Kompas.com - 10/01/2022, 15:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperkenalkan hasil restorasi Tebet Eco Park yang akan segera dibuka untuk umum.

Dalam akun instagram pribadinya @aniesbaswedan, orang nomor satu di DKI ini menyebut proyek revitalisasi Taman Tebet memiliki visi merestorasi fungsi taman secara ekologi.

"Konsep Eco Park yang diusung dalam proyek revitalisasi memiliki visi untuk merestorasi fungsi taman secara ekologi," ucap Anies, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Taman Tebet Akan Difungsikan Pengendali Banjir, Bakal Terendam Air Hujan

Anies menjelaskan, Taman Tebet yang segera rampung itu mengubah fungsi ruang hijau dalam taman menjadi ruang terbuka hijau, sekaligus ruang terbuka biru sebagai bentuk solusi dari masalah banjir ataupun krisis air di Jakarta.

"Mengembalikan bebatuan dan tanaman alami, binatang-binatang taman, dan juga aksesibilitas masyarakat ke fitur alam dalam taman, atau yang biasa kita sebut sebagai naturalisasi," ucap dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Anies Rasyid Baswedan (@aniesbaswedan)

Begitu juga dengan fitur jembatan alam yang digadang-gadang menjadi ikon taman seluas tujuh hektar tersebut.

Jembatan alam berbentuk angka delapan itu disebut sebagai penghubung dua taman yang sebelumnya terpisah.

"Perencanaan revitalisasi Taman Tebet dimulai dengan mendengarkan aspirasi warga mengenai kebutuhan mereka dalam penataan taman tersebut. Hasilnya adalah tersedianya berbagai ruang sosial, usaha, dan ruang bermain anak," tutur Anies.

Baca juga: 5 Alasan WALHI Jakarta Tolak Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara di Taman Tebet

Tebet Eco Park nantinya akan dibagi menjadi delapan tempat yaitu, Forest Buffer, Link Bridge, Community Lawn, Wetland Boardwalk, Children Playground, Plaza, Community Garden, dan Thematic Garden.

"Harap bersabar ya teman-teman, saat ini Tebet Eco Park belum dibuka, kami terus menggenjot penyelesaian pembangunan secepat mungkin," ucapnya.

"Namun, untuk tentu hasil yang terbaik tidak boleh dikerjakan terburu-buru. Agar nantinya pengunjung bisa menikmati suasana taman dengan lebih nyaman dan aman," tutur Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Pembangunan Waduk Brigif Merujuk Konsep Sungai di Singapura dan Belanda

Anies Sebut Pembangunan Waduk Brigif Merujuk Konsep Sungai di Singapura dan Belanda

Megapolitan
Mengapa Kena Penalti Rp 3.000 jika Masuk dan Keluar di Stasiun MRT yang Sama?

Mengapa Kena Penalti Rp 3.000 jika Masuk dan Keluar di Stasiun MRT yang Sama?

Megapolitan
Anies Rombak Sistem Masuk Sekolah Negeri Jadi Setara, Orang Kaya jadi Ogah Masuk

Anies Rombak Sistem Masuk Sekolah Negeri Jadi Setara, Orang Kaya jadi Ogah Masuk

Megapolitan
Perkembangan Penyelidikan Mayat Waria yang Membusuk di Salon, Polisi Temukan Indikasi Penganiyaan

Perkembangan Penyelidikan Mayat Waria yang Membusuk di Salon, Polisi Temukan Indikasi Penganiyaan

Megapolitan
Buka Peluang Damai, Polisi Tetap Dalami Unsur Pidana Kasus Konten 'Prank' KDRT Baim Wong

Buka Peluang Damai, Polisi Tetap Dalami Unsur Pidana Kasus Konten "Prank" KDRT Baim Wong

Megapolitan
M Taufik Mundur dari Gerindra, Disebut karena Derita Kanker

M Taufik Mundur dari Gerindra, Disebut karena Derita Kanker

Megapolitan
Konten Prank: Memudarnya Empati dan Etika

Konten Prank: Memudarnya Empati dan Etika

Megapolitan
Waduk Brigif Diresmikan Anies, Konstruksi Belum Rampung, Konblok Belum Terpasang Seluruhnya

Waduk Brigif Diresmikan Anies, Konstruksi Belum Rampung, Konblok Belum Terpasang Seluruhnya

Megapolitan
Menurut Ahli, Ini Cara Mencegah Kebakaran akibat Korsleting

Menurut Ahli, Ini Cara Mencegah Kebakaran akibat Korsleting

Megapolitan
Benarkah Halte Tranjakarta Bundaran HI Halangi Pandangan ke Patung Selamat Datang?

Benarkah Halte Tranjakarta Bundaran HI Halangi Pandangan ke Patung Selamat Datang?

Megapolitan
M Taufik Mengundurkan Diri dari Partai Gerindra

M Taufik Mengundurkan Diri dari Partai Gerindra

Megapolitan
Beri Peluang Damai Kasus 'Prank' KDRT Baim Wong, Polisi: Polri Tidak Antikritik

Beri Peluang Damai Kasus "Prank" KDRT Baim Wong, Polisi: Polri Tidak Antikritik

Megapolitan
Anies: Integrasi Transportasi Umum di Jakarta Tidak Lepas dari Bantuan Pak Presiden

Anies: Integrasi Transportasi Umum di Jakarta Tidak Lepas dari Bantuan Pak Presiden

Megapolitan
Siang ini, Rizki Billar Diperiksa Polisi Terkait Dugaan KDRT

Siang ini, Rizki Billar Diperiksa Polisi Terkait Dugaan KDRT

Megapolitan
Ahli Sebut Minimnya Stop Kontak Jadi 'Biang Kerok' Kontrakan dan Rumah Kos Sering Kebakaran

Ahli Sebut Minimnya Stop Kontak Jadi "Biang Kerok" Kontrakan dan Rumah Kos Sering Kebakaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.