Kompas.com - 08/12/2021, 19:01 WIB
Aspal yang menutupi sumur resapan yang berada di Jalan Lebak Bulus III, Jakarta Selatan, kembali dilunangi, Sabtu (4/12/2021). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiAspal yang menutupi sumur resapan yang berada di Jalan Lebak Bulus III, Jakarta Selatan, kembali dilunangi, Sabtu (4/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jaya Beton mengeklaim, penutup sumur resapan yang digunakannya dalam proyek drainase vertikal di DKI Jakarta, termasuk sumur resapan di Jalan Lebak Bulus III, mampu menahan beban hingga 30 ton.

Site Manager PT Jaya Beton untuk proyek drainase vertikal DKI Jakarta Jodhy Pradikta mengatakan, spesifikasi penutup sumur resapan tersebut biasa digunakan PT Jaya Beton dalam proyek di badan jalan.

“Kalau untuk Jaya Beton sendiri, terutama lokasi-lokasi jalan raya, badan jalan, kami menggunakan soesifikasi itu K500. Artinya, dalam 1 sentimeter persegi itu kuat untuk menahan beban 500 kilogram,” ujar Jodhy saat ditemui di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/12/2021) sore.

Baca juga: Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus, Ini Penjelasan Kontraktor

Jodhy menyebutkan, penutup sumur resapan yang digunakan PT Jaya Beton bisa menahan beban berat seperti truk. Standar tersebut digunakan sebagai spesifikasi heavy duty.

“Estimasinya bisa menahan beban 30 ton. Kuat nahan (dilewati) truk kontainer,” sebut dia.

Spesifikasi penutup sumur resapan yang digunakan PT Jaya Beton, Jodhy mengatakan, di atas standar yang ditetapkan oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, yakni K300.

Dengan begitu, penutup sumur resapan bisa menahan beban lebih berat.

“Kalau selama ini sih dari mutu beton terutama tutup buis dari Jaya Beton itu kami sudah perhitungkan beban yang akan lewat di situ. Jadi kami naikkan mutu jadi K500 supaya pengendara juga aman,” kata Jodhy.


Baca juga: Kronologi Sumur Resapan di Lebak Bulus Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi

Terkait proyek sumur resapan di Jalan Lebak Bulus III ambles, Jodhy menilai, ada sejumlah faktor penyebabnya. Salah satunya karena tanah di bagian bawah belum settle (mengendap).

Kontur tanah di Jalan Lebak Bulus III yang berliku dan naik turun pun berpengaruh terhadap amblesnya sumur resapan.

Selain itu, jenis tanah di Jalan Lebak Bulus III didominasi oleh tanah lempung. Jenis tanah lempung kurang untuk mendukung pembangunan sumur resapan.

“Di Jalan Lebak Bulus III di depan gereja itu hampir tanah lempung semua. Jadi ya itu daya dukungnya kurang untuk beban sekian,” kata Jodhy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Megapolitan
Dirut Jakpro Sebut Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tak Gagal tapi Diulang

Dirut Jakpro Sebut Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tak Gagal tapi Diulang

Megapolitan
Beberapa Pengeroyok Kakek 89 Tahun di Cakung Belum Tertangkap, Polisi Pegang Data Kendaraan

Beberapa Pengeroyok Kakek 89 Tahun di Cakung Belum Tertangkap, Polisi Pegang Data Kendaraan

Megapolitan
Rumah Jaelani di Pegangsaan Dua Jadi Pilot Project 'Bedah Rumah' oleh Polsek Wilayah Jakarta Utara

Rumah Jaelani di Pegangsaan Dua Jadi Pilot Project "Bedah Rumah" oleh Polsek Wilayah Jakarta Utara

Megapolitan
Dua Siswanya Terpapar Covid-19, SMPN 77 Cempaka Putih Tetap PTM

Dua Siswanya Terpapar Covid-19, SMPN 77 Cempaka Putih Tetap PTM

Megapolitan
18 Sekolah di 4 Kecamatan Jakpus Ditutup Sementara akibat Siswa Positif Covid-19

18 Sekolah di 4 Kecamatan Jakpus Ditutup Sementara akibat Siswa Positif Covid-19

Megapolitan
Formula E Gagal Tender dan Belum Dapat Sponsor, Pemprov DKI Diminta Terbuka

Formula E Gagal Tender dan Belum Dapat Sponsor, Pemprov DKI Diminta Terbuka

Megapolitan
Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas, Awalnya Serempetan dan Ada Provokasi Pemotor

Kronologi Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas, Awalnya Serempetan dan Ada Provokasi Pemotor

Megapolitan
Saat Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis dan RLC Mulai Dipenuhi Pasien

Saat Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis dan RLC Mulai Dipenuhi Pasien

Megapolitan
PPKM Level 2 Diperpanjang, Jakarta Tetap Bisa Gelar PTM 100 Persen

PPKM Level 2 Diperpanjang, Jakarta Tetap Bisa Gelar PTM 100 Persen

Megapolitan
Mediator Berhalangan Hadir, Sidang Mediasi Yusuf Mansur Kasus Tabung Tanah Ditunda

Mediator Berhalangan Hadir, Sidang Mediasi Yusuf Mansur Kasus Tabung Tanah Ditunda

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Akan Ditutup jika Ada Kondisi Ini...

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Akan Ditutup jika Ada Kondisi Ini...

Megapolitan
5 Orang yang Terlibat Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Peran-perannya...

5 Orang yang Terlibat Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Peran-perannya...

Megapolitan
Aturan WFO di Jakarta Selama PPKM Level 2, 25-31 Januari

Aturan WFO di Jakarta Selama PPKM Level 2, 25-31 Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.