Arogansi Pengendara Pelat Khusus RF, Langgar Ganjil Genap hingga Pakai Rotator, Berujung Ditilang Polisi

Kompas.com - 20/01/2022, 12:27 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya tengah gencar menindak dan menilang para pengendara yang menggunakan pelat nomor kendaraan khusus atau rahasia dengan huruf RF.

Hal tersebut dilakukan karena cukup banyak pengguna pelat nomor kendaraan khusus yang melanggar, karena merasa terbebas dari aturan lalu lintas yang berlaku.

Baca juga: Dalam Tiga Hari, Polda Metro Jaya Tilang 124 Mobil Berpelat Khusus RF

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan bahwa tidak ada keistimewaan bagi para pengendara kendaraan berpelat khusus RF.

Para pengendara kendaraan berpelat tersebut tetap harus mematuhi aturan lalu lintas dan akan ditilang jika terbukti melanggar.

124 kendaraan berpelat RF ditilang dalam tiga hari

Sambodo mengungkapkan, terdapat 124 kendaraan berpelat khusus yang ditindak petugas sejak Senin (17/1/2022) sampai Rabu (19/1/2022).

"Sejak hari Senin kemarin, dalam tiga hari, sudah ada 124 kendaraan berpelat STNK khusus atau rahasia yang kami tindak dengan tilang," kata Sambodo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/1/2022).

Baca juga: Langgar Ganjil Genap hingga Pakai Rotator, 124 Kendaraan Berpelat Khusus RF Ditilang

Para pengendara mobil tersebut ditilang karena melanggar aturan ganjil genap, berhenti di bahu jalan, hingga menggunakan rotator dan sirene.

Padahal, kata Sambodo, pengendara kendaraan berpelat khusus tetap harus mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku.

"Para pengguna atau pemilik kendaraan yang menggunakan STNK khusus atau rahasia bahwa kendaraan tersebut wajib hukumnya untuk mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku," kata Sambodo.

Merasa kebal hukum

Sambodo menyebutkan, mayoritas pengendara kendaraan berpelat khusus yang ditilang petugas, melanggar aturan ganjil genap yang diberlakukan di sejumlah ruas jalan di wilayah DKI Jakarta.

Hal tersebut karena pengguna kendaraan berpelat RF merasa kebal hukum dan terbebas dari aturan, termasuk ganjil genap.

"Sebagian besar alasannya menyatakan kepada anggota saya bahwa mereka merasa kendaraan itu bebas ganjil genap," kata Sambodo.

Tidak ada keistimewaan

Menyikapi banyaknya pengendara mobil berpelat khusus atau rahasia merasa kebal hukum, Polda Metro Jaya pun menegaskan bahwa tidak ada keistimewaan bagi mereka.

Polisi lalu lintas akan tetap menilang setiap pengendara berpelat khusus atau rahasia, seperti RFS, RFO, hingga RFK, jika melakukan pelanggaran.

"Tidak ada keistimewaan dalam di muka hukum terhadap kendaraan tersebut," tegas sambodo.

Baca juga: Polda Metro Gencar Tindak Mobil Berplat Khusus RF, DPR Siap Backup

Menurut Sambodo, kepolisian memang memiliki wewenang untuk menerbitkan pelat nomor kendaraan khusus dan rahasia.

Namun, bukan berarti para pengguna kendaraan tersebut dapat bebas dari penindakan jika terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas.

"Kewenangan untuk menerbitkan itu tujuannya adalah untuk menjamin kerahasiaan dan keamanan bagi para pengguna atau pemohon STNK khusus dan STNK rahasia," kata Sambodo.

DPR siap backup

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung langkah kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang tengah gencar menindak mobil berpelat khusus RF, yang identik digunakan oleh pejabat.

Ia pun memastikan komisi hukum DPR siap mem-backup kebijakan tersebut jika mendapat perlawanan dari pengemudi.

"Jelas tidak mudah melakukan kebijakan ini. Pasti ada protes dan perlawanan dari pengguna pelat yang notebene juga aparat pemerintah, tapi Polda Metro Jaya tetap tegas dengan komitmennya dan kami di Komisi III siap mem-backup," kata Sahroni, Rabu.

Baca juga: Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Sahroni menyebutkan, semua pelanggar aturan lalu lintas memang harus ditindak secara tegas tanpa pandang bulu.

"Mau pelatnya apa pun, namanya pelanggaran ya pelanggaran. Dirlantas tetap harus menindak dan memberikan sanksi sesuai aturan," kata Sahroni.

