Imbas KRL Anjlok di Ciputat, Rute Tanah Abang-Rangkas Bitung Terganggu Selama 6 Jam

Kompas.com - 05/12/2021, 21:36 WIB
Rangkaian KRL yang anjlok di jalan perlintasan kereta di Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Minggu (5/12/2021) siang. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALRangkaian KRL yang anjlok di jalan perlintasan kereta di Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Minggu (5/12/2021) siang.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Jalur kereta rel listrik (KRL) rute Tanah Abang-Rangkas Bitung baru dapat digunakan sepenuhnya setelah enam jam terhambat.

Rute itu sebelumnya terhambat karena ada rangkaian KRL anjlok di dekat Stasiun Sudimara, tepatnya di pelintasan sebidang di Jombang, yang menghubungkan Jalan Betawi dan Jalan Jombang Raya, Minggu (5/12/2021) siang.

KRL itu anjlok di rel nomor dua. Adapun di sana ada tiga jalur kereta.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba berujar, terdapat dua rel yang dapat digunakan KRL rute Rangkas Bitung-Tanah Abang, yakni rel nomor satu dan dua.

Baca juga: KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, Jadwal Perjalanan Kereta Rute Serpong-Tanah Abang Terlambat

Namun, karena ada kecelakaan itu, hanya satu rel yang dapat digunakan sejak pukul 12.20 WIB.

"Masih bisa dilalui jalur bergantian dengan menggunakan satu jalur tadi, baik dari arah Rangkas Bitung atau pun Tanah Abang," kata Anne saat ditemui di lokasi anjloknya KRL, Minggu.

"Tetap beroperasi, tetapi ada keterlambatan yang ditimbulkan, karena rel yang digunakan hanya satu," sambung dia.

Baca juga: 4 dari 10 Gerbong KRL yang Anjlok di Pelintasan Ciputat Ditarik Kereta Penolong

Kemudian, mulai pukul 18.20 WIB atau sekitar enam jam kemudian, rel nomor dua sudah dapat digunakan kembali.

"Kenapa operasionalnya itu baru berjalan 18.22 WIB, kami harus melakukan pengecekan rel dulu apakah terdampak, listrik aliran atasnya apakah terdampak, dan semua operasional di sini, apakah sudah layak untuk dilalui," kata Anne.

Anne sebelumnya berujar, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab anjloknya rangkaian KRL tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Megapolitan
Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Megapolitan
Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Megapolitan
Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Megapolitan
Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Megapolitan
1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Megapolitan
Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Megapolitan
3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

Megapolitan
Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.