Kompas.com - 01/12/2021, 13:45 WIB
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan melakukan pengerukan lumpur pada saluran penghubung (PHB) Setiabudi Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan. Dokumentasi Kominfotik JakselSuku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan melakukan pengerukan lumpur pada saluran penghubung (PHB) Setiabudi Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan melakukan pengerukan lumpur di saluran penghubung (PHB) Setiabudi Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Pengerukan dilakukan sebagai upaya normalisasi saluran agar dapat lebih banyak menampung air, terlebih saat memasuki musim hujan

"Pengurasan lumpur pada crossing saluran Setiabudi Barat dilakukan dalam rangka normalisasi jelang musim penghujan," kata Kepala Satuan Pelaksana Satpel Sudin SDA Kecamatan Setiabudi, Yansori, dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: 15 Meter Kubik Lumpur Diangkut dari Pengerukan Kali Sunter di Cipinang Melayu

Yansori menjelaskan, pengerukan lumpur dilakukan di saluran yang berdiameter lebih dari satu meter sedalam 60 sentimeter. Pengerukan dilakukan sepanjang 100 meter dari lokasi tepat di belakang SMA Negeri 3 Setiabudi.

"Pengurasan dilakukan dalam rangka normalisasi karena saluran sudah banyak sampah. Selain itu juga sedimen lumpurnya sudah cukup padat," kata Yansori.

Yansori menjelaskan, pengerukan lumpur dilakukan sejak pertengahan November 2021. Saat ini pengerukan sudah sejak mencapai 50 persen.

Pengerukan ditargetkan selesai sampai dengan 20 Desember 2021. Pengerjaan pengerukan saluran dilakukan oleh sembilan personel SDA di Kecamatan Setiabudi.

"Dengan dikurasnya crossing saluran maka saat hujan selain dapat lebih banyak menampung air juga mengalir lancar ke Waduk Setiabudi Barat," kata Yansori.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.