Kompas.com - 19/11/2021, 21:30 WIB
Murid PAUD Anyelir, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, terpaksa belajar di luar gedung pada Kamis (18/11/2021) karena sekolah mereka disegel ketua RW setempat. Pengelola PAUD mengatakan, sekolah mereka disegel setelah tidak mau membayar iuran yang diminta ketua RW itu. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALMurid PAUD Anyelir, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, terpaksa belajar di luar gedung pada Kamis (18/11/2021) karena sekolah mereka disegel ketua RW setempat. Pengelola PAUD mengatakan, sekolah mereka disegel setelah tidak mau membayar iuran yang diminta ketua RW itu.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Aksi penyegelan paksa gedung PAUD Anyelir, Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang, disebut terjadi karena tidak ada komunikasi antara pihak PAUD dan penyegel.

Imbas penyegelan, murid-murid PAUD Anyelir terpaksa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di luar sekolah pada 17-19 November 2021.

Penyegelan paksa itu dilakukan oleh MAK, Ketua RW 004 Pedurenan.

"Pengurus RW dengan PAUD Anyelir memang selama ini tidak ada komunikasi," papar Lurah Pedurenan Abdurahman saat ditemui usai musyawarah penyelesaian masalah penyegelan PAUD Anyelir yang digelar di kantor Kelurahan Pedurenan, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Ujung Polemik Penyegelan dan Duit Iuran, Ini Kesepakatan Antara Pak RW dan PAUD Anyelir

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil musyawarah, MAK dan pihak PAUD Anyelir memang belum pernah berkomunikasi secara langsung untuk membahas persoalan penyegelan itu.

"Mereka tidak pernah duduk bareng, tidak pernah saling ketemu ya," sebutnya.

Abdurahman menyatakan, murid-murid PAUD Anyelir sudah dapat menjalani PTM terbatas di dalam gedung itu per Senin pekan depan.

"(Per Senin pekan depan) sudah bisa sekolah, bisa," ucap dia.

Baca juga: Isi Pesan Pak RW Minta Duit Iuran ke PAUD Anyelir: Biaya Sewa Rp 750.000 Per Bulan

Pengelola PAUD Anyelir mengungkapkan hasil musyawarah atas penyegelan paksa yang dilakukan MAK terhadap gedung sekolah tersebut.

Pendiri PAUD Anyelir, Yeti, berujar, berdasarkan hasil musyawarah, pihaknya harus menambah struktur organisasi di Posyandu Anyelir.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.