Insiden Pengguna Kursi Roda Dilarang Masuk Area Stadion GBK Berujung Pengelola Minta Maaf

Kompas.com - 29/12/2021, 07:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menjadi sorotan gara-gara petugas keamanan melarang seorang penyandang disabilitas pengguna kursi roda memasuki area stadion.

Video kejadian ini diunggah dalam akun Instagram Koalisi Pejalan Kaki yang mendapat respons negatif dari masyarakat.

Kronologi kejadian

Kejadian bermula saat Abil Asswad (32) ingin berolahraga dengan mengelilingi area Stadion GBK pada Minggu (26/12/2021) pukul 19.26 WIB.

Namun, ketika akan masuk ke area Stadion GBK, dia langsung dilarang oleh petugas keamanan dengan alasan alat yang beroda tidak boleh masuk.

"Langsung saya benar-benar kaget, kok bisa kursi roda dilarang masuk. Petugasnya memberikan alasan untuk sepatu roda, skateboard, sepeda, dan sejenisnya yang beroda dilarang masuk atas perintah pengelola GBK. Benar-benar saya malu dengan orang sekitar," kata Abil kepada Kompas.com, Selasa (28/12/2021).

Baca juga: Video Viral Pengguna Kursi Roda Dilarang Masuk Area Stadion GBK, Ini Ceritanya

Merasa mendapat diskriminasi, Abil pun berdebat dengan petugas yang melarangnya.

Dia bahkan harus menunggu pengelola GBK yang datang kurang lebih satu jam kemudian.

Namun, bukannya pengelola, yang datang justru komandan regu (danru) yang bertugas dengan menggunakan buggy car dari area dalam stadion.

"Ada sedikit perdebatan dan saya coba memberikan pemahaman ke danrunya. Akhirnya saya diizinkan masuk, tapi karena sudah jam 20.00 lebih, saya tidak jadi olahraga dan sudah enggak mood lagi," kata Abil.

Abil mengatakan, ini adalah kejadian yang baru pertama kali dialaminya. Dia pun sangat kecewa dengan tindakan petugas yang melarangnya masuk itu.

Padahal, dalam pengumuman yang terpampang di sekitar Stadion GBK, yang dilarang masuk adalah alat beroda seperti sepeda, skuter, skateboard, dan sejenisnya.

Baca juga: Pengguna Kursi Roda Dilarang Masuk Stadion GBK, Petugas Harus Dilatih Cara Tangani Penyandang Disabilitas

Dia pun melihat petugas tidak memahami perbedaan kursi roda dengan alat-alat beroda yang dilarang masuk ke area Stadion GBK.

"Mereka sama sekali tidak memahami (perbedaan kursi roda dengan alat beroda lainnya), makanya saya bilang kurang edukasi, bahkan tidak diedukasi oleh atasan atau pengelolanya," kata Abil.

Abil berharap kejadian tersebut tak terulang dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

"Kita semua mempunyai kebutuhan yang sama, hanya saja kemampuan kita yang terbatas," kata dia.

Abil pun berharap pemerintah terus membenahi akses-akses untuk penyandang disabilitas, termasuk mengedukasi para petugas yang menjaga ruang publik seperti GBK.

Petugas harus diedukasi

Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus menyayangkan tindakan petugas di kawasan Stadion GBK yang melarang pengguna kursi roda masuk ke dalam area Stadion GBK.

Menurut dia, seharusnya petugas di GBK terlatih menangani masyarakat dengan kebutuhan khusus seperti pengguna kursi roda.

Terlebih lagi, GBK merupakan milik negara yang seharusnya ramah terhadap semua golongan masyarakat.

"Petugas di GBK seharusnya bisa terlatih, teredukasi mendapatkan pendidikan atau training bagaimana menangani pengguna kursi roda, tunanetra, teman tuli, itu kan mereka berbeda-beda penanganannya," kata Alfred kepada Kompas.com, Selasa.

Baca juga: Pengguna Kursi Roda Dilarang Masuk Area Stadion, Pengelola GBK Minta Maaf

Alfred mencontohkan, para petugas frontliner Commuter Line mendapatkan pelatihan cara menangani penyandang disabilitas yang penanganannya berbeda-beda.

Oleh karena itu, kata dia, para petugas di ruang publik, termasuk GBK, harus diberikan pelatihan.

"Supaya menjamin kesetaraan akses bagi semua. Jadi tidak ada perbedaan. Ketika disabilitas akhirnya diizinkan masuk tapi ada bahasa penolakan di awal, wah ini kursi roda, sepeda, skuter dan lainnya dilarang, di situ adanya minimnya pemahaman petugas," ujar Alfred.

Meski demikian, Alfred mengatakan, hal tersebut tidak sepenuhnya kesalahan petugas.

Baca juga: Pengguna Kursi Roda Dilarang Masuk Area SUGBK tapi Petugas Naik Buggy Car dari Dalam Stadion

Namun, tetap saja mereka perlu dibekali dan diedukasi dalam menangani warga dengan keterbatasan seperti disabilitas, terutama dalam hal aksesibilitas.

"Ketika ada penolakan-penolakan seperti ini di ruang publik, walaupun dikelola swasta tapi kepemilikannya masih negara," kata Alfred.

