Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diminta Tak Tebang Pohon Untuk Sirkuit Formula E, Jakpro: Tidak Ditebang, Mungkin Dipindahkan

Kompas.com - 30/12/2021, 16:04 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara Formula E Jakarta berjanji tidak melakukan penebangan pohon dalam pembuatan sirkuit Formula E di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto saat melakukan tinjauan di lahan kawasan Ancol yang akan menjadi lokasi sirkuit Formula E, Jakarta Utara, Rabu (29/12/2021).

Dikutip dari Tribun Jakarta, Widi menyebut kemungkinan akan memindahkan posisi pohon, bukan menebangnya.

Baca juga: PDI-P Ingatkan Penyelenggaraan Formula E Tak Tebang Pohon Seperti di Monas

"Penebangan tidak ada, pemindahan mungkin ada," kata Widi.

Meski begitu, Widi belum dapat memastikan masalah ini, sebab pengerjaan sirkuit Formula E baru akan dilakukan pada Januari 2022 dan ditargetkan rampung pada April 2022.

"Kayak gini, kan bisa dipindahkan. Tapi, saya enggak tahu ini bisa dipakai atau enggak karena saya enggak ngerti juga," kata dia.

Sebelumnya, Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta mewanti-wanti Gubernur Anies Baswedan untuk tetap memperhatikan lingkungan dalam membangun sirkuit atau lintasan balap Formula E di kawasan Ancol.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengingat pihak Pemprov DKI Jakarta sempat mengorbankan 191 pohon saat proyek revitalisasi Monas pada 2019 lalu.

Baca juga: Pembangunan Sirkuit Formula E di Ancol Butuh Anggaran Rp 100 Miliar

"Kami meminta kepada pihak penyelenggara agar tidak melakukan kesalahan yang sama dengan Monas, yaitu melakukan pembangunan dengan sembarangan tanpa memperhatikan lingkungan di wilayah tersebut," kata Gembong. 

Tak hanya itu, ia juga menuntut Anies cs agar segera menyerahkan studi kelayakan pelaksanaan Formula E di Ancol.

DPRD hingga saat ini belum menerima studi kelayakan penyelenggaraan balap mobil bertenaga listrik itu dari Pemprov DKI.

"Kami sejak awal tetap konsisten meminta transparansi terkait penyelenggaraam Formula E ini yang telah menghabiskan anggaran APBD Rp 560 miliar, sekaligus meminta studi kelayakam penyelemggaraan Formula E di Ancol yang rencanakan digelar 2022," ujar Gembong.

Menurut dia, studi kelayakan ini penting untuk memastikan pelaksanaan Formula E di Ancol tidak merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.

Baca juga: Kala DPRD Sidak Lokasi Sirkuit Formula E, Paksa Buka Gerbang, Kaget Lihat Lahan Kosong Berlumpur


Gembong tidak mau kasus hilangnya 191 pohon yang ditanam oleh para diplomat negara tetangga saat revitalisasi Monas pada 2019 terulang kembali.

Sebab, ratusan pohon itu merupakan simbol perhatian dunia kepada lingkungan yang kian hari semakin rusak.

"Pemprov DKI belum memberikan penjelaskan kepada publik tujuan revitalisasi Monas, sehingga harus memgorbankan 191 pohon yang memiliki nilai sejarah," tuturnya.

Pada 2020, Pemprov DKI memang sempat mewacanakan akan mengganti ratusan pohon yang ditebang di kawasan Monas itu.

Total ada 573 pohon yang akan ditanam di sejumlah lokasi untuk menggantikan 191 yang ditebang untuk memuluskan rencana Anies merevitalisasi Monas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Ada Kebakaran di Revo Town, Stasiun LRT Bekasi Barat Tetap Layani Penumpang

Ada Kebakaran di Revo Town, Stasiun LRT Bekasi Barat Tetap Layani Penumpang

Megapolitan
HUT Jakarta, Warga Asyik Goyang Diiringi Orkes Dangdut di Monas

HUT Jakarta, Warga Asyik Goyang Diiringi Orkes Dangdut di Monas

Megapolitan
Ada Perayaan HUT Jakarta di Monas, Jalan Medan Merdeka Barat Menuju Thamrin Macet Total

Ada Perayaan HUT Jakarta di Monas, Jalan Medan Merdeka Barat Menuju Thamrin Macet Total

Megapolitan
Revo Town Bekasi Kebakaran, Api Diduga dari Salah Satu Tempat Makan

Revo Town Bekasi Kebakaran, Api Diduga dari Salah Satu Tempat Makan

Megapolitan
Heru Budi Bagi-bagi Kaus Saat Hadiri Perayaan HUT Jakarta di Monas

Heru Budi Bagi-bagi Kaus Saat Hadiri Perayaan HUT Jakarta di Monas

Megapolitan
Ahok: Secara Teori Saya Sulit Maju di Pilkada Jakarta Lagi

Ahok: Secara Teori Saya Sulit Maju di Pilkada Jakarta Lagi

Megapolitan
Warga Padati Monas untuk Rayakan HUT Ke-497 Jakarta

Warga Padati Monas untuk Rayakan HUT Ke-497 Jakarta

Megapolitan
Cerita Keluarga Asal Cipanas yang Rela Menginap untuk Merasakan Euforia HUT Jakarta

Cerita Keluarga Asal Cipanas yang Rela Menginap untuk Merasakan Euforia HUT Jakarta

Megapolitan
Ahok: Sekarang Saya Lebih Siap Jadi Gubernur

Ahok: Sekarang Saya Lebih Siap Jadi Gubernur

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Jangan Sampai Gubernur Baru Tak Teruskan Ide Gubernur Lama

Ketua DPRD DKI: Jangan Sampai Gubernur Baru Tak Teruskan Ide Gubernur Lama

Megapolitan
Cerita Ahok Ingin Reklamasi 17 Pulau di Utara Jakarta Agar Pemprov DKI Bisa Raup Pendapatan Rp 127,5 Triliun

Cerita Ahok Ingin Reklamasi 17 Pulau di Utara Jakarta Agar Pemprov DKI Bisa Raup Pendapatan Rp 127,5 Triliun

Megapolitan
Rayakan HUT Jakarta ke-497, TMII Bagi-bagi Roti Buaya ke Pengunjung

Rayakan HUT Jakarta ke-497, TMII Bagi-bagi Roti Buaya ke Pengunjung

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Kemacetan dan Banjir di Jakarta Saat Rapat Paripurna

DPRD DKI Soroti Kemacetan dan Banjir di Jakarta Saat Rapat Paripurna

Megapolitan
Anies dan Ahok Tak Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-497 Jakarta

Anies dan Ahok Tak Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-497 Jakarta

Megapolitan
Sejarah Pulau Bidadari, Dahulu Tempat Menampung Orang Sakit yang Kini Jadi Destinasi Memesona

Sejarah Pulau Bidadari, Dahulu Tempat Menampung Orang Sakit yang Kini Jadi Destinasi Memesona

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com