Kompas.com - 31/12/2021, 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih kesulitan membuktikan dugaan pelecehan seksual dan perundungan yang dialami MS, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, hal itu dikarenakan saksi-saksi yang diperiksa sejauh ini hanyalah testimonium de auditu, yakni kesaksian atau keterangan karena mendengar dari orang lain.

"Itu bukan saksi kalau kata-katanya," ujar Hengki saat ditemui di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat (31/12/2021).

Baca juga: Pegawai KPI Korban Pelecehan Depresi karena Kasusnya Mandek, Sehari Harus Telan 4 Pil Penenang

Kedua, tempat kejadian perkara (TKP) yang berubah. Kejadian sudah sejak 2012, sementara kantor KPI berpindah. Polisi pun kesulitan melakukan olah TKP.

"TKP juga banyak berubah ya, udah enam tahun. Tapi kami akan berusaha keras, sekarang masih fase penyelidikan untuk membuktikan apakah benar peristiwa ini ada," kata Hengki.

"Yang jelas kami akan berusaha mengungkap ini," tutur Hengki.

Kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin mengatakan, kondisi kliennya memburuk karena mencemaskan lambatnya proses hukum kasusnya di Polres Jakarta Pusat.

"Baru-baru ini, MS divonis depresi mayor sehingga dosis obat yang harus dikonsumsi bertambah," ujar Mualimin dalam keterangannya, Kamis kemarin.

Baca juga: Pegawai KPI Korban Pelecehan Divonis Depresi Mayor karena Cemaskan Kasusnya yang Mandek

Mualimin menambahkan, kejiwaan MS seringkali tidak stabil dan depresi meningkat. Akibatnya, MS minum empat jenis pil setiap harinya.

"Menjelang pergantian tahun, MS bertanya tanya mengapa kasusnya mandek, sedangkan kasus viral lain seperti bunuh diri Novia Widyasari, Dosen Cabul di Unri, tabrak lari di Nagreg, sudah ada tersangkanya," ujar Mualimin.

Di tengah banyaknya kasus kekerasan seksual di Indonesia belakangan ini, MS takut tidak mendapat keadilan hukum.

Kasus pelecehan seksual dan perundungan yang menimpa MS ini mencuat setelah ia menulis surat terbuka yang kemudian viral di media sosial pada 1 September lalu.

Dalam surat terbuka itu, MS mengaku sudah menjadi korban perundungan sejak ia bekerja di KPI pada 2012.

Bahkan, ia juga sempat mengalami pelecehan seksual oleh lima orang rekan kerjanya pada 2015 di ruang kerja.

MS mengaku sudah pernah melaporkan hal tersebut ke atasan dan Polsek Gambir pada 2019 lalu, namun laporannya tak pernah ditindaklanjuti.

Setelah surat terbukanya viral, kepolisian baru bergerak mengusut kasus ini.

Polres Jakpus telah memeriksa 5 terlapor yang disebut telah melakukan pelecehan seksual terhadap MS. Propam juga dilibatkan untuk menyelidiki adanya dugaan pembiaran pada laporan yang pernah disampaikan MS ke Polsek Gambir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyambut HUT Ke-77 RI, Ancol Banjir Karnaval: Upacara di Dalam Air hingga Panggung Festival Musik

Menyambut HUT Ke-77 RI, Ancol Banjir Karnaval: Upacara di Dalam Air hingga Panggung Festival Musik

Megapolitan
Tugu Monas Tutup, Hanya Kawasannya yang Dibuka pada 17 Agustus 2022

Tugu Monas Tutup, Hanya Kawasannya yang Dibuka pada 17 Agustus 2022

Megapolitan
HUT Ke-77 RI, Gubernur Anies Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Monas

HUT Ke-77 RI, Gubernur Anies Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Monas

Megapolitan
Asal-usul Wilayah Pegangsaan: Dugaan Jadi Tempat 'Angon' Angsa hingga Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945

Asal-usul Wilayah Pegangsaan: Dugaan Jadi Tempat "Angon" Angsa hingga Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945

Megapolitan
Ada Upacara 17 Agustus, Ruas Jalan di Kawasan Istana dan Monas Ditutup

Ada Upacara 17 Agustus, Ruas Jalan di Kawasan Istana dan Monas Ditutup

Megapolitan
17 Agustus 2022, Kawasan Monas Dibuka Kembali untuk Umum

17 Agustus 2022, Kawasan Monas Dibuka Kembali untuk Umum

Megapolitan
Saat Anies Sebut Program Hunian Jakarta Tak Hanya Rumah DP 0...

Saat Anies Sebut Program Hunian Jakarta Tak Hanya Rumah DP 0...

Megapolitan
HUT Ke-77 RI, Pemprov DKI Jakarta Gelar Upacara Bendera di Monas

HUT Ke-77 RI, Pemprov DKI Jakarta Gelar Upacara Bendera di Monas

Megapolitan
Politisi PDI-P Minta Guru yang Terlibat Kekerasan di SMKN 1 Jakarta Ditindak Tegas

Politisi PDI-P Minta Guru yang Terlibat Kekerasan di SMKN 1 Jakarta Ditindak Tegas

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG 17 Agustus 2022: Jabodetabek Cerah Berawan Pagi Ini

Prakiraan Cuaca BMKG 17 Agustus 2022: Jabodetabek Cerah Berawan Pagi Ini

Megapolitan
Riri Khasmita Divonis 13 Tahun, Pengacara: Pengadilan Salah Tembak Sasaran

Riri Khasmita Divonis 13 Tahun, Pengacara: Pengadilan Salah Tembak Sasaran

Megapolitan
Menyambut HUT Ke-77 RI, Wagub Riza: Jakarta Punya Sisi Historis Kota Perjuangan

Menyambut HUT Ke-77 RI, Wagub Riza: Jakarta Punya Sisi Historis Kota Perjuangan

Megapolitan
Hadiri Pelepasan Lari Lintas Juang SMA Labschool di TMP Kalibata, Wagub Riza: Ini Jadi Simbol Patriotisme

Hadiri Pelepasan Lari Lintas Juang SMA Labschool di TMP Kalibata, Wagub Riza: Ini Jadi Simbol Patriotisme

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengutil Cokelat di Alfamart Tangerang Mengaku Syok | Putri Mariana Akui Ibunya Mencuri Cokelat dan Sampo

[POPULER JABODETABEK] Pengutil Cokelat di Alfamart Tangerang Mengaku Syok | Putri Mariana Akui Ibunya Mencuri Cokelat dan Sampo

Megapolitan
Festival dan Konser Musik di Jakarta Agustus - September 2022

Festival dan Konser Musik di Jakarta Agustus - September 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.