"Ini kan sebenarnya lebih menampar muka negara sendiri karena GBK ini pernah selenggarakan Asia Paralympic. Jadi tidak ada dalih apa pun yang bisa jadi alasan untuk melarang manusia dengan alat bantu yang melekat pada tubuhnya untuk mengakses ruang publik seperti di GBK," lanjut dia.

Pengelola GBK minta maaf

Menanggapi insiden tersebut, pengelola Stadion GBK akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks GBK Rakmadi A Kusumo mengatakan, pihaknya telah menghubungi Abil Asswad untuk memohon maaf atas kejadian tersebut.

"Manajemen GBK memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan kami telah menjalin komunikasi yang baik kepada pihak bersangkutan," ujar Rakmadi, dikutip dari keterangan pers, Selasa.

Rakmadi menambahkan, pihaknya telah melakukan evaluasi internal dan mendisiplinkan petugas yang mengadang Abil masuk ke kawasan GBK yang sering digunakan oleh warga untuk berolahraga.

Baca juga: Pengguna Kursi Roda Dilarang Masuk GBK, Pengelola Minta Maaf dan Evaluasi Petugas

Menurut dia, pada malam itu juga, petugas sudah meluruskan informasi dan mempersilakan yang bersangkutan masuk ke area ring road Stadion Utama GBK.

"Hal ini menjadi atensi bagi kami agar ke depannya tidak terulang kembali," kata dia.

Lebih lanjut Rakmadi menegaskan bahwa GBK merupakan kawasan yang inklusif dan selalu terbuka untuk publik dari kalangan mana pun, termasuk kalangan disabilitas.

GBK bahkan pernah mengadakan vaksinasi Covid-19 bagi warga DKI penyandang disabilitas.

GBK juga turut memperingati hari disabilitas internasional tahun 2019 dan terlibat dalam Asia Para Games tahun 2018.

"Kami pengelola GBK akan terus mengoptimalkan layanan termasuk menerima masukan dan kritikan dari pengguna layanan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan kawasan GBK ke depan," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Taksi per Km 2022: GoCar, GrabCar, Blue Bird, Express, Maxim

Tarif Taksi per Km 2022: GoCar, GrabCar, Blue Bird, Express, Maxim

Megapolitan
Rute Ganjil Genap Jakarta Juli 2022

Rute Ganjil Genap Jakarta Juli 2022

Megapolitan
Tempat Perpanjangan SIM di Jakarta

Tempat Perpanjangan SIM di Jakarta

Megapolitan
Tempat yang Wajib Dikunjungi di Jakarta

Tempat yang Wajib Dikunjungi di Jakarta

Megapolitan
10 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Utara

10 Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta Utara

Megapolitan
Seorang Pria Nekat Rampas Ponsel Petugas SPBU di Tomang, Mengaku untuk Biayai Anak yang Sakit Jantung

Seorang Pria Nekat Rampas Ponsel Petugas SPBU di Tomang, Mengaku untuk Biayai Anak yang Sakit Jantung

Megapolitan
Kala Jakarta Gelap Gulita Malam Ini...

Kala Jakarta Gelap Gulita Malam Ini...

Megapolitan
Puncak Monas Sudah Dibuka untuk Umum, Pengunjung Rela Antre Satu Jam

Puncak Monas Sudah Dibuka untuk Umum, Pengunjung Rela Antre Satu Jam

Megapolitan
Ketenaran Terowongan Kendal di Mata 'Anak Nongkrong', Tempat Adu Outfit hingga Cari Teman Baru

Ketenaran Terowongan Kendal di Mata "Anak Nongkrong", Tempat Adu Outfit hingga Cari Teman Baru

Megapolitan
'Tadinya Mau Foto-foto di Depan Gerbang, Ternyata Monas Sudah Dibuka, Rezeki Keluarga Saya...'

"Tadinya Mau Foto-foto di Depan Gerbang, Ternyata Monas Sudah Dibuka, Rezeki Keluarga Saya..."

Megapolitan
Polisi Pastikan Tiga Pengemudi Mobil yang Terlibat Balap Liar di Jalan Asia Afrika Tidak Taruhan

Polisi Pastikan Tiga Pengemudi Mobil yang Terlibat Balap Liar di Jalan Asia Afrika Tidak Taruhan

Megapolitan
Ketika Para Remaja Adu 'Outfit' Paling Hits di Terowongan Kendal...

Ketika Para Remaja Adu "Outfit" Paling Hits di Terowongan Kendal...

Megapolitan
Kabur dari Kejaran Korban, Penjambret di Penjaringan Tabrak Truk Kontainer lalu Tewas

Kabur dari Kejaran Korban, Penjambret di Penjaringan Tabrak Truk Kontainer lalu Tewas

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Danau Rawa Dongkal Cibubur, Diduga Tercebur Saat BAB

Mayat Pria Ditemukan di Danau Rawa Dongkal Cibubur, Diduga Tercebur Saat BAB

Megapolitan
Mayat Seorang Pria Ditemukan di Danau Rawa Dongkal Cibubur, Warga Sempat Mengira Boneka

Mayat Seorang Pria Ditemukan di Danau Rawa Dongkal Cibubur, Warga Sempat Mengira Boneka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.