Pakar Sebut Kemampuan Berpikir Rasional Pengeroyok Kakek 89 Tahun Mengalami Penumpulan

Kompas.com - 26/01/2022, 11:13 WIB
Penulis Joy Andre
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa main hakim sendiri kembali terjadi, kali ini menewaskan seorang pria lanjut usia berinisial HM.

Kakek 89 tahun itu diteriaki maling, dikejar, dipukuli beramai-ramai hingga tewas di Jalan Pulo Kambing Raya, Kawasan Industri Pulogadung, Minggu (23/1/2022), sekitar pukul 02.00 WIB.

Pakar psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyatakan bahwa peristiwa memilukan ini merupakan bentuk validasi sosial.

Baca juga: Kakek 89 Tahun Dikeroyok hingga Tewas karena Provokasi, Terungkap Peran 5 Tersangka

"Dalam salah satu teori psikologi, ada salah satu teori yaitu teori validasi sosial. Teori ini menyebutkan keberadaan orang di dekat kita akan melipatgandakan kepercayaan diri, lebih berani, serta akan membuat kita abai terhadap risiko," ungkap Reza Indragiri saat berbincang per telepon dengan Kompas.com, Selasa (25/1/2022).

Reza menjelaskan, dalam kasus yang menimpa HM, meskipun massa tidak saling mengenal dan tidak mempunyai ikatan sebelumnya, tapi mereka berada di tempat yang sama dan melihat ada orang di sekitar. Kondisi itu kemudian memunculkan dinamika psikologis.

"Peristiwa yang terjadi pada pukul 02.00 dini hari tersebut terjadi saat kondisi psikologis manusia rendah, persiapan untuk berpikir secara rasional pun mengalami penumpulan, sehingga kesadaran akan risiko, kesadaran akan apakah ini perbuatan baik atau buruk pun terjadi penumpulan," jelasnya.

Baca juga: Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Reza menambahkan, peristiwa yang terjadi dini hari tersebut menjadi sesuatu hal yang harus diinvestigasi dan tidak boleh luput dari pihak kepolisian.

"Apakah ini sebuah kerumunan yang wajar pada jam 02.00 WIB dini hari ataukah memang sebuah kerumunan yang diciptakan, ini menjadi bagian dari hal yang harus diinvestigasi" tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 P2TP2A Anjurkan Anak-anak Pelaku Bullying dan Kekerasan di Tangsel Jalani Konseling Psikologis

P2TP2A Anjurkan Anak-anak Pelaku Bullying dan Kekerasan di Tangsel Jalani Konseling Psikologis

Megapolitan
Dua Kali Jalani Layanan 'Trauma Healing', Kondisi Korban Kekerasan Anak di Tangsel Membaik

Dua Kali Jalani Layanan "Trauma Healing", Kondisi Korban Kekerasan Anak di Tangsel Membaik

Megapolitan
Seorang Wartawan Jadi Korban Tabrak Lari di Kuningan, Korban Alami Luka-luka

Seorang Wartawan Jadi Korban Tabrak Lari di Kuningan, Korban Alami Luka-luka

Megapolitan
Suami Istri Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono, Putrinya yang Berusia 2 Tahun Selamat

Suami Istri Tewas dalam Kecelakaan di MT Haryono, Putrinya yang Berusia 2 Tahun Selamat

Megapolitan
Diversi Kasus Bullying Anak di Serpong Gagal, Orangtua Korban Ingin Proses Hukum Berlanjut

Diversi Kasus Bullying Anak di Serpong Gagal, Orangtua Korban Ingin Proses Hukum Berlanjut

Megapolitan
Misa di Gereja Katedral Jakarta Sudah Dibuka untuk Umat Lintas Paroki

Misa di Gereja Katedral Jakarta Sudah Dibuka untuk Umat Lintas Paroki

Megapolitan
UPDATE 25 Mei 2022: Bertambah 7 Kasus, Pasien yang Dirawat karena Covid-19 di Tangerang Kini 57 Orang

UPDATE 25 Mei 2022: Bertambah 7 Kasus, Pasien yang Dirawat karena Covid-19 di Tangerang Kini 57 Orang

Megapolitan
Hari Kenaikan Isa Almasih, 1.300 Umat Ikuti Ibadah Misa Sesi Pertama di Gereja Katedral Jakarta

Hari Kenaikan Isa Almasih, 1.300 Umat Ikuti Ibadah Misa Sesi Pertama di Gereja Katedral Jakarta

Megapolitan
Kronologi Tabrakan Maut di Dekat Menara Saidah, Pengemudi Pajero Ngebut hingga Tabrak 7 Motor

Kronologi Tabrakan Maut di Dekat Menara Saidah, Pengemudi Pajero Ngebut hingga Tabrak 7 Motor

Megapolitan
Jelang Formula E di Jakarta: Panitia Siapkan 'Meet and Greet' di Monas, Bodi Mobil Sudah Tiba

Jelang Formula E di Jakarta: Panitia Siapkan "Meet and Greet" di Monas, Bodi Mobil Sudah Tiba

Megapolitan
Aksi Pasutri Cetak Rp 300 Juta Uang Palsu untuk Belanja ke Pasar, Harapkan Uang Kembalian

Aksi Pasutri Cetak Rp 300 Juta Uang Palsu untuk Belanja ke Pasar, Harapkan Uang Kembalian

Megapolitan
Link Live Streaming Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta

Link Live Streaming Misa Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta

Megapolitan
UPDATE 25 Mei 2022: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Tangsel, 7 Pasien Sembuh

UPDATE 25 Mei 2022: Tambah 10 Kasus Covid-19 di Tangsel, 7 Pasien Sembuh

Megapolitan
Tewasnya Preman di Tangan Pedagang Es Buah di Cikarang yang Kesal Gerobaknya Ditabrak

Tewasnya Preman di Tangan Pedagang Es Buah di Cikarang yang Kesal Gerobaknya Ditabrak

Megapolitan
Digelar Online dan Offline, Ini Jadwal Misa di Gereja Katedral pada Hari Kenaikan Isa Almasih

Digelar Online dan Offline, Ini Jadwal Misa di Gereja Katedral pada Hari Kenaikan Isa Almasih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.