Kompas.com - 29/12/2021, 16:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga sangsi pihak penyelenggara Formula E bisa segera menyelesaikan lokasi sirkuit ajang balap mobil listrik tersebut.

Pandapotan merasa lokasi tersebut jauh dari kata layak dan perlu pengerjaan yang banyak sebelum bisa dijadikan lokasi balap Formula E.

Sejauh yang ia tahu, lokasi lintasan Formula E yang kini ditetapkan di Ancol, Jakarta Utara, merupakan bekas rawa yang ditimbun dengan tanah.

Lokasi tersebut juga sering terkena banjir.

“Saya melihat dengan kasat mata saya, dengan kemampuan saya. Saya nggak percaya (sirkuit Formula E bisa selesai dalam) tiga bulan. Saya kurang yakin fasilitas ini diselesaikan dalam 3 bulan, kalau sekelas trek internasional,” ujar Pandapotan.

Baca juga: Sidak Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol, Komisi B: Ini Kan Bekas Tempat Buangan Lumpur...

Hal ini disampaikan saat ia melakukan kunjungan ke bakal sirkuit Formula E 2022 di kawasan Ancol.

Pantauan Kompas.com, lokasi calon sirkuit Formula E yang berada di tanah kosong tersebut tampak kotor dan penuh sampah. Struktur tanah juga masih lembek.

Bagian lain dari bakal sirkuit Formula E juga masih belum layak pakai.

Berdasarkan pantauan pada 22 Desember 2021 lalu, terdapat banyak ilalang di sepanjang jalan yang akan digunakan untuk Formula E Jakarta.

Bahkan, beberapa bagian jalan dalam kondisi rusak dan belum dilapisi aspal.

Ada pula bagian sirkuit yang masih berbentuk tanah.

Baca juga: Seperti Ini Kondisi Lokasi Bakal Sirkuit Formula E di Ancol yang Belum Diketahui Publik


Jalan rusak dan tanah lapang tersebut nantinya akan mulai digarap pada Januari 2022.

Pelaksana Formula E menargetkan seluruh fasilitas sirkuit rampung dikerjakan pada akhir April 2022.

Sirkuit Formula E rencananya akan memiliki panjang 2,4 kilometer.

Titik start akan ditempatkan di tempat parkir kendaraan yang lurus ke arah timur dan berbelok ke kanan melewati restoran Ombak Laut.

Kemudian, lintasan mengarah ke barat melintasi Mall Ancol Beach City (ABC) lalu melintasi area kosong yang masih belum dibangun.

Trek tersebut memiliki lebar 16 meter dan 18 tikungan.

(Penulis : Singgih Wiryono/ Editor : Jessi Carina, Irfan Maullana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasad Bayi Laki-laki dalam Kondisi Membusuk Ditemukan di Pinggir Kali Bekasi

Jasad Bayi Laki-laki dalam Kondisi Membusuk Ditemukan di Pinggir Kali Bekasi

Megapolitan
Anies: Jakarta Komitmen Turunkan Emisi Karbon 30 Persen pada 2030

Anies: Jakarta Komitmen Turunkan Emisi Karbon 30 Persen pada 2030

Megapolitan
Seorang Remaja Diduga Diperkosa 3 Pengamen di Kawasan Jakarta Islamic Centre Jakut

Seorang Remaja Diduga Diperkosa 3 Pengamen di Kawasan Jakarta Islamic Centre Jakut

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi Kini Sudah Bisa Naik Bus Listrik, Tersedia untuk Rute Cikarang Utara-Soekarno Hatta

Warga Kabupaten Bekasi Kini Sudah Bisa Naik Bus Listrik, Tersedia untuk Rute Cikarang Utara-Soekarno Hatta

Megapolitan
Anies Resmikan Sekolah Berkonsep 'Net Zero Carbon', Siswa SDN 08 Jakarta: Kelasnya Jadi Panas

Anies Resmikan Sekolah Berkonsep "Net Zero Carbon", Siswa SDN 08 Jakarta: Kelasnya Jadi Panas

Megapolitan
Di Sidang Kasus KSP Indosurya, 8 Korban Mengaku Uangnya Tidak Kembali

Di Sidang Kasus KSP Indosurya, 8 Korban Mengaku Uangnya Tidak Kembali

Megapolitan
Motor Gerobak Sampah Terguling di Serua Ciputat, Pengemudinya Kaget dan Kurangi Kecepatan Saat Menanjak

Motor Gerobak Sampah Terguling di Serua Ciputat, Pengemudinya Kaget dan Kurangi Kecepatan Saat Menanjak

Megapolitan
BERITA FOTO: Wajah Baru Taman Ismail Marzuki

BERITA FOTO: Wajah Baru Taman Ismail Marzuki

Megapolitan
Anies Gelontorkan Rp 126 Miliar untuk Rehabilitasi 4 Sekolah Jadi 'Net Zero Carbon'

Anies Gelontorkan Rp 126 Miliar untuk Rehabilitasi 4 Sekolah Jadi "Net Zero Carbon"

Megapolitan
Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Sukatani Depok, Ridwan Kamil Perkenalkan Cara Belanja Nontunai

Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Sukatani Depok, Ridwan Kamil Perkenalkan Cara Belanja Nontunai

Megapolitan
TNI AU Dalami Penemuan Granat Asap dan Ratusan Amunisi di Pondok Gede

TNI AU Dalami Penemuan Granat Asap dan Ratusan Amunisi di Pondok Gede

Megapolitan
Anies Bakal Rehabilitasi 20 Sekolah Jadi Gedung Rendah Emisi pada 2023

Anies Bakal Rehabilitasi 20 Sekolah Jadi Gedung Rendah Emisi pada 2023

Megapolitan
Pengendara Motor Terperosok Lubang Galian di Jalan Ciledug Raya, Lurah: Itu Proyek Sudin SDA

Pengendara Motor Terperosok Lubang Galian di Jalan Ciledug Raya, Lurah: Itu Proyek Sudin SDA

Megapolitan
3 dari 6 Pembegal Pedagang Kue di Cilincing Akhirnya Tertangkap Polisi

3 dari 6 Pembegal Pedagang Kue di Cilincing Akhirnya Tertangkap Polisi

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Kampanye Terselubung, Anies: Memang Ada Laporan Itu?

Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Kampanye Terselubung, Anies: Memang Ada Laporan Itu?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.