Pelaku Tawuran yang Tewaskan Satu Orang di Tebet Beli Celurit Khusus untuk Lukai Korban

Kompas.com - 24/11/2021, 09:10 WIB
Polres Metro Jakarta Selatan menangkap 19 orang pelaku tawuran antar kelompok yang terjadi di tiga lokasi wilayah Jakarta Selatan, dua pekan lalu. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPolres Metro Jakarta Selatan menangkap 19 orang pelaku tawuran antar kelompok yang terjadi di tiga lokasi wilayah Jakarta Selatan, dua pekan lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Tebet Kompol Alexander Yuriko mengatakan, satu dari 10 pelaku tawuran membeli sebilah celurit besar secara online sebelum menyerang kelompok lain.

Tawuran itu terjadi di Jalan Manggis, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (20/11/2021). Satu orang berinisial AK tewas dalam aksi tawuran antarkelompok itu.

"Iya (celurit) beli di online. Beli yang panjang seharga Rp 420.000. Kata dia (pelaku) digunakan aksi itu (di Tebet) saja tapi masih didalami," kata Alex saat dikonfirmasi, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Fakta-fakta Tawuran Maut Pemuda, Berawal Pelaku Cari Musuh di Manggarai

Alex mengatakan, saat ini penyidik masih meminta keterangan pelaku untuk menelusuri akun yang menjual celurit besar. Akun penjual celurit itu sebelumnya telah dihapus.

"Sudah dihapus. Nanti kami cari, kami telusuri. Sajam itu punya pribadi," kata Alex.

Alex menyatakan, celurit yang dibeli pelaku memang dibuat khusus untuk melukai orang dalam aksi tawuran. Sebab, celurit itu memiliki ukuran besar, berbeda dari celurit pada umumnya.

"Itu sajam diangkat saja berat. Itu memang untuk melukai. Kami akan patroli, berusaha calon pelaku tawuran ini tidak mendapatkan bahan baku," ucap Alex.

Baca juga: Ibu Arteria Dahlan Vs Istri Jenderal Bintang 1, Mengapa Orang Cenderung Bawa Jabatan Saat Berseteru?

Aksi tawuran itu semula terungkap saat anggota Polsek Tebet mendapat informasi dari pihak rumah sakit yang melaporkan ada pemuda mengalami luka.

Korban diduga terluka akibat terkena sabetan senjata tajam.

Polisi seusai memeriksa korban melakukan penyelidikan dan menangkap 10 orang pelaku yang tergabung dalam kelompok 'Raya Bogor'.

Polisi menyebutkan, para pelaku yang ditangkap berusia 18-21 tahun. Mereka kerap mencari musuh dengan menyisir sejumlah jalan di Jakarta sambil membawa senjata tajam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Sejumlah Titik di Tegal Alur Masih Banjir, Penyedotan Air Dilakukan di Malam Hari

Megapolitan
Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Dari 1.000 KK, Hanya 15 Keluarga Korban Banjir di Kecamatan Benda yang Mengungsi

Megapolitan
Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Megapolitan
Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Megapolitan
Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.