Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/11/2021, 07:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kafe berdiri di atas saluran air di kawasan langganan banjir di Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kafe yang menyalahi aturan tersebut diketahui sudah ada bertahun-tahun lamanya, tetapi tidak ditindak oleh pihak yang berwenang.

Camat Mampang Prapatan Djaharuddin berdalih tidak melihat bangunan yang ada di atas saluran air tersebut karena terletak di dalam pekarangan rumah.

“Susah untuk kami memonitor aktivitas di belakang rumah. Izin secara administrasi ada, tapi kadang kan PTSP tidak melihat secara fisik,” ujar Djaharuddin, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Berubah Jadi Jakpreneur, Bagaimana Nasib OK-OCE yang Digadang Anies Bisa Kurangi Kemiskinan di Jakarta?

Diyakini, keberadaan kafe di atas saluran air tersebut memicu terjadinya banjir yang lebih parah di kawasan Kemang.

Djaharuddin mengatakan, pihaknya sudah memanggil pemilik kafe dan meminta mereka membongkar bangunannya sendiri.

“Soalnya bangunan agak kokoh. Imbauan untuk membongkar sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Selatan akan memetakan banguna yang berdiri di atas saluran air guna mengatasi banjir di wilayahnya.

Baca juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Kini Bisa Diunduh via WhatsApp, Begini Caranya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Bekasi Bulan Agustus 2023

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Bekasi Bulan Agustus 2023

Megapolitan
Kabur, Ditemukan, lalu Kabur Lagi, Bocah Asal Bogor Tiba-tiba Pulang Sendiri ke Rumah

Kabur, Ditemukan, lalu Kabur Lagi, Bocah Asal Bogor Tiba-tiba Pulang Sendiri ke Rumah

Megapolitan
Ketika Polisi Jadi 'Guru' untuk Semangati Siswa yang Ikut Program Kejar Paket

Ketika Polisi Jadi "Guru" untuk Semangati Siswa yang Ikut Program Kejar Paket

Megapolitan
Lantai JPO di Jalan Daan Mogot Hilang, Petugas Pasang Garis Pengaman

Lantai JPO di Jalan Daan Mogot Hilang, Petugas Pasang Garis Pengaman

Megapolitan
Nongkrong Bersama Teman, Remaja di Depok Tewas Dibacok Gerombolan Tak Dikenal

Nongkrong Bersama Teman, Remaja di Depok Tewas Dibacok Gerombolan Tak Dikenal

Megapolitan
Dinas Bina Marga Akan Colek Apjatel, Minta Urus Operator Pemilik Kabel Semrawut

Dinas Bina Marga Akan Colek Apjatel, Minta Urus Operator Pemilik Kabel Semrawut

Megapolitan
Cerita Warga yang Ikut Ujian SIM C Pakai Sirkuit Baru, Lebih Sederhana Dibanding Trek '8'

Cerita Warga yang Ikut Ujian SIM C Pakai Sirkuit Baru, Lebih Sederhana Dibanding Trek "8"

Megapolitan
Kabel Kusut Menjuntai dan Tiang Listrik Miring di Cikini, Sudin: Sebenarnya Tanggung Jawab Operator

Kabel Kusut Menjuntai dan Tiang Listrik Miring di Cikini, Sudin: Sebenarnya Tanggung Jawab Operator

Megapolitan
Minggat Setelah Bertengkar dengan Kakaknya, Bocah Asal Bogor Ditemukan di Cipayung lalu Kabur Lagi

Minggat Setelah Bertengkar dengan Kakaknya, Bocah Asal Bogor Ditemukan di Cipayung lalu Kabur Lagi

Megapolitan
Dalam 4 Hari, Kabel Semrawut di 25 Titik Wilayah Jagakarsa Telah Dirapikan

Dalam 4 Hari, Kabel Semrawut di 25 Titik Wilayah Jagakarsa Telah Dirapikan

Megapolitan
Menjelang Agustusan, Warga Diminta Tak Pasang Bendera dan Umbul-umbul di Tiang Listrik

Menjelang Agustusan, Warga Diminta Tak Pasang Bendera dan Umbul-umbul di Tiang Listrik

Megapolitan
Polisi Sebut Perampok di Alfamart Pondok Ranggon Bawa Dua Senjata

Polisi Sebut Perampok di Alfamart Pondok Ranggon Bawa Dua Senjata

Megapolitan
Ada Tim Sisir Kabel Semrawut di Jagakarsa, Dimulai dari Tiga Kelurahan

Ada Tim Sisir Kabel Semrawut di Jagakarsa, Dimulai dari Tiga Kelurahan

Megapolitan
Pemulung Temukan Sosok Bayi di TPU Malaka II Jakarta Timur, Warga Bilang Kerap Terjadi

Pemulung Temukan Sosok Bayi di TPU Malaka II Jakarta Timur, Warga Bilang Kerap Terjadi

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut 'Body Checking' Finalis Miss Universe Indonesia Salahi Aturan

Kuasa Hukum Sebut "Body Checking" Finalis Miss Universe Indonesia Salahi Aturan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com