Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antisipasi Kasus Covid-19 di Sekolah Meningkat, Sejumlah Daerah Hentikan PTM

Kompas.com - 01/02/2022, 09:33 WIB
Muhammad Naufal,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah daerah di wilayah aglomerasi Jabodetabek menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kebijakan ini diambil atas kekhawatiran meningkatnya penularan Covid-19 di sekolah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menghentikan sementara PTM terbatas yang telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan.

Keputusan itu diambil setelah angka penularan kasus Covid-19 di Kota Bogor mengalami peningkatan setidaknya dalam dua pekan terakhir.

Baca juga: Muncul Klaster Penularan Covid-19 di Sekolah, Saatnya PTM Dihentikan Sementara

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, kekhawatiran penularan Covid-19 di lingkungan sekolah menjadi salah satu pertimbangan atas keputusan penghentian PTM.

Bima menuturkan, penghentian PTM berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Kami melindungi keluarga di rumah karena mengatur anak-anak di dalam kelas jauh lebih sulit dibanding mengatur masyarakat di restoran dan mal. Ini situasi tidak biasa saja," ungkap Bima, Senin (31/1/2022).

"Ini kami lakukan agar lebih siap memasuki PTM ke depannya," ucapnya.

Bima menyebutkan, saat ini pemkot terus mempercepat vaksinasi Covid-19 khususnya terhadap anak usia 6-11 tahun

Adapun capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun untuk dosis pertama sudah mencapai 90 persen. Sementara itu, untuk dosis kedua sudah 70 persen.

"Saya sampaikan pesan kuat akan situasi sekarang ini. Yang paling penting bahwa harus diambil langkah dan kebijakan kami ke arah menahan, membendung, dan memperlambat," tegasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bogor Hentikan Sementara PTM

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Hanafi menjelaskan, saat ini pemkot masih merumuskan waktu untuk memastikan penundaan PTM resmi diberlakukan.

Hanafi mengatakan, Disdik Kota Bogor telah menginformasikan perihal penundaan PTM kepada seluruh sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, madrasah, hingga pesantren.

"Untuk waktunya kita masih nunggu keputusan dari Wali Kota. Jika sudah diputuskan kapan mulainya, maka seluruh siswa akan menjalani pembelajaran jarak jauh," pungkas Hanafi.

Kebijakan serupa juga diterapkan oleh Pemkot Tangerang mulai Rabu pekan kemarin.

Peserta didik jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Tangerang kembali belajar secara daring.

Salah satu penyebabnya yakni lonjakan kasus Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.

"Pemerintah kota mengambil langkah-langkah kesehatan dan keselamatan, sangat penting. Intinya sehat dan selamat," ujar Jamaluddin, saat ditemui, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Kadisdik Kota Tangerang: Jangan Sampai karena PTM Ada yang Terpapar Covid-19

Selain itu, kata Jamaluddin, kasus Covid-19 juga terdeteksi di sejumlah sekolah yang menggelar PTM. "Banyak kasus Covid-19 di sekolah-sekolah, beberapa sekolah sudah terpapar," ungkapnya.

Jamaluddin mengatakan, kebijakan pembelajaran jarak jauh akan disesuaikan kembali saat kasus Covid-19 melandai.

Jika kasus melandai pekan depan, ada kemungkinan pembelajaran tatap muka akan kembali digelar.

Adapun Pemkot Tangerang sempat menerapkan belajar tatap muka berkapasitas 100 persen pada 3-21 Januari 2022.

Kemudian, pada 24-25 Januari, belajar tatap muka dilaksanakan dengan jumlah siswa 50 persen dari kapasitas.

Sementara, kebijakan kegiatan belajar pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

Baca juga: Kembali Belajar Daring, Kesehatan dan Keselamatan Siswa di Kota Tangerang Jadi Prioritas

Jangan diukur dengan statistik

Kebijakan penghentian sementara PTM belum diterapkan serentak meski klaster penularan Covid-19 di sekolah sudah terdeteksi.

Catatan Kompas.com, Pemkot Depok, Tangerag Selatan, dan Pemprov DKI tetap menerapkan skema belajar tatap muka di sekolah hingga saat ini.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau berbagai pihak untuk menahan diri dalam melanjutkan PTM 100 persen di tengah kasus Omiron yang makin meningkat.

Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso menilai kebijakan tersebut mengkhawatirkan, sebab belum semua anak-anak menerima vaksinasi dosis lengkap.

Vaksinasi Covid untuk anak 6-11 tahun mulai digulirkan pada pekan kedua Desember. Sehingga, mereka baru mendapatkan satu dosis vaksin, bahkan ada yang belum mendapatkan dosis pertama.

Di sisi lain, anak-anak belum begitu pandai menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Banyak Anak Dirawat karena Omicron, IDAI: Tahan Diri PTM 100 Persen

"Kita sebetulnya sudah senang laporan tiap cabang kasus menurun, situasi ini jika dipaksakan PTM 100 persen tanpa ada opsi lain, tanpa ada opsi hybrid, selain bikin galau orangtua yang concern terhadap vaksinasi, usia PAUD belum vaksin sudah masuk sekolah, ini sesuatu yang perlu disikapi," ujarnya dalam diskusi daring IDAI, 14 Januari 2022.

Dalam kesempatan yang sama, Satuan Tugas (Satgas) IDAI Yogi Prawira menekankan, saat membicarakan penularan Covid-19 pada anak, hal tersebut tidak bisa diukur dengan angka.

Artiny tingkat kematian di bawah 1 persen tidak dapat digunakan sebagai ukuran dalam menerapkan kebijakan PTM.

“Tolong jangan hanya bicara statistik dan persentase, bayangkan jika ini adalah anak kita, saudara kita," tutur dia.

Sementara itu, dikutip dari pemberitaan Kompas, Sabtu (29/1/2022), Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, menyebutkan, pemerintah daerah sebaiknya tidak menunggu kebijakan dari pemerintah pusat untuk menghentikan PTM.

Hal ini mempertimbangkan kasus yang semakin hari terus meningkat. Pemerintah pusat juga didorong untuk segera dan tegas dalam penanganan pandemi Covid-19.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Nasib Warga Jakarta Tak Pulang Kampung Saat Lebaran, Sulit Cari Warung Makan

Nasib Warga Jakarta Tak Pulang Kampung Saat Lebaran, Sulit Cari Warung Makan

Megapolitan
Jelang Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres, Antisipasi Disiapkan

Jelang Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres, Antisipasi Disiapkan

Megapolitan
Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Megapolitan
Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Megapolitan
Ancol Padat, Pengunjung Disarankan Pakai Transportasi Umum

Ancol Padat, Pengunjung Disarankan Pakai Transportasi Umum

Megapolitan
Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Saking Panjang Antrean, Seharian Cuma Bisa Main 4 Wahana di Dufan

Megapolitan
Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Dufan Jadi Spot Primadona, Pengunjungnya Capai 10.000 Orang

Megapolitan
Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Ramai-ramai Piknik ke Ancol, Carter Angkot dari Jatinegara

Megapolitan
Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Pilih Balik Saat H+3 Lebaran, Warga: Senin Masuk Kerja supaya Ada Waktu Istirahat

Megapolitan
Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Libur Lebaran H+3, 60.700 Pengunjung Padati Ancol Siang Ini

Megapolitan
KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

KRL Commuter Line Anjlok di Depan WTC Mangga Dua, Penyebab Belum Diketahui

Megapolitan
Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Antisipasi Arus Balik, Terminal Kampung Rambutan Siapkan Angkutan Malam

Megapolitan
Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Arus Balik Lebaran, 3.966 Penumpang Tiba di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat

Megapolitan
Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Puncak Arus Balik Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 14 April 2024

Megapolitan
RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

RS Polri Berikan Pendampingan Psikologi terhadap Keluarga Korban Kecelakaan Gran Max di Tol Cikampek

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com