Polisi Tangkap Pemuda yang Sekap Temannya hingga Tewas di Kamar Mandi Sebuah Rumah di Jatiwaringin

Kompas.com - 26/01/2022, 17:46 WIB
Ilustrasi garis polisi. Polisi Australia Selatan menangkap seorang perempuan yang memainkan musik keras dan dilaporkan dari tetangga. ABC INDONESIAIlustrasi garis polisi. Polisi Australia Selatan menangkap seorang perempuan yang memainkan musik keras dan dilaporkan dari tetangga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap TAW (21), pelaku pembunuhan seorang pemuda berinisial AY (18) yang jasadnya ditemukan dengan kondisi terikat di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan, TAW ditangkap penyidik Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota di tempat persembunyiannya di kawasan Kampung Banjar, Jawa Tengah.

"Penyidik sudah menangkap TAW laki-laki umur 21 tahun. Adapun korban kasus ini seorang laki-laki berumur 18 tahun dengan inisial AY," ujar Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/1/2022).

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Zulpan, TAW membunuh AY dengan mengikat tangan dan membekap mulut korbannya menggunakan lakban.

Baca juga: Pemuda di Bekasi Diduga Dibunuh Temannya, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Dibekap Lakban

Setelah itu, korban ditinggal sendirian di dalam kamar mandi sampai akhirnya ditemukan pelaku meninggal dunia.

"Ditinggal di kamar mandi kurang lebih setengah jam. Setelah itu tersangka menghampiri korban lagi dan ternyata sudah dalam posisi terjatuh dan tidak bernyawa," kata Zulpan.

Kini, kata Zulpan, TAW sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal seumur hidup.

Sebagai informasi, AY (19) diduga dibunuh temannya yang berinisial di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Baca juga: Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Pelaku diduga membunuh AY dengan cara mengikat tangan dan kaki korban serta membekap mulutnya dengan lakban hitam pada 18 Januari 2022.

"Keadaannya sudah diikat, kaki sama tangan ke belakang. Posisinya sujud korbannya," ungkap saksi sekaligus teman pelaku, MG (12), saat dimintai keterangan oleh wartawan, Senin (24/1/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Volume Angkutan Kargo Bandara Naungan AP II Capai 41.500 Ton Selama Periode Lebaran 2022

Volume Angkutan Kargo Bandara Naungan AP II Capai 41.500 Ton Selama Periode Lebaran 2022

Megapolitan
Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut, Pemkot Jakpus Libatkan Kader Dasawisma

Sosialisasi Pencegahan Hepatitis Akut, Pemkot Jakpus Libatkan Kader Dasawisma

Megapolitan
Antisipasi Kekeringan, BPBD DKI Imbau Masyarakat untuk Hemat Air dan Tampung Air Hujan

Antisipasi Kekeringan, BPBD DKI Imbau Masyarakat untuk Hemat Air dan Tampung Air Hujan

Megapolitan
Mulai Malam Ini Pelintasan Rel Kereta Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup, Ada Pembangunan 'Underpass'

Mulai Malam Ini Pelintasan Rel Kereta Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup, Ada Pembangunan "Underpass"

Megapolitan
Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Dugaan Kasus Permainan Mafia Tanah yang Dialami Nirina Zubir...

Megapolitan
Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Datangi PN Jakarta Barat Terkait Perkara Mafia Tanah, Nirina Zubir: Akhirnya Masuk Persidangan

Megapolitan
Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Kapolda Metro Fadil Imran Bisa Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI Setelah Anies Lengser

Megapolitan
Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Dinkes DKI: 3.792.426 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Megapolitan
Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Sidang Kasus Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang Kembali Digelar Selasa Siang

Megapolitan
Taufik Gerindra: Kita Aminkan supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Taufik Gerindra: Kita Aminkan supaya Airin Jadi Gubernur DKI 2024

Megapolitan
Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Libur Hari Raya Waisak, 38.000 Pengunjung Padati Ancol

Megapolitan
M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

M Taufik Anggap Heru Budi Hartono Paling Tepat Jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Megapolitan
Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah 2 Lantai di Cimanggis Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah yang Dialami Keluarga Nirina Zubir Digelar Hari Ini

Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah yang Dialami Keluarga Nirina Zubir Digelar Hari Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.