Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/12/2021, 21:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - 24 Mei 2017, Agung sedang nongkrong malam itu. Selepas "narik" Kopaja 612 rute Kampung Melayu-Ragunan, Agung bersenda gurau bersama rekan-rekan sesama sopir bus. Tiba-tiba ledakan bom terdengar tak jauh dari tempat nongkrong Agung.

Agung, dengan nama lengkap Nugroho Agung Laksono, saat itu masih berusia 18 tahun. Dia salah satu penyintas peristiwa ledakan Bom di Terminal Kampung Melayu. Ingatan tentang ledakan bom masih begitu lekat di benaknya.

Hari-hari Agung sebelum ledakan bom masih sama. Ia mencari nafkah sebagai sopir Kopaja. Agung berangkat dari pukul 05.00 dan selesai pukul 20.00 WIB.

Agung awalnya tak menyangka ledakan itu berasal dari bom panci. Namun, Agung mendengar bunyi ledakan itu cukup kencang. Situasi berubah begitu Agung mendekat ke Halte Bus Transjakarta Kampung Melayu.

Baca juga: Dua Korban Tewas Bom Kampung Melayu, Seorang di Antaranya Polisi

"Soalnya ledakan itu ada dekat halte busway sampingnya WC umum. Kepikiran itu paling ban busway pecah atau tabung gas (meledak)," kata Agung dalam acara Bincang Siang & Diskusi Bersama Pimpinan Redaksi Media “Terorisme, Korban, dan Media” Aliansi Indonesia Damai dari (AIDA) di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Agung kemudian mendekat ke arah lokasi ledakan. Asap mengepul dari dekat Halte Bus Transjakarta. Agung melihat ada polisi yang sedang menggotong seorang perempuan.

Polisi itu meminta Agung untuk mencarikan angkot untuk membawa perempuan itu ke rumah sakit. Ia pun menyetop angkot dan kemudian korban dibawa ke rumah sakit. Agung semakin mendekat.

"Saya tetap penasaran itu ledakan apaan. Saya dekati, enggak tahunya ternyata banyak polisi yang sudah terkapar semua," ujar Agung.

Akibat ledakan itu polisi turut menjadi korban. Ada lima polisi yang terdampak ledakan bom bunuh diri tersebut. Agung berinisiatif untuk menolong polisi-polisi yang terkapar. Namun, nasib berkata lain. Agung turut menjadi korban.

Baca juga: 11 Orang Korban Bom Kampung Melayu, Dua di Antaranya Tewas

"Saya niatnya mau nolong lagi, waktu saya angkat kaki sebelah kanan (polisi), saya gak kuat. Saya mau minta tolong buat gotong. Baru mau minta tolong, ada ledakan yang kedua," ujar Agung.

Agung hanya bisa berlari menjauh dari lokasi ledakan bom susulan. Ledakan kedua lebih besar daripada yang pertama. Agung pun terluka.

"Pikiran saya cuma satu. Lari. Saya lari, selang berapa meter tiba-tiba kok kaki saya enggak kuat. Saya seret, saya seret terus kok gak kuat. Pas saya lihat, ternyata kaki saya robek sebelah kanan," kata Agung.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pembacok Remaja hingga Tewas di Cibitung Ditangkap Polisi

Dua Pembacok Remaja hingga Tewas di Cibitung Ditangkap Polisi

Megapolitan
AKBP (Purn) Eko Setia Budi Ganti Warna Mobil Menjadi Putih, Psikolog Forensik: Jangan Disepelekan!

AKBP (Purn) Eko Setia Budi Ganti Warna Mobil Menjadi Putih, Psikolog Forensik: Jangan Disepelekan!

Megapolitan
Kapolres Jaksel: Ketahanan Keluarga Pengaruhi Aktivitas Tawuran di Manggarai

Kapolres Jaksel: Ketahanan Keluarga Pengaruhi Aktivitas Tawuran di Manggarai

Megapolitan
Tahan Tangis, Bripka Madih: Mohon Maaf Bapak Kapolri, Saya Masih Cinta Polisi

Tahan Tangis, Bripka Madih: Mohon Maaf Bapak Kapolri, Saya Masih Cinta Polisi

Megapolitan
Tukang Pijat di Cikarang Ditemukan Tewas Tertelungkup di Kontrakannya

Tukang Pijat di Cikarang Ditemukan Tewas Tertelungkup di Kontrakannya

Megapolitan
Bripka Madih disebut Sering Meneror Warga, Ketua RW: Kami Tak Bisa Lawan karena Dia Polisi

Bripka Madih disebut Sering Meneror Warga, Ketua RW: Kami Tak Bisa Lawan karena Dia Polisi

Megapolitan
Polisi Klaim Tak Ada Lagi Tawuran di Manggarai Usai Satgas Anti-Tawuran Dibentuk

Polisi Klaim Tak Ada Lagi Tawuran di Manggarai Usai Satgas Anti-Tawuran Dibentuk

Megapolitan
Pawai Cap Go Meh Berlangsung Meriah, Kelenteng Hok Lay Kiong: Ini Pesta Rakyat

Pawai Cap Go Meh Berlangsung Meriah, Kelenteng Hok Lay Kiong: Ini Pesta Rakyat

Megapolitan
Kapolres Jaksel Sebut Warga tetap Bisa Melapor Meski Pos Polisi Kosong, Begini Caranya

Kapolres Jaksel Sebut Warga tetap Bisa Melapor Meski Pos Polisi Kosong, Begini Caranya

Megapolitan
Ratusan Kasus Kejahatan di Jaksel Sepanjang 2022, dari Curanmor hingga Tawuran

Ratusan Kasus Kejahatan di Jaksel Sepanjang 2022, dari Curanmor hingga Tawuran

Megapolitan
Ketua RW Ungkap Sosok Bripka Madih yang Ngaku Diperas Polisi: Dia Suka Bikin Onar

Ketua RW Ungkap Sosok Bripka Madih yang Ngaku Diperas Polisi: Dia Suka Bikin Onar

Megapolitan
Periksa Bripka Madih yang Ngaku Diperas Penyidik, Polda Metro: Keterangannya Tak Konsisten

Periksa Bripka Madih yang Ngaku Diperas Penyidik, Polda Metro: Keterangannya Tak Konsisten

Megapolitan
Bripka Madih, Polisi yang Diperas Polisi, Ajukan Pengunduran Diri dari Polri

Bripka Madih, Polisi yang Diperas Polisi, Ajukan Pengunduran Diri dari Polri

Megapolitan
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, Ribuan Orang Tumpah ke Jalan

Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, Ribuan Orang Tumpah ke Jalan

Megapolitan
Polisi Kerahkan 11 Tim Patroli di Jam Rawan Tawuran di Jaksel

Polisi Kerahkan 11 Tim Patroli di Jam Rawan Tawuran di Jaksel

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.