Penegakan sanksi yang tidak tebang pilih itu, menurut Sahroni, sangat penting demi terwujudnya ketertiban lalu lintas yang setara bagi semua pengguna jalan.

Baca juga: Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Sahroni juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan pelajaran bagi para pengguna pelat khusus agar tidak merasa perlu diistimewakan.

"Ya ini juga menjadi pengingat bagi para pengguna pelat khusus dan rahasia bahwa kalau mereka melanggar, ya tentunya akan ditilang. Tidak ada perlakuan khusus, jadi mohon untuk ikuti saja aturan lalu lintas yang ada," kata politisi Partai Nasdem tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Wajib Ubah Alamat di STNK

Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Wajib Ubah Alamat di STNK

Megapolitan
Surati Kapolda Metro, Korban Pemerkosaan oleh WN China di Jakbar Minta Pelaku Segera Ditangkap

Surati Kapolda Metro, Korban Pemerkosaan oleh WN China di Jakbar Minta Pelaku Segera Ditangkap

Megapolitan
Warga Cikini Tolak Nama Jalannya Diganti Jadi Jalan Tino Sidin

Warga Cikini Tolak Nama Jalannya Diganti Jadi Jalan Tino Sidin

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Slipi Sudah Turun ke Rp 14.000, Pedagang Belum Gunakan PeduliLindungi

Harga Minyak Goreng Curah di Pasar Slipi Sudah Turun ke Rp 14.000, Pedagang Belum Gunakan PeduliLindungi

Megapolitan
Kurbanaval Digelar di Lotte Mall Bintaro, Pengunjung Diajak untuk Berkurban lewat Dompet Dhuafa

Kurbanaval Digelar di Lotte Mall Bintaro, Pengunjung Diajak untuk Berkurban lewat Dompet Dhuafa

Megapolitan
Seorang Ibu Hamil Sedang Jemput Suaminya Jadi Korban Begal di Depok

Seorang Ibu Hamil Sedang Jemput Suaminya Jadi Korban Begal di Depok

Megapolitan
PPDB DKI Jalur Zonasi Dimulai Hari Ini, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

PPDB DKI Jalur Zonasi Dimulai Hari Ini, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 6 Remaja yang Hendak Tawuran di KBT Duren Sawit, 1 Bilah Celurit Turut Diamankan

Polisi Tangkap 6 Remaja yang Hendak Tawuran di KBT Duren Sawit, 1 Bilah Celurit Turut Diamankan

Megapolitan
Dua Pekan Operasi Patuh Jaya 2022, 38.738 Pengendara Langgar Aturan Lalu Lintas

Dua Pekan Operasi Patuh Jaya 2022, 38.738 Pengendara Langgar Aturan Lalu Lintas

Megapolitan
Nama Jalan Jakarta Diganti, Polisi: STNK Lama Tetap Berlaku

Nama Jalan Jakarta Diganti, Polisi: STNK Lama Tetap Berlaku

Megapolitan
Polisi Sita Ribuan Liter Minyak Goreng Kemasan Berisi Migor Curah di Tangerang

Polisi Sita Ribuan Liter Minyak Goreng Kemasan Berisi Migor Curah di Tangerang

Megapolitan
Surat Harapan Ganja Dilegalkan untuk Pengobatan Anaknya Gagal Diserahkan ke MK, Santi: Kami Tunggu Respons Pemerintah

Surat Harapan Ganja Dilegalkan untuk Pengobatan Anaknya Gagal Diserahkan ke MK, Santi: Kami Tunggu Respons Pemerintah

Megapolitan
Saat Seorang Ibu Datang dari Yogya ke Jakarta, Datangi MK untuk Perjuangkan Ganja agar Dilegalkan demi Pengobatan Anaknya

Saat Seorang Ibu Datang dari Yogya ke Jakarta, Datangi MK untuk Perjuangkan Ganja agar Dilegalkan demi Pengobatan Anaknya

Megapolitan
Kisah Pedagang Bakso 'Aroma SoWan' yang Diundang Anies Makan Malam di Balai Kota

Kisah Pedagang Bakso "Aroma SoWan" yang Diundang Anies Makan Malam di Balai Kota

Megapolitan
Ini Alasan Pemprov DKI Tidak Bisa Langsung Bekukan Izin Usaha Holywings

Ini Alasan Pemprov DKI Tidak Bisa Langsung Bekukan Izin Usaha Holywings

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.