Polisi Tetapkan Satu Tersangka dalam Kasus Tewasnya Anggota FBR Joglo

Kompas.com - 07/12/2021, 14:22 WIB
Kapolsek Kembangan Kompol Khoiri mengatakan pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya seorang anggota Forum Betawi Rempug (FBR) Joglo. Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARIKapolsek Kembangan Kompol Khoiri mengatakan pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya seorang anggota Forum Betawi Rempug (FBR) Joglo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Kembangan telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya seorang anggota Forum Betawi Rempug (FBR) Joglo.

"Untuk pelaku pengeroyokan FBR, sebenarnya kami sudah mengamankan. Saksi-saksi sudah banyak, kami tetapkan satu orang tersangka berinisial NZ," ujar Kapolsek Kembangan Kompol Khoiri saat ditemui di Jakarta Barat, Selasa (7/12/2021).

Khoiri mengatakan, NZ berperan besar dalam pengeroyokan yang menyebabkan anggota FBR, DA (27), meninggal dunia. Namun, Khoiri tidak menjelaskan secara terperinci peran NZ.

"Tentunya dia juga di situ perannya sangat besar dalam kasus ini," kata Khoiri.

Baca juga: Cerita Kurir Paket Temukan Ponsel Paspampres lalu Mengembalikan: Bukan Hak Saya

NZ ditangkap beberapa waktu lalu di sebuah kawasan di Jakarta Selatan.

Selain menangkap NZ, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor, pakaian yang digunakan, dan senjata tajam.

"(Senjata tajam) ada tapi dengan tempat kejadian perkara yang lain. Tentunya kami cari petunjuk-petunjuk lain," kata Khoiri.

Lebih jauh, pihaknya masih terus menggulirkan kasus tersebut. Ia pun tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka dalam kasus ini bertambah.

Baca juga: Data BPBD Jumat Siang, 39 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob hingga 80 Sentimeter

"Tentunya dalam kasus ini, kami akan tangkap orang-orang yang kami duga masih dalam proses pengejaran. Nanti kami tangkap. Mohon doanya," pungkas Khoiri.

Sebelumnya, DA tewas diduga terkena benda tajam saat berada di sekitar markas FBR, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (14/11/2021) pukul 23.00 WIB.

Khoiri sebelumnya menduga, sebelum tewas, DA dikeroyok oleh setidaknya 10 orang. Pihaknya pun telah mengidentifikasi sepuluh pengeroyok tersebut.

"Identifikasi sudah, cuma masih pendalaman lagi. Kami masih periksa keterangan-keterangan saksi," ujar Khoiri saat dihubungi awak media, Minggu (21/11/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

Megapolitan
12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Megapolitan
Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Megapolitan
Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.