Kompas.com - 27/12/2021, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meta Kumala (32), korban pencurian di Jalan Sunan Sedayu, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, meminta agar polisi menangkap seluruh pelaku.

Sebab, polisi baru menangkap tiga dari lima pencuri yang mengambil tas, uang, dan kartu-kartu berharga milik Meta itu. Ketiga pencuri yang sudah ditangkap yaitu BI, AAM, dan MD.

"Harapan saya bisa tertangkap semuanya dan tidak menambah korban baru ke depannya," ujar Meta, Senin (27/12/2021).

Baca juga: 3 Pencuri yang Dulu Korbannya Diomeli Anggota Polsek Pulogadung Ditangkap, Korban Justru Khawatir

Meta menambahkan, dirinya masih menunggu proses hukum selanjutnya. Ia berharap, para pelaku dihukum seberat-beratnya agar jera.

"Khawatirnya setelah bebas dari hukumannya, para pelaku berulah kembali, karena dianggap dipenjara itu hal sepele," ujar Meta.

"Dipenjara beberapa tahun, nanti bisa bebas kembali," kata dia.

Adapun dua pelaku yang belum ditangkap, yakni MA dan B.

"Dua orang DPO masih kami lakukan pengejaran. Kami sudah ketahui lokasinya mudah-mudahan dalam waktu tidak lama bisa kami tangkap," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan saat konferensi pers, Senin ini.

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Pencuri yang Dulu Korbannya Diomeli Anggota Polsek Pulogadung Saat Bikin Laporan

Ketiga pelaku yang tertangkap sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Metro Jaya. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan (curat). Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Adapun aksi pencurian tersebut terjadi di Jalan Sunan Sedayu, pada Selasa (7/12/2021) lalu.

Tas, uang senilai Rp 7 juta, dan kartu-kartu milik Meta raib digondol komplotan maling saat ia turun mengecek kondisi mobil yang disebut bermasalah.

Beberapa jam setelah pencurian itu, Meta melapor ke Polsek Pulogadung. Ia menyebutkan detail barang-barang yang hilang kepada anggota kepolisian, termasuk salah satu personel yang saat itu mengenakan pakaian bebas.

Namun, peristiwa pencurian yang hendak dilaporkannya tidak ditanggapi serius oleh anggota kepolisian di lokasi.

Baca juga: Kronologi Pencurian Modus Ban Kempis yang Korbannya Diomeli Polisi saat Melapor

"Saya nyebutlah ada lima kartu ATM (yang hilang). Terus salah satu polisi itu berucap, enggak enak nadanya," kata Meta, Minggu (12/12/2021) malam.

"Dia bilang, 'Ngapain sih ibu punya ATM banyak-banyak? Kalau gini kan jadi repot. Percuma kalau dicari juga pelakunya. Memang ibu enggak tahu (biaya) adminnya itu mahal?'," ucap Meta menirukan omongan anggota polisi tersebut.

Meta menyayangkan kelakuan polisi yang memojokkan dan memarahi dirinya yang sedang dilanda kesusahan.

"Nadanya tinggi. Caranya menyampaikan enggak pas ya, karena saya sedang kesusahan," kata Meta.

Setelah selesai membuat laporan, Meta kemudian diminta pulang oleh anggota Polsek Pulogadung itu.

Adapun polisi yang mengomeli tersebut adalah Aipda Rudi Panjaitan, yang saat itu berstatus anggota Reserse Kriminal Polsek Pulogadung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tembok Roboh yang Timpa 4 Mobil di Bintaro Sektor 9 Belum Ditangani

Tembok Roboh yang Timpa 4 Mobil di Bintaro Sektor 9 Belum Ditangani

Megapolitan
Dibacok Tiga Begal di Cilincing, Kepala Pemuda Asal Malang Dapat 26 Jahitan

Dibacok Tiga Begal di Cilincing, Kepala Pemuda Asal Malang Dapat 26 Jahitan

Megapolitan
Menanti Akhir Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres, Benarkah Bunuh Diri akibat Ritual?

Menanti Akhir Kasus Kematian Sekeluarga di Kalideres, Benarkah Bunuh Diri akibat Ritual?

Megapolitan
Update Pembangunan Sodetan Kali Ciliwung, Ditinjau Heru Budi dan Ditarget Rampung April 2023

Update Pembangunan Sodetan Kali Ciliwung, Ditinjau Heru Budi dan Ditarget Rampung April 2023

Megapolitan
5 Titik Banjir di Tangerang Selatan Pagi Ini, Puri Bintaro Indah hingga Kampung Bulak

5 Titik Banjir di Tangerang Selatan Pagi Ini, Puri Bintaro Indah hingga Kampung Bulak

Megapolitan
Air Laut Keruh Jadi Penyebab Ikan-ikan Terdampar di Pulau Mutiara

Air Laut Keruh Jadi Penyebab Ikan-ikan Terdampar di Pulau Mutiara

Megapolitan
Bahar Smith Hadiri Reuni 212 di Masjid At-Tin, Disambut Meriah oleh Massa

Bahar Smith Hadiri Reuni 212 di Masjid At-Tin, Disambut Meriah oleh Massa

Megapolitan
Saat Perjuangan Warga Kampung Bayam Huni Rusun Terus Berlanjut...

Saat Perjuangan Warga Kampung Bayam Huni Rusun Terus Berlanjut...

Megapolitan
3 Fakta Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta Babak Belur Dianiaya, Atlet Senior Diduga Terlibat

3 Fakta Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta Babak Belur Dianiaya, Atlet Senior Diduga Terlibat

Megapolitan
BERITA FOTO: Melihat Lebih Dekat Krematorium Cilincing dan Segala Aktivitas di Dalamnya

BERITA FOTO: Melihat Lebih Dekat Krematorium Cilincing dan Segala Aktivitas di Dalamnya

Megapolitan
Kronologi Tanah Longsor di Sektor 9 Bintaro, Dinding Retak Sebelum Akhirnya Roboh

Kronologi Tanah Longsor di Sektor 9 Bintaro, Dinding Retak Sebelum Akhirnya Roboh

Megapolitan
Berupaya Minimalisasi Pelanggaran dalam Pelayanan, Transjakarta Gembleng Karyawannya lewat Diklat Kepemimpinan

Berupaya Minimalisasi Pelanggaran dalam Pelayanan, Transjakarta Gembleng Karyawannya lewat Diklat Kepemimpinan

Megapolitan
Kronologi Penemuan Mayat di Dalam Rumah Wilayah Serpong, Aroma Tak Sedap Menguar Saat Tetangga Bertamu

Kronologi Penemuan Mayat di Dalam Rumah Wilayah Serpong, Aroma Tak Sedap Menguar Saat Tetangga Bertamu

Megapolitan
Mayat Laki-laki Ditemukan Dalam Rumah di Serpong, Diduga Meninggal karena Sakit

Mayat Laki-laki Ditemukan Dalam Rumah di Serpong, Diduga Meninggal karena Sakit

Megapolitan
Kemenangan demi Kemenangan Yusuf Mansur di Meja Hijau...

Kemenangan demi Kemenangan Yusuf Mansur di Meja Hijau...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.