Kompas.com - 24/11/2021, 15:58 WIB
Antrean warga yang ingin mencairkan BST di ATM Bank DKI mengular di Gedung Mitra Praja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/7/2021) sore. WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGANAntrean warga yang ingin mencairkan BST di ATM Bank DKI mengular di Gedung Mitra Praja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/7/2021) sore.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru-baru ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat (Jakpus) mengungkap kasus dugaan korupsi yang dilakukan dua pimpinan cabang Bank DKI. Kerugian negara akibat korupsi tersebut ditaksir mencapai Rp 39 miliar.

Lalu, ke mana uang korupsi itu mengalir?

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jakpus Yon Kasiku mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih belum menemukan petunjuk bahwa uang korupsi itu dialirkan ke pihak lain.

"Hasil korupsinya sih untuk kepentingan diri sendiri," kata Yon Kasiku, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Dua Pimpinan Cabang Bank DKI Ditahan di Rutan Salemba dan Cipinang

Namun, Yon juga belum mau membeberkan uang itu digunakan untuk apa saja. Ia beralasan saat ini penyidikan masih terus berlangsung.

"Nanti fakta persidangannya, masih penyidikan. Kami sedang penelusuran juga, dinikmati sama dia. Untuk apa saja kami telusuri," ucap Yon.

Kedua pimpinan Bank DKI itu, yakni MT selaku pimpinan Bank DKI cabang Muara Angke dan JPSE selaku pimpinan Bank DKI cabang Permata Hijau. Mereka sudah ditangkap dan ditahan bersama satu pihak swasta, yakni RISE selaku Direktur Utama PT Broadbiz.

"Dilakukan penahanan di rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 16 November sampai 20 hari ke depan," kata Kajari Jakarta Pusat Bima Suprayoga.

Mereka ditangkap atas dugaan penyimpangan dalam proses pemberian kredit pemilikan apartemen tunai bertahap. Ketiganya diduga memalsukan data debitur periode 2011 hingga 2017.

"Terjadinya pemalsuan data terhadap debitur, yang pada kenyataannya debitur tidak pernah mengajukan kredit ke Bank DKI tersebut," kata Bima.

Perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus korupsi itu merugikan keuangan negara sebesar Rp Rp 39,1 miliar. Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Pertanyakan Progres Laporannya, Korban Penipuan Apartemen di Jaksel Datangi Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Pihak Kecamatan Benda Dirikan Dapur Umum bagi Warga Terdampak Banjir

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Kasus Omicron di Jakarta Hampir 1.000, Wagub DKI Imbau Masyarakat Tak Keluar Rumah jika Tak Mendesak

Megapolitan
Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Slipi Masih Jual Minyak Goreng Rp 20.000 Per Liter

Megapolitan
Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Megapolitan
Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Megapolitan
Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

Megapolitan
Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.