara 'Door to Door' Jangkau Lansia di Utan Panjang

Vaksinasi Dosis Ketiga secara "Door to Door" Jangkau Lansia di Utan Panjang

Megapolitan
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Megapolitan
Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Megapolitan
5 Warga Kota Tangerang Positif Omicron, 2 di Antaranya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

5 Warga Kota Tangerang Positif Omicron, 2 di Antaranya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Megapolitan
Disindir Anies 'Kurang Kerjaan' karena Cek Sirkuit Formula E, PSI: Kami Paham Bapak Sangat Sibuk

Disindir Anies "Kurang Kerjaan" karena Cek Sirkuit Formula E, PSI: Kami Paham Bapak Sangat Sibuk

Megapolitan
Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Megapolitan
8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.