Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggaran Minim Renovasi Sekolah di Jakarta Jadi Sorotan Usai Robohnya Bangunan SMAN 96

Kompas.com - 18/11/2021, 09:25 WIB
Ivany Atina Arbi

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggaran minim renovasi sekolah di Jakarta menjadi sorotan usai bangunan SMAN 96 di Jakarta Barat roboh ketika sedang direhab total.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mengungkapkan, total anggaran untuk Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 adalah senilai 16,54 triliun.

Namun, hanya Rp 21,2 miliar yang dianggarkan untuk renovasi sekolah. Padahal, menurut Ima, dana yang dibutuhkan jauh lebih besar daripada itu karena banyak sekolah di Jakarta butuh pemeliharaan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI setidaknya perlu menganggarkan Rp 500 miliar untuk program rehabilitasi sekolah, bebernya.

“Kami sudah sampaikan tiap tahun bahwa ada sekolah yang rusak, sampai kami kunjungan ke sekolah-skeolah yang tidak layak pakai,” kata Ima, dilansir dari Antara.

Baca juga: Saat Anies Potong Dana Rehab Sekolah dan Sebut Pendidikan Tak Hanya soal Infrastruktur...

Ima menyayangkan sikap Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengabaikan program rehabilitasi sekolah, padahal Anies adalah orang yang berlatar belakang kuat di dunia pendidikan.

"Padahal beliau (Anies) juga salah satu pemerhati pendidikan ya," ujarnya.

Anies potong dana rehab sekolah

Catatan Kompas.com, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies justru memotong dana rehab sekolah.

Mantan Menteri Pendidikan itu mengatakan pada 2019 lalu bahwa fokus Pemprov DKI terhadap bidang pendidikan tak hanya soal pembangunan fisik.

"Seringkali kita menganggap bahwa perhatian pada pendidikan itu diukur dari infrastruktur fisik, lalu dilihatnya rehab sekolah. Padahal, dalam kenyataannya, sekolah yang direhab ya sekolah yang sudah baik pula," ujar Anies, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Detik-detik Robohnya Bangunan SMAN 96 Jakarta, Ada Teriakan Minta Tolong

Anies ingin Dinas Pendidikan DKI Jakarta lebih fokus pada pembangunan mutu sumber daya manusia (SDM). Dia sudah memanggil pejabat Dinas Pendidikan untuk fokus pada hal tersebut.

"Justru kami berikan porsi yang lebih baik, lebih tinggi, untuk peningkatan mutu pendidikan, tapi orang seringkali melihatnya semata-mata jumlah sekolah yang direhab, padahal yang didorong justru pada peningkatan mutunya," kata dia.

Peningkatan mutu SDM, kata Anies, bisa dilakukan dengan membuat pelatihan-pelatihan. Kualitas para pendidik juga harus ditingkatkan.

"Pembangunan yang harus dilakukan di kota ini tak selalu bersifat fisik, tapi seringkali yang bersifat fisik itu yang didorong karena itu yang kelihatan," ucap Anies.

Setidaknya 30 gedung sekolah di Jakarta batal direhab total pada 2020.

Halaman:


Terkini Lainnya

Bacakan Duplik, Polda Metro Kembali Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Aiman

Bacakan Duplik, Polda Metro Kembali Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Aiman

Megapolitan
Masih Buronnya Enam dari 16 Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur, Kinerja Kapolsek Dipertanyakan

Masih Buronnya Enam dari 16 Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur, Kinerja Kapolsek Dipertanyakan

Megapolitan
Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Megapolitan
Perempuan Terjun dari 'Flyover' Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Perempuan Terjun dari "Flyover" Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari 'Flyover' Ancol Sudah Siuman

Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari "Flyover" Ancol Sudah Siuman

Megapolitan
Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Megapolitan
Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Megapolitan
Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga 'Digantung'

Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga "Digantung"

Megapolitan
Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Megapolitan
Aiman Witjaksono Hadirkan Ahli Hukum Pidana dan Pers di Sidang Praperadilan

Aiman Witjaksono Hadirkan Ahli Hukum Pidana dan Pers di Sidang Praperadilan

Megapolitan
Aiman Witjaksono Bawa Tiga Bukti di Sidang Praperadilan Hari Ini

Aiman Witjaksono Bawa Tiga Bukti di Sidang Praperadilan Hari Ini

Megapolitan
Operasi Pasar Murah di Bekasi Membeludak, Pj Wali Kota: Ada Keterlambatan Datangnya Pasokan

Operasi Pasar Murah di Bekasi Membeludak, Pj Wali Kota: Ada Keterlambatan Datangnya Pasokan

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Tomang Keluhkan Distribusi Sembako yang Tidak Merata

Pedagang Kelontong di Tomang Keluhkan Distribusi Sembako yang Tidak Merata

Megapolitan
Korban Longsor Gang Barjo Bogor Menanti Pembangunan yang Tak Kunjung Terealisasi

Korban Longsor Gang Barjo Bogor Menanti Pembangunan yang Tak Kunjung Terealisasi